Senin, 22 Agustus 2011

Maka, pergilah kamu bersama Rabbmu!!




فَاذْهَبْ أَنتَ وَرَبُّكَ
“… Maka, pergilah kamu
bersama Rabbmu!!…”
Created By : Abdul Barr Al-Harby





ثم قام المقداد بن عمرو فقال : يا رسول الله، امض لما أراك الله، فنحن معك،والله لا نقول لك كما قالت بنو إسرائيل لموسى : { فَاذْهَبْ أَنتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلا إِنَّا هَاهُنَا قَاعِدُونَ } [ المائدة : 24] ، ولكن اذهب أنت وربك فقاتلا إنا معكما مقاتلون، فوالذي بعثك بالحق لو سرت بنا إلى بَرْك الغِمَاد لجالدنا معك من دونه حتى تبلغه .فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم خيرًا ودعا له به.
( الرحيق المختوم صفي الرحمن المباركفوري )
“....(mujahid sejati akan mengatakan) Tetapi, pergilah engkau &
Rabbmu berperang, sesungguhnya kami akan mengikutimu
dan Rabbmu berperang ….!!!”


  Pengantar Penulis

مثلهم كمثل سكة حديد في مقدمتها قطار الحكام ويليه قطار قيادات الصف الثاني ومن قرب منهم، وكلا القطارين متوقفين منذ عقود في طريق تحرير فلسطين، فلا سبيل إلى الأقصى إلا بإزاحة كلا القطارين عن الطريق وتجاوزهما، ويصعب أن يتم ذلك قبل أن يستيقظ كثير من المسلمين، فيتركوا التعصب المذموم للأوطان والرجال، حكاماً أو علماءً أو قيادات للجماعات الإسلامية ، ويتركوا معارضة نصحهم وإقامة الحق عليهم، فإن لم يفعلوا فلسان حالهم يقول، إنهم يسيرون على الطريق الذي أهلك الأمم قبلنا، ولذلك فالأمة في تيه الظلمات منذ عقود، ويبدو أنهم لم يفقهوا قول رسول الله صلى الله عليه وسلم (وأيم الله لو أن فاطمة بنت محمد سرقت لقطعت يدها) متفق عليه.
Mereka itu ibarat rel kereta api, paling depan adalah kereta para penguasa dan belakangnya kereta para qiyadah shoff kedua dan orang-orang dekatnya. Kedua kereta itu mogok sejak puluhan tahun yang lalu pada jalan pembebasan Palestina. Maka tidak ada cara lain untuk membebaskan Al Aqsha selain dengan menyingkirkan kedua kereta tersebut dan menyalipnya. Namun hal itu sangat sulit dilakukan sebelum banyak kaum muslimin yang sadar, kemudian mereka melepaskan ta’ashub yang tercela terhadap negeri dan tokoh, baik penguasa, ulama’ maupun para Qiyadah Jamaah Islamiyah, lalu mereka tidak menolak nasehat yang selanjutkan ditegakkan hukum yang benar atas diri mereka. Jika mereka tidak lakukan hal ini maka seolah mereka mengatakan: Sesungguhnya mereka itu berjalan di atas jalan yang telah ditempuh orang-orang sebelum kita. Oleh karena itu umat Islam terjebak dalam gelapnya padang ketidak jelasan sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu. Dan nampaknya mereka tidak memahami sabda Rasulullah SAW:
Demi Allah, seandainya Fathimah binti Muhammad mencuri pasti kupotong tangannya. (Muttafaq ‘Alaih)
(Syaikh Usamah bin Ladin, maret 2009)


إن الحمد لله، نحمده ونستعينه، ونستغفره ونتوب إليه، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له،

وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له في ربوبيته وألوهيته وأسمائه وصفاته ليس كمثله شيء وهو السميع البصير، وأشهد أن نبينا محمدًا عبده ورسوله إلى الثقلين الإنس والجن بشيرًا ونذيرًا وداعيًا إلى الله بإذنه وسراجًا منيرًا، اللهم صل على عبدك ورسولك محمد وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان
 إلى يوم الدين وسلم تسليمًا كثيرًا.

يَاأَيُّهاَ الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ
 إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا  يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا


Syaikh Abu Mus’ab Az-Zarqowy Rahimahulah, Amir tandzim al-Qoidah fi biladirofidain, Iraq. Beliau mengatakan : “Sejarah kembali terulang, jalan cerita sejarah dari zaman ke zaman tidak pernah berubah… manusia dan pemerannya boleh berubah, peralatan-peralatan boleh berkembang pesat; akan tetapi pentas sejarah tetaplah baku; kisah permusuhan hanya satu, yaitu kebenaran melawan kebatilan, Islam memerangi kekafiran, kejahiliyahan, dan kemunafikan yang terselubung. Adapun Uorang-orang lemah dan benyali rendahU, mereka memegang tongkat pada bagian tengahnya; satu sisi ia menyatakan bergabung dengan umatnya, tapi di sisi lain ia lebih mengedepankan kepentingan dunianya sembari menunggu kabut tersingkap dan peperangan berakhir; dengan maksud ingin bergabung dengan kelompok yang kuat dan menumpang kapal fihak yang menang, sungguh teramat jelek apa yang diperbuat orang-orang seperti ini.”
Dan beliau berkata : “Tapi mereka dihentikan oleh orang-orang robbaniyyuun, yang mengangkat bendera di zaman kerusakan, mengangkat kepala di zaman kehinaan, tekat mereka mengarungi angkasa, pergi menuju Alloh, Dzat Yang Maha melihat lagi Maha mendengar, meneladani Sang pembawa peringatan dan kabar gembira, Muhammad --–shallallahu alaihi wa sallam--, mereka orang-orang asing yang wajahnya hangus terbakar angin keterasingan, kaki mereka yang tanpa alas kaki, meneteskan darah di sahara yang berkobar oleh api permusuhan, Utidak ada pintu yang mau menerima merekaU sehingga mereka mengetuk pintu langit, lalu dibukalah pintu tersebut untuk mereka, langsung dari tengah-tengah surga untuk menghidupkan hati, tersirat kegembiraan iman dalam diri mereka, sehingga tidak ada seorangpun dari mereka yang mundur, karena mereka marah demi agamanya, walaupun seluruh dunia bersatu-padu membidiknya.”

Ikhwany, …. ketahuilah bahwa dien yang benar adalah din yang diamalkan oleh setiap  pemeluknya -–bukan hanya dipelajari dan untuk mendapatkan gelar--, dan jalan yang lurus adalah jalan yang menghantarkan kepada kemuliaan akherat, meski dunia tidak didapatkannya.

…. bagian dari keyakinan kita bahwa setiap sesuatu akan mendapatkan jatah kapan berakhirnya (ajalnya atau kerusakannya) terjadi, …  dan rizki telah dibagi-bagi dengan adil kepada setiap hamba, tanpa terkecuali, … sebagaimana Allah telah membagi amal-amal bagi setiap hamba yang diiringi dengan usaha hamba yang keras untuk mendapatkannya, …  Setiap jiwa akan mendapatkan mati, …  bahwa jannah (syurga) itu –didapat—di bawah kelebatan pedang (peperangan), … Barangsiapa yang berdebu kakinya di jalan Allah, maka diharamkan baginya neraka, … barangsiapa yang berinfak satu dinar saja (menjadi : 4,25 gr emas di Indonesia), akan ditulis baginya 10 kali sampai 700 kali lipat pahalanya, dalam riwayat lain akan di balasi sampai 70.000 kali lipat pahalanya, … Orang yang enggan berinfak fi sabilillah, sungguh ia celaka dengan kecelakaan yang besar,…Karena itu, berinfaklah fi sabilillah!!, dan jangan ceburkan dirimu dalam kebinasaan –-celaka sebelum datangnya kiamat--,  … Sungguh para syuhada itu hidup di sisi Allah ta’ala dan senantiasa mendapatkan rizki-Nya, … arwah mereka berada di dalam tembolok-tembolok burung hijau di syurga, … dipersiapkan bagi syuhada itu berbagai kenikmatan di syurga, … Bagi seorang syahid akan diampuni seluruh dosa-dosanya dan kesalahannya, … Dia di beri hak member syafaat 70 orang keluarganya dan orang-orang yang ia cintai, … Dia terbebas dari huru-hara kiamat di akherat, … tiada kesusahan baginya menghadapi maut dan dahsyatnya padang makhsyar, … Ia tidak merasakan mati ketika syahid, kecuali seperti dicubit (atau digigit semut), … makan dan tidur di medan jihad (di jabhah qitaliyyah) lebih mulia dari puasa dan sholat di tempat lain, … barangsiapa yang berjaga-jaga di area ribath, maka matanya tidak akan disentuh api neraka, … Bagi orang yang ribat (lalu syahid), maka amalnya tetap mengalir sampai kiamat datang, … Ribath (berjaga-jaga) dari serangan musuh satu hari saja, nilainya lebih baik dari dunia dan seisinya, … seorang syahid akan aman dari siksa kubur dan adzabnya, … dan ia akan menjadi orang yang sangat mulia di akherat dengan kedudukan yang setara dengan para anbiya, sholihin, shodiqin, ….

Ikhwany, …. Ketahuilah bahwa tanah (Daulah Islam) itu didapat dengan darah dan tulang belulang, … kemuliaan itu di dapat dengan jihad fi sabilillah, … jihad itu bukan I’dad, tetapi perang, ightiyalat, irhab, membunuh ….dll., …. I’dad itu persiapan iman dan askary (militer) sebelum dilakukannya jihad, … setiap mukmin dibebani melakukan I’dad apapun profesinya –tanpa terkecuali--, … tidak ada dalilnya I’dad itu ditunda & nanti-nanti!!! Tidak ada dalilnya jihad (perang/amaliyat) itu nanti-nanti !!! ketika jihad telah menjadi fardhu ain, … barangsiapa menunda-nunda I’dad, ia akan celaka, …. Barangsiapa menunda-nunda jihad (amaliyat—membunuh), ia akan dibunuh musuh, … barangsiapa yang berjihad ia akan dapati rizki yang banyak dan tempat hijrah yang luas, … barangsiapa yang berjihad berarti ia menolong din Allah, maka ia berarti akan mendapatkan jatah diteguhkan Allah kedudukannya dan di tolong Allah dalam setiap gerak langkahnya, …  

Diantara musuh jihad adalah sebuah tandzim atau jama’ah –apapun namanya-- yang meniadakan (ta’thilul) amaliyat jihad,… musuh jihad adalah gandrung dan tamaknya seorang –calon—mujahid kepada kemewahan dan kesenangan dunia yang sedikit, … musuh jihad adalah tanazu’ (berbantah-bantah & berselisih) yang tak berujung pangkal, … musuh jihad adalah orang kaya yang menahan hartanya dari mujahidin yang sangat memerlukannya untuk melakukan berbagai amaliyat, … musuh jihad adalah rutinitas kerja yang menipu dan melenakan dari jihad, ….musuh jihad adalah takut mati dan rakusnya seseorang terhadap dunia.

Ikhwany, … orang yang menghindar dari amaliyat jihad, ia akan celaka, … yang meninggalkan jihad akan celaka, … status mukminya tergadai, …yang jauh dari medan-medan pertempuran ia akan celaka, … yang tidak mau mendekat dengan area pertempuran dan area amaliyat, dan tidak bergabung dengan mujahidin yang beramal nyata, maka ia akan menjadi penakut dan bertambah-tambah takutnya, … lalu ia, …. Lalu ia, … masyaallah!!!, menjadi manusia yang adanya seperti tidak adanya, ….. naudzubillah!!!! Lahaula wala quwwata ilabillah!

Ikhwany, … apa yang kami tulis dalam buku ini adalah gambaran jujur!!!, …..jujur, kami bertutur, …. Apa adanya, …. Pahit!!! Pahit!!! Pahit rasanya jika anda membaca apa yang kami tulis. Tetapi itulah sifat obat pahit, tetapi manfaat mengobati. …. Tidak ada yang kami ditutup-tutupi, sebagai tadzkiroh para qoodah, qiyadah, dan para kibar jama’ah jihad apapun namanya.  Karena barangsiapa yang mau merenungkan butit-butir apa yang kami tulis, mudah-mudahan ia mendapat manfaat untuk jihadnya dan tandzimnya.  Kami tidak membatasi untuk tandzim tertentu, tetapi semua tandzim, yang merasa tersentuh –syaratnya salamatus shadr/hati yang bening--- dengan apa yang kami paparkan ini, … sekali lagi mudah-mudahan bermanfaat, terutama kepada para amir dan komandannya & para mas’ul dan anggotanya.

Ikhwany, …. Hari ini kita hidup seperti di zaman Fir’aun saja rasanya, atau kita hidup seperti pada zaman bani Israil rasanya, …. Dimana sebagian besar       --orang yang mengaku-- kaum muslimin malah memusuhi mujahid yang beramal, melakukan irhab, ightiyalat, isytisyhadiyah, atau peperangan, …
Bahkan yang lebih meyakitkan banyak kalau tidak disebut mayoritas “mujahidin” yang sangat anti dengan berbagai amaliyat, peledakan, pengeboman, pembunuhan terhadap pihak musuh, dll. yang sejatinya adalah sunnah nabi yang kita sanjung setiap saat, nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dan sangat bermanfaat bagi umat (jika mereka sampai pada ilmu dan hikmahnya). 

Buku ini hadir di hadapan anda untuk memberi inspirasi terhadap kemandegan, kebekuan, keterpasungan, keterbelengguan, keterpurukan, terkungkungan dan keterasingan beramal jihad di hadapan mujahidin internasional, atau jihad global.

Aneh memang!!!!, ….  jika para ikhwan yang akan berjihad ---di Indonesia ini--- seperti terputus “sanad” dengan para masayikh mujahidin yang telah terbukti jihadnya, semisal Syaikh Usamah bin Ladin, Mullah Muhammad Umar, Syaikh Abu Umar Al-bagdady, Syaikh Aiman, Syaikh Abu Muas’ab rahimahullah, Syaikh Yusuf Al-Uyairi, Syaikh Abdullah Azzam rahimahullah, ….dll. Aneh sekali, …. Jika kita seperti berbeda dengan mereka!!!! ….. ini seharusnya tidak terjadi!!!! Karena panutan kita sama Al-Qur’an & Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, …tetapi mengapa berbeda….. mesti ada yang nggak pass ini!!! & tentu ada fikroh yang nggak beres!!!

Sepertinya para ikhwan ini banyak yang terbius jihad lokal!!.... jika anda tidak setuju, … tetapi faktanya, ya begitu,…. Mau bilang apa kita.  Sehingga yang terjadi thoriqoh sebuah jama’ah di sini tidak sejalan, dan beda jalur dengan jihad global pimpinan Al-Qaida, …. Ini mesti ada yang salah!!! Ada yang ganjil!!! Ada yang missunderstanding!!!.... atau kalau tidak mau disebut sebagai kejumudan atau kita bisa katakan (baca: ngak mau bercermin) pada mujahid yang lebih berpengalaman menghadapi thogut internasional dan turunan-turunannya yang ada di setiap negara termasuk di indonesia, …. Ini kejujuran kami, bukan kami ingin berlaku dan berkata kasar pada para pemimpin dan para qiyadah jihad di Indonesia, … tetapi fakta atau amal kita yang akan bicara, ….  Bukankah seseorang itu di lihat dari amalnya, … bukan banyaknya ilmu, atau lulusan mana ia, ….lulusan Afghanistan, libiya, Iraq atau Moro, …bukan, bukan!!!  Maka renungkanlah wahai ikhwan, kami hanya sekadar mengajak merenung, … atas capaian jihad kita, kalau masih salah, ya segera belajar dan berubah, …. Belum terlambat, ….belum terlambat, ….

Kami yakin –wallahu alam—berdasarkan ilmu  kami yang sedikit, tajribaat di medan jihad, tajribat di sijn, tajribaat menjadi matlubiin dan hidup di tengah-tengah ikhwan, bahwa jika kita mau berjalan beriringan dengan thoriqoh jihad global, dan menekuninya, … meski konsekwensinya leher-leher kita jadi taruhannya, darah-darah kita tertumpah, keluarga kita kocar-kacir, dan kita hidup bagai dipenjara, tetapi insyaallah perjalanan jihad kita justru benar, …. Karena begitulah tabiat jihad.

Walhasil, yang penting kami tekankan diantaranya adalah hendaknya sebuah jama’ah jihad  tidak statis siasatnya (kepaten, jw. khud’ah) dalam menghadapi kekuatan kafir, thogut dan antek-anteknya, karena siasat (khud’ah) ini mendasari jalan mana (kebijakan/taktik dan strategi) yang hendak ditempuh oleh sebuah tandzim atau jama’ah.  Jangan sekali-kali memaksakan sebuah thoriqoh atas dasar pemikiran belaka, tanpa melihat siasat apa yang paling cocok menghadapi keganasan thogut dan antek-anteknya.  Kesalahan thoriqoh ini akan fatal akibatnya, …

Kemudian, … sikap-sikap sangat berani, tegas, dan cepat mengirimkan regu-regu, atau squad, atau bahkan satu atau dua orang untuk memukul keganasan musuh hendaknya dimiliki oleh seorang amir, …. Jika tidak ---afwan--- kami sarankan untuk mundur, itu lebih ringan di hadapan Allah.  Amir safar yang anggotanya hanya dua orang saja, semua kepemimpinannya akan dihisab dan dipertanggung jawabkan, bagaimana kalau anggotanya ratusan, atau ribuan mujahidin, …. Sementara kata-kata yang keluar dari mulut seorang amir sebuah tanzdim : “kita tidak punya orang!!!, kita lemah!!!, kita belum waktunya melakukan amaliyat!!!, kita belum punya uang dan biaya amaliyat!!! pedoman perjuangan kita belum mengijinkan amaliyat!!!... kita belum tahapannya kearah sana (amaliyat) ….dll.,” …. Afwan!, kami katakan Ini adalah sebuah kebodohan & dhon!!!, … ini kebodohan & dusta!!!, … ini kebodohan & karena kurangnyan khibroh qitaliyyah!!! … lahaula wala quwwata illabillah.

Imam Ibnu Qudamah menjelaskan bahwa “Penundaan jihad akan menyebabkan maslahat jihad pada saat itu akan hilang ---tidak ada kesempatan/waktu terulang dua kali--.” (lihat Al Mughni). Lalu jika kesempatan jihad hari ini dalam bentuk amal nyata (ightiyalat, isytisyhadiyah, dll.) membela mereka yang tertindas, memberikan balasan terhadap musuh yang menyiksa, dan membunuh sebagian mujahidin, ….jika kesempatan ini tidak ditekuni, tidak diamalkan dan bahkan diabaikan, lalu kita akan menunggu apa?????? Apakah ada dalil yang dapat anda gunakan, syubhat apa yang melingkar di kepala anda? Ingat tidak ada kesempatan berulang, …..ambillah pelajaran wahai ikhwan!!!

Merenung dan berfikirlah ikhwan, …. Dari apa-apa yang kami sampaikan, …. Jika kita telah berazam, maka bertawakallah kepada Allah.  Ingat!!!! Beramalah!!!, … Allah dan Rasul-Nya dan orang-orang mukmin akan melihat amal-amal kita, ….

Tidak ada tulisan atau karya manusia yang sempurna, … apa yang kami tulis hanyalah sekadar tadzkiroh,….kami harapkan bermanfaat bagi tandzim atau jama’ah apapun namanya, …. jika ada kata-kata yang tidak berkenan atau terlalu lugas, menghukumi, atau menyinggung, ….memang kemampuan kita memaparkan sesuatu berbeda-beda, maka harap maklum. … tidak ada penunjuk jalan yang berniat mencelakakan keluarganya, … tidak ada yang namanya saudara itu, ingin mejerumuskan saudaranya, …. Yang ada hanyalah ishlah, perbaikan, pengokohan, ingin menjadi perekat, … bukan sekat!!!  

Aqulu qouli hadza, ……….nas-alullah al-afiah!!asta’fu minkum, ……………….!!!

Semoga shalawat dan salam tetap tercurah kepada Rasulullah –shallallahu alaihi wa sallah--, keluarganya, sahabatnya ajmain.

                                                                       Al-faqir ilallah, Agustus 2009.
                                                                       Abdul Barr Al-Harby


01. Jama’ah Jihad, yang akan ditinggal anggotanya.

ولئن كانت الأمة اليوم أتيت من عدم قيامها بما يجب عليها من عمل لمواجهة وكلاء الصليبين و التخلص من خطرهم فكثير من أبناء الأمة الصادقين , لما علموا بتبعية حكام البلاد لأمريكا أبغضوهم ونفروا منهم وانضموا إلى جماعات إسلامية تدعوا إلى تحكيم الإسلام وإعادة الخلافة وإسترجاع فلسطين .
والحقيقة أن قادة تلك الجماعات وجدوا أن الأمر ثقيل جدا كما لم يمهلهم الحكام في السعي لما أرادوه من خير فشددوا الضغوط عليهم وخيروهم بين أن يتخلوا عن السبيل الشرعي الذي يمكنهم من إقامة دولة الإسلام وهو الجهاد في سبيل الله أو التعذيب والقتل فركنوا إلى الخيار الأول وتركوا الجهاد في سبيل الله وسموا قتال المجاهدين للطواغيت عنفا وذموه والمجاهدين معا ولا حول ولاقوة إلا بالله .
Meski umat Islam hari ini terpuruk karena tidak melaksanakan kewajibannya, yakni berkonfrontasi melawan para agen salibis dan melepaskan diri dari ancaman mereka, namun masih banyak anak-anak Islam yang masih jujur. Tatkala mereka telah memahami bahwa para penguasa telah mengekor kepada Amerika, mereka membenci dan meninggalkan para penguasa tersebut, lali bergabung dengan Jamaah-Jamaah Islamiyah yang menyerukan pelaksanaan hokum Islam, menegakkan kembali Khilafah serta merebet kembali Palestina.
Namun sebenarnya para Qiyadah Jamaah tersebut melihat bahwa amanah ini sangatlah berat. Selain itu para penguasa tidak akan memberikan kesempatan kepada mereka untuk memperjuangkan kebaikan yang mereka inginkan. Lalu para penguasa itu akan membuat tekanan hebat kepada mereka dan memberikan pilihan antara meninggalkan jalan perjuangan yang syar’i yang akan menghantarkan mereka kepada penegakan Daulah Islam, yakni jihad fi sabilillah, atau pilihan yang kedua adalah penyiksaan dan pembunuhan. Lalu para Qiyadah Jamaah-Jamaah Islamiyah tersebut lebih memilih pilihan pertama dan meninggalkan jihad fi sabilillah, lalu mereka melabeli serangan yang dilancarkan mujahidin terhadap para thoghut sebagai tindakan kekerasan, mereka cela tindakan tersebut dan mereka cela pula mujahidin. La haula walaaquwwata illa billah.
(Syaikh Usamah bin Ladin, 19 april 2008)

Bagian dari sunatullah adalah sedikitnya mujahid yang jujur dan ikhlas berjihad di jalan Allah ta’ala.  Sebagian besar dari mereka tertipu dengan berbagai aktivitas yang tidak mengarah kepada amal jihad yang nyata.

Ada sebagian jama’ah jihad yang menyatakan diri akan berjihad di jalan Allah, namun faktanya mereka sibuk membincangkan dakwah dan tarbiyah saja, sibuk merekrut personal saja, sibuk mengadakan tamkhis (penyaringan) saja, sibuk mengadakan I’dad saja, sibuk menggalang dana saja, dan kesibukan-kesibukan lainnya, wallahua alam bishowab.  

Angggota-anggota jama’ah itu terasa terbuai & nyaman dengan berbagai aktifitas tersebut. Para anggotanya merasa kasihan melihat orang-orang yang tidak tergabung dalam jama’ah tersebut, dan bahkan mereka merasa lebih baik daripada orang-orang yang pernah tertawan dan pernah terjun di jabhah-jabhah, mereka merasa paling paham “manhaj jama’ah” dalam berjihad di jalan Allah, mereka merasa nyaman punya jabatan struktural, puas dan enjoy dengan menjadi mas’ul ini dan itu, mereka terbuai mimpi-mimpi dan mereka merasa telah berjihad di jalan Allah.

Padahal yang terjadi sebenarnya mereka hanya jalan di tempat, bahkan berjalan mundur, bak orang yang sakit berat tetapi mengaku sehat wal afiat.  Memang mereka berdakwah, merekrut dan melakukan I’dad, kemudian I’dad, kemudian I’dad, tapi kenyataanya kemudian mereka diam, lalu diam dan lalu diam.  Tidak ada progres (kemajuan) yang dicapai setelah idad, tidak ada amaliyat yang direncanakan dan ditekuni, tidak ada musuh yang diancam, tidak ada musuh (aimatul kufr) yang di ightiyal (dibunuh secara mendadak) dan tidak ada musuh yang diperangi meski dengan bayonet.

Yang terjadi hanya menunggu, menunggu, dan menunggu, ahsan istiqomah dengan “manhaj jama’ah”, jangan lakukan apa-apa kita tunggu perintah qiyadah,  jangan lakukan amalaiyat karena itu menyusahkan yang lain, nggak usah neko-neko yang lain belum siap, kita masih lemah, kita tunggu jumlah anggota jama’ah menjadi besar, yang penting sekarang kita I’dad dulu,  kita jangan lakukan ini dan itu.  

Walaupun waktu tetap berjalan, umur jama’ah telah mendekati 20 tahunan, semakin banyak anggota yang beruban, banyak anggota yang telah tiarap dan ditelan zaman (hubbud dunya), banyak ustad –illa man rahimahullah-- dan anggotanya yang sibuk meninggikan bangunan, banyak ikhwan pengusaha yang gonta-ganti kendaraan mewah dan banyak sudah qiyadah yang telah udzur di perjalanan.  Lahaula wala quwwata illabillah!!

Aduhai!!!, fenomena apa yang tengah terjadi? Sebenarnya dimana jati diri jama’ah itu?  Bilakah berakhir kondisi jama’ah itu menjadi jama’ah yang benar-benar ditakuti, lantaran irhab, ightiyal dan serangan-serangan mereka terhadap musuh-musuh mereka dari kalangan murtadin dan kafirin.  Akankah hal ini masih sebuah mimpi dan angan-angan, jika ya!! Kenapa jama’ah ini tidak segera memperbaiki diri, berbaris satu shaff dan belajar dengan mujahidin internasional yang mengirhab (menterror), mengightiyal dan memerangi sampai ke jantung kota musuh-musuh mereka.

Kenapa jama’ah ini tidak segera mengirim anggotanya masuk ke kancah-kancah peperangan secara kontinyu, tidak segera melakukan balasan atas perbuatan para murtadin dan kafirin yang telah membunuh sebagian anggotanya, tidak segera menightiyal aimatul kufr dari kalangan munafiqin dan kafirin, tidak segera mengirim satu atau dua orang atau satu squad mujahidin untuk memberi pelajaran atas kesadisan mereka terhadap para mujahidin, kenapa tidak segera?

Adakah dalil untuk menunda-nunda ketika darah mujahidin telah tertumpah, kehormatan dihinakan dan harta benda dirampas?  Masihkah akan dimusyawarahkan, didiskusikan, diteliti, dianalisis dan selalu diperdebatkan ketika tanah-tanah kaum muslimin dirampas dengan brutal? Masihkan hukum jihad fardhu ain diperselisihkan dan di bantah, ketika darah, kehormatan dan harta kaum muslimin terampas?

Jihad akan eksis hingga hari kiamat datang, dan penundaan jihad menyebabkan kemaslahatan jihad akan terlewat (lihat Al-Mugny, Imam Ibnu Qudamah, 10/374).  Karena itu setiap mukmin seharusnya berjihad memerangi musuh-musuh Allah, sekalipun yang tersisa hanyalah dia sendiri, ya meski hanya sendirian tetap di benarkan syariat. Bahkan Syaikh Mujahid Marwan Hadid (yang syahid di penjara thogut Saudi) mengatakan, “…Bersiap-siaplah kalian memerangi musuh-musuh Allah, baik secara individu maupun berkelompok (berjama’ah).”

Sesungguhnya tanah itu didapat dengan darah, kehormatan dan harga diri ditukar dengan tulang belulang dan jiwa.  Afghonistan mendapatkan kemenangannya setelah tumpahnya darah 1,5 juta syuhada.  Daulah Islam Iraq berdiri di atas tulang belulang dan darah ribuah syuhada di daerah dua aliran sungai. Tidak ada tanah kecuali ditukar dengan darah, tidak ada kemuliaan kecuali dengan irhab, ightiyal dan perang, ini semua telah jelas dan berdasarkan dalil yang tsawabit dalam Al-Qur’an dan sunnah Rasul-Nya.

Masihkah kita mengatakan : “nanti saja jihadnya, jika ikhwan sudah banyak.”  “Nanti saja jika qiyadah sudah solid,”  “Nanti saja jihadnya, jika sudah terkumpul uang sekian juta atau sekian milyar,”  “nanti saja jika semua orang telah paham manhaj jama’ah kita” … Duhai!!, dimana kiranya kitab-kitab yang membahas fiqh jihad, duhai!! dimana kiranya orang yang mau mengambil ilmu dan tajribat dari para ahlu tsugur!! Duhai!! Apa yang terjadi, jika para ahlu tsugur dianggap tidak paham manhaj jama’ah dan tidak memahami jihad, Duhai!!, apakah ahlu tsugur posisinya tidak lebih dari seekor keledai!! …. Atau para (calon) mujahidin yang merasa menjadi aktivis jama’ah sudah keras hatinya laksana batu pualam yang bangga dengan kebodohannya, kedunguannya, keterkungkungannya dan lebih memilih “jerat” struktural jama’ah dari syariat yang benar!!  

Kalau jama’ah itu tidak mau menyesuaikan dengan gerak langkah mujahidin internasional (baca Al-Qoidah) dalam manhaj, taktik dan strategi jihadnya, maka mereka akan ketinggalan,  mereka akan ditelan zaman, mereka akan ditinggalkan oleh anggota-anggotanya yang jujur dan benar jihadnya, mereka akan ditinggal orang-orang yang berpotensi dan kader-kadernya yang brillian, mereka akan dirundung masalah internal yang tak berkesudahan, mereka akan menjadi jama’ah yang terkungkung dengan toriqohnya sendiri dan mereka akan menjadi jama’ah bak orang berpenyakit yang tinggal menunggu kematiannya.

Mengapa al-Qoida? …. Karena mereka adalah tanzim yang mashur dan telah teruji menyibukkan dunia, mengancam, menggentarkan dan menakutkan negara pembuat onar dunia, Amerika dan sekutu-sekutunya baik di timur maupun di barat.  Perintisnya adalah sang pemicu irhab (terror) dan perang, syaikh Abu Abdillah Usamah bin Ladin hafidzahullah di negeri Afganistan.  Kemudian organisasi ini berkembang dan meluas di seluruh dunia.  Hampir disetiap negara ataupun wilayah terdapat pengikut organisasi ini, meski mereka tidak “mendaftarkan diri”.  Boleh jadi cabang dari pohon yang sangat kuat ini adalah tanzim Al-qoidah di Jazirah Arab, di negeri dua aliran sungai (Iraq), dan di Al-Magrib Al-Islami (Al-Jazair). (lihat Nurul Yaqin, Syarah Aqidah tandzim al-Qaidah fi biadir Rafidain).

02. Mujahid, sejatinya sedikit.

ظهر ومعه ثلة من المؤمنين، كانوا سبعة عشر رجلاً، وليسوا سبعة عشر جيشاً، فتواثقوا وتعاهدوا، وعاهدوا الله تعالى أن ينصروا دينه، أو يهلكوا دونه، رِجالٌ و الرِجالُ قليلُ.
Abu Mush’ab Az Zarqawi muncul bersama sekelompok kecil orang beriman. Dahulu jumlah mereka hanyalah 17 orang, bukan 17 pasukan. Lalu bereka saling bersumpah dan berjanji. Mereka berjanji kepada Allah ta’ala untuk membela agama-Nya sampai mati karenanya. Mereka adalah lelaki sejati, dan lelaki sejati itu sedikit jumlahnya.
(Syaikh Usamah bin Ladin, 13 juni 2006)

Sudah menjadi ketetapan dari Allah bahwa mujahid itu sejatinya sedikit sekali.  Bahkan akan terjadi mujahid yang melaksanakan irhab, ightiyal dan amaliyat akan di cela oleh ikhwannya sendiri dan bahkan dimusuhi.  Mereka akan dikatakan tidak prosedural, isti’jal, tidak taat dan menyelisihi kesepakatan.  Mereka akan dikucilkan, dibahas aib-aibnya di majelis-majelis, dikatakan mereka mujahid tapi salah langkah, mereka dikatakan tidak paham manhaj jam’ah dll. …. Hingga, lahaula wala quwwata ilabillah, ketika mereka sudah syahid (sudah mati pun) dan Allah tampakakan karomah-karomah-Nya pun masih dibahas kesalahan-kesalahan mereka –sebagai mujahid yang salah langkah--.

Padahal merekalah sesungguhnya mujahid yang gagah berani, merekalah cahaya dan inisiator (pemicu) sifat saja’ah yang kian sirna dari para mujahidin yang kian tenggelam dengan racun (baca upas ulo) dunia dan materi, mereka ibarat obor di tengah kegelapan kancah jihad yang kian meredup ditelan “manhaj jama’ah nanti kita akan berjihad!!!, nanti kita akan begini!!! dan nanti kita akan begitu!!!” 

Dan sesungguhnya mereka membuat kita terkesima betapa kecil, ciut dan penakutnya kita di depan musuh-musuh kaum muslimin. Dan sungguh, mereka membongkar aib kita sebenarnya kita ini baru sebagai penonton dan pengamat yang cuma  berkomentar dan berceloteh tentang aib-aib para singa mujahidin, padahal borok, penakut dan aib kita sebesar gunung Himalaya.

Wahai saudaraku, takutlah kalian kepada Allah ta’ala jangan-jangan kita tidak termasuk mereka mujahid yang sedikit itu, takutlah jangan-jangan kita tidak termasuk thoifah manshuroh yang ciri utamanya selalu berperang melawan musuh-musuhnya,  –bukan I’dad-I’dad saja kemudian selesai, dan menyangka sudah berjihad, habis perkara!!--, takutlah kepada Allah jangan-jangan kita ini seperti bani Israil yang berputar-putar di “kegelapan padang tiih”, lantaran tidak mau berperang bersama Nabi Musa, dan jangan-jangan kita ini baru calon-calon mujahid, karena belum ada tanda-tanda mujahid sejati pada diri kita, seperti melakukan irhab, ightiyal dan berperang.

Allah subhanahu wata’ala telah berfirman mengenai sedikitnya pasukan Thalut yang ikut berperang melawan pasukan Jalut :

فَلَمَّا فَصَلَ طَالُوتُ بِالْجُنُودِ قَالَ إِنَّ اللَّهَ مُبْتَلِيكُمْ بِنَهَرٍ فَمَنْ شَرِبَ مِنْهُ فَلَيْسَ مِنِّي وَمَنْ لَمْ يَطْعَمْهُ فَإِنَّهُ مِنِّي إِلَّا مَنِ اغْتَرَفَ غُرْفَةً بِيَدِهِ فَشَرِبُوا مِنْهُ إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ فَلَمَّا جَاوَزَهُ هُوَ وَالَّذِينَ آَمَنُوا مَعَهُ قَالُوا لَا طَاقَةَ لَنَا الْيَوْمَ بِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ قَالَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو اللَّهِ كَمْ مِنْ فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ

Artinya : “Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: "Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya; bukanlah ia pengikutku. Dan barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka dia adalah pengikutku." Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: "Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya." Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata: "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar." (Qs. Al-Baqarah 249)

Dalam tafsir At-Thobary disebutkan bahwa pasukan Tahlut berjumlah 80.000 mujahid. Kemudian tholut menerangkan kepada pasukannya bahwa Allah akan menguji mereka dengan sebuah sungai yang akan mereka lewati,  mereka tidak boleh meminumnya kecuali seteguk dua teguk.  Namun pada akhirnya ketika mereka benar-benar menemui sungai itu, sebagian besar mereka lupa dan meminum airnya dengan puas.  Hingga mereka tidak bisa mengikuti thalut berperang melawan pasukan jalut.  Dan jumlah pasukan yang taat kepada thalut hanya sekitar 4.000 mujahid, dalam riwayat yang lain sejumlah 300 mujahid lebih belasan, dari jumlah 80.000 pasukan thalut.

Namun yang paling kuat adalah riwayat yang menyatakan bahwa pasukan yang mengikuti thalut sama dengan jumlah pasukan badar, yaitu 300 lebih belasan.
Sebagaimana dalam riwayat Barro bin Azif, dia telah berkata :

أن عِدَّةُ أَصْحَابُ بَدْرٍ عَلىَ عِدَّةِ أَصْحَابُ طَالُوْت الذين جَاوَزُوا النَهَرَ مَعَهُ، وَلمَ يُجَاوَزُ مَعَه إِلاّّّ مُؤْمِن: ثَلَثُمِئَة وَبِضَعَة عَشَرَ رَجُلاً.

Artinya : “Bahwasannya jumlah ashabu (pasukan) badar atas (sama dengan) jumlah pasukan tholut, yaitu sejumlah orang-orang yang melewati sungai bersamanya, dan tidaklah mereka melewati sungai itu, kecuali mereka termasuk orang mukmin ; yaitu 300 lebih belasan pasukan (mujahid).” (diriwayatkan oleh Thobary dengan 6 jalan/sanad, seluruhnya dari Barro bin Aziff, lihat tafsir Thobary; dan diriwayatkan pula oleh Imam Ahmad, Imam Bukhory, Imam Ibnu Katsir, & Imam Baihaqy).

Jadi kalau pasukan Tholut jumlahnya 80.000 mujahid dan yang ikut berperang bersama tholut hanya 300 lebih belasan mujahid, maka sisanya sejumlah 79.680-an sekian mujahid terjebak dengan ujian sungai (dunia –upas ulo--), kemudian terlena dan mereka tidak termasuk orang-orang mukmin. Lahaula wala quwwata illabillah!! Berapa persen jumlah pasukan 300 lebih sedikit di hadapan 79.680 pasukan!! Kurang dari 1 %-nya, Allahhu akbar!!!
Sungguh indah apa yang dikatakan Sayyid Quthb Rahimahullah ketika mengomentari firman Alloh:
كَمْ مِنْ فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ
Artinya :“ Betapa banyak kelompok yang sedikit bisa mengalahkan kelompok yang banyak dengan izin Alloh dan allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah 249)
Beliau berkata, “Ayat ini adalah kaidah dalam perasaan orang-orang yang yakin bahwa mereka pasti akan berjumpa dengan Alloh, kaidah ini menyatakan bahwa kelompok orang-orang beriman itu sedikit, sebab kelompok inilah yang bisa menapaki tangga ujian yang berat hingga puncaknya, sehingga mereka mencapai predikat sebagai pasukan pilihan. Meski sedikit, tapi merekalah yang menang, sebab mereka memiliki kontak dengan sumber segala kekuatan, dan mewakili kekuatan yang pasti menang; yaitu kekuatan Alloh yang pasti memenangkan urusan-Nya, Dzat Yang Maha pemaksa di atas hamba-hamba-Nya, yang menghancurkan orang-orang bengsis, menghinakan orang-orang dzolim, dan menundukkan orang-orang yang sombong.”
Jadi, sedikit sekali orang yang benar-benar berjihad (maknanya disini berperang, buka I’dad lalu selesai). Mujahid yang melakukan irhab, ightiyal dan berperang itu sedikit sekali.  Namun meski sedikit Allah berkenan menolong mereka atas musuh-musuh mereka, …… maka yakin lalu bersabarlah!!!


03. Meninggalkan jihad (amaliyat & perang)
      dapat menghilangkan status mukmin


Dalam riwayat Imam Bukhory sebagaimana riwayat yang lain, di sebutkan (dalam menafsirkan ayat 249 Surat Al-Baqarah) …
وَلمَ يُجَاوَزُ مَعَه إِلاّّّ مُؤْمِن
“Dan tidaklah melewati (sungai) itu bersama (Thalut), kecuali (statusnya) sebagai mukmin,” (Riwayat Bukhary, Bab Al-Maghozy, 7/290. lihat Tafsir Baghowy, 1/302. Maktabah Syamilah, dan beberapa riwayat lain yang shahih).  

Disini jelas sekali para mujahidin yang telah bertekad berjihad di jalan Allah bersama pemimpin mereka yaitu Thalut, namun kemudian terlena, lupa dan tenggelam dengan ujian (kenikmatan) sungai.  Maka Rasulullah menghukumi mereka sebagai orang yang bukan mukmin.  Perhatikanlah hal ini wahai saudaraku!! …..saya sudah sampaikan!!! 

Tidak ada musibah bagi mujahid yang lebih besar melebihi hilangnya status mukmin dalam dirinya, ini hal yang sangat serius, bukan hal remeh temeh.  Ingatlah wahai saudaraku, hal ini berkaitan dengan ketaatan pada syariat Allah, bahwa Allah mewajibkan kaum mukminin berjihad di jalan-Nya.  Baik ringan atau berat, baik kaya maupun miskin, baik sibuk ataupun lapang, lebih-lebih  pada saat jihad menjadi fardhu ain bagi setiap mukmin.

Bahkan Allah Ta’ala akan memasukkan orang-orang yang enggan berhijrah dan berjihad ke dalam neraka jahannam. Lahaula wala quwwata ilabillah!!!
Mereka memilih hidup yang tenang, hidup mewah dan dan segala kesenangan dunia. Mereka tidak peduli dan tidak mau menyambut seruan hijrah dan jihad setelah iman, maka tidaklah bermanfaat iman mereka.  Bahkan Allah akan memasukkan mereka ke dalam neraka jahannam dan tidak bermanfaat (hilang) iman mereka yang selama ini mereka bangun. Allahu akbar !!! Tidak ada musibah yang lebih besar melebihi hilangnya status iman seseorang, status mukmin seseorang.

إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ قَالُوا فِيمَ كُنْتُمْ قَالُوا كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الْأَرْضِ قَالُوا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا فَأُولَئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya : "Dalam keadaan bagaimana kamu ini?." Mereka menjawab: "Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)." Para malaikat berkata: "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?." Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. An-Nisa’ 97)

Apakah kita termasuk orang yang meninggalkan hijrah dan jihad ….!???, kemudian kita selalu mengutamakan “kebijakan jama’ah”, “Qaul Qiyadah”, “manhaj jama’ah”, “belum ada instruksi”, “belum ada perintah” dan lain sebagainya diatas perintah syar’iy??? Di atas dalil yang qoth’i??? diatas jihad yang hukumya fardhu ain??? Berhati-hatilah wahai saudaraku, iman kita, status mukminnya kita, maqom kita tergadai dengan hijrah dan jihad, Wallahu alam bi showab. 

04. Meski Sedikit, dijamin Allah Ta’ala.

Syaratnya adalah yakin … yakin dengan faridhoh jihad, yakin dengan apa yang di janjikan Allah, yakin dengan kemenangan setelah beratnya ujian, pengorbanan maksimal baik jiwa maupun harta, yakin dengan pertolongan dan karomah Allah ta’ala. Dan yakin bahwa Allah akan menolong mujahid yang benar-benar berjihad di jalan-Nya, yaitu mereka yang senantiasa melakukan irhab, ightiyalat dan berperang melawan orang-orang murtad dan kafir (Yahudi dan Nasrani). 

Sebagaimana diterangkan oleh imam Baghowy dalam tafsirnya, bahwa Allah ta’ala berfirman :

"قَالَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو اللَّهِ كَمْ مِنْ فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ "

Artinya : “Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata: "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah.” (QS. Al-baqarah 249)

Beliau berkata bahwa “Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah” adalah orang-orang yang berilmu, dan meyakini bahwa mereka akan benar-benar bertemu Allah.

Masih paparan imam Baghowy bahwa “kam min fiatin” disini maknanya adalah banyak, --sering kali & acapkali--, (lihat tafsir Imam Baghowy).   Jumlah yang sedikit mengalahkan jumlah yang banyak menjadi sebuah kepastian dengan qodho dan izin Allah ta’ala.

Jadi ikhwan sekalian ……!!! Antum yang jumlahnya sedikit …!! Antum yang sedikit dan senantiasa melakukan irhab, ightiyalat dan berperang !!
Yakinlah dan gigehlah …!! Antum akan menang melawan musuh-musuh Allah dan musuh orang-oran mukmin. Meski antum sedikit, meski antum tujuh orang, lima orang, tiga orang atau bahkan bersendirian!!  Bahkan hendaknya setiap mukmin berjihad memerangi musuh-musuh Allah sekalipun yang tersisa hanyalah dia sendiri.

Ingatkah kalian dengan beberapa amaliyat irhabiyyah berikut yang menakutkan musuh-musuh Allah dan musuh kaum mukminin. Yang insyaallah sebagian irhab ini menghentikan kecongkakan, penindasan dan penjajahan atas negeri-negeri muslim.

Hancurnya Kedutaan besar Amerika di Nairoby, dengan korban yang banyak …
Lumpuhnya dan hancurnya Kapal Perang USS Cole di teluk Aden …
Meledak dan Terbakarnya Super Verry 14, berpenumpang 900 orang di Philipina, yang menewaskan ratusan orang kafir…
Robohnya gedung kembar WTC yang menelan korban ribuan orang kafir …
Robeknya pusat kendali pertahanan USA, Pentagon …
Tragedi Mumbay, india yang membunuh 200 orang kafir…
Dan masih banyak lagi yang lainnya …

Saksikanlah!!, saklsikanlah!!, wahai ikhwan!!  sesungguhnya pelakunya dari kalangan mujahidin muda yang gagah berani yang jumlahnya sangat sedikit, satu orang hingga belasan orang.

Kenapa Allah berkenan, meridhoi irhab mereka!!! Kenapa Allah menolong dan memberi karomah-karomah kepada mereka?? Kuncinya hanya satu mereka yakin dengan janji Allah ta’ala.  Meski mereka miskin, meski mereka (dianggap) bodoh, meski mereka dianggap tidak memiliki apa-apa. Meski mereka para pemuda yang dianggap belum mumpuni ilmunya. Tetapi karena mereka yakin dengan dien mereka, dengan jihad mereka, Allah menolong mereka dengan sempurna. 

Jadi jangan (selalu) berangan-angan, “kita akan berjihad jika jumlah kita banyak!!!”, jika kita sudah memiliki mahjar!!!, jika kita sudah memiliki uang yang banyak!!!, jika kita sudah memiliki dai yang banyak!! Jika kita telah memiliki qiyadah yang solid!!! dll. Jangan bermimpi ikhwan !! ….kalau pada akhirnya mereka melakukan ta’thilul jihad (hakekatnya meniadakan jihad –meski tidak sadar--), kita berlindung kepada Allah dari keburukan amal-amal kita dalam perjalanan jihad ini.

05. Keluar dari keterpasungan

أبشركم بفضل الله أن الأمة اليوم عندها من الطاقات الهائلة ما يكفي لإنقاذ فلسطين، وإنقاذ باقي بلاد المسلمين، ولكن هذه الطاقات مقيدة فيجب العمل على إطلاقها
Saya sampaikan kabar gembira kepada kalian. Atas karunia Allah umat Islam hari ini memiliki kekuatan sangat besar yang cukup untuk menyelamatkan Palestina dan menyelamatkan Negara-negara kaum muslimin lainnya. Akan tetapi kekuatan ini terpasung sehingga kita wajib berusaha membuka keterpasungan tersebut.
(Syaikh Usamah bin Ladin, 16 februari 2003)

Lalu bagaimana dengan kita, apakah kita termasuk orang yang seperti pasukan thalut atau seperti pasukan yang tertinggal dengan kekenyangn air –baca kekenyangan bondo, jw.--, hingga tak kuasa berjalan lebih-lebih melawan pasukan Jalut masa kini –murtadin di dekat kita, Amerika dan kroninya--?

Wahai jiwa yang lemah, rapuh, cinta dunia dan takut mati!! Dimanakah posisi kita gerangan? Dimanakan antara ilmu dan amal itu bertemu? Dimanakah jiwa-jiwa perwira itu gerangan bercokol?

Jangan karena alasan iqomatuddin kalian tertinggal dari pasukan “Thalut” … jangan karena taat membabibuta kepada jabatan struktural jama’ah kalian tertinggal melakukan irhab …
jangan karena kalian terbius dengan teori-teori lokal kalian tertinggal sunnah ightiyalat …
jangan karena virus-virus viguritas kalian tertinggal gerbong-gerbong peperangan … 
Jangan karena tarbiyah dan dakwah kalian mencari-cari udzur diri dan lari dari medan-medan jihad … 
Jangan kalian terpasung dengan seribu mimpi dan teori …
Jangan kalian lapuk dengan sekat-sekat yang diciptakan tanpa dalil …
Jangan kalian meminum air jihad, kecuali dari sumber-sumber yang murni …
Jangan ya akhy!! ……..

Jangan sampai kita terpedaya …
jadilah kalian pasukan thalut yang gagah berani …
meninggalkan kemewahan, kesenangan, permata dunia dan pernak-perniknya, kemudian berangkat menyerang pasukan jalut dan keturunannya di manapun ada kesempatan dan biaya.  Hingga Allah memenangkan kalian atau memberi rizki syuhada kepada kalian.  Itu lebih utama bagi kalian, insya Allah!!!!

06. Sejatinya, sedikit sekali yang mau berperang (berjihad)

وقسم بدا له أنه لن يستطيع أن يستمر في الدعوة والتدريس ويؤمن معهده أو جمعيته أو جماعته، ويؤمن نفسه وجاهه وماله إن لم يمدح الطاغوت ويداهنه، فتأوَّل تأؤُّلاً فاسداً فضلَّ ضلالاً مبيناً وأضل خلقاً كثيراً.
Sebagian orang berpandangan bahwa ia tak mungkin lagi dapat melanjutkan dakwah dan mengajar, mengamankan pondoknya atau yayasannya atau jamaahnya, juga mengamankan dirinya, kedudukannya dan hartanya, jika ia tidak mau memuji atau berkompromi dengan thaghut. Maka iapun membuat takwilan-takwilan sesat sehingga ia menjadi sesat dengan kesesatan yang nyata dan menyesatkan banyak orang.
(Syaikh Usamah bin Ladin, 17 februari 2003)


Bagi sesiapa yang condong kepada kedudukan (struktural --jama’ah--, atau jabatan dunia), yang rakus terhadap harta benda, yang tamak terhadap kemashuran, berbangga dengan banyaknya istri dan anak,  yang suka dengan kedamaian dan ketentraman, yang suka terhadap segala perhiasan yang fana.  Maka ingat!!! Orang tersebut akan sangat sulit melepaskan diri dari keterikatan dengan itu semua, yang ujungnya engan –menolak-- berperang bahkan takut berperang karena takut mati!!! Takut melepas segala kesenangan yang sangat fana dan hina. Cenderung mempertahankan status quo, meski harus menggadaikan dien dan jihadnya.

Allah ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انْفِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الْأَرْضِ أَرَضِيتُمْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الْآَخِرَةِ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الْآَخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: "Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah" kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit.”(QS. At-Taubah 38)

Sayyid Qutb menjelaskan dalam Fi Dzilail Qur’an, bahwa ayat ini turun setelah Rasulullah memobilisasi umum para sahabat untuk ikut perang tabuk. …. Dan beliau menjelaskan bahwa merasa berat disini maknanya adalah berat karena condong kepada dunia, berat karena rakus terhadapnya, orientasinya melulu dunia, berat karena takut terhadap (beban) hidup, berat karena harta, berat karena khawatir (hilangnya) kelezatan dunia dan menikmatinya, berat karena (terbiasa) istirahat & santai, … (Fi dzilali Qur’an, Syyid Qutb. 4/30). 

Dunia dan pernak-perniknya, kami ibaratkan upas ulo (jw.), dimana yang cenderung dan tamak mengambilnya maka ia akan tersengat racun bisa yang sangat berbahaya dan mematikan –mati sama sekali semangatnya untuk jihad--.  Pada akhirnya ia meninggalkan jihad, ia takut perang sama sekali. Jadilah ia hubuddunya dan takut mati, sebagaimana Sabda Rasulullah ; “Hubbud dunya wa karohiyatul maut”.

Dalam Surat Al-Baqarah ayat ke 246, Allah Berfirman :

أَلَمْ تَرَ إِلَى الْمَلَإِ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ مِنْ بَعْدِ مُوسَى إِذْ قَالُوا لِنَبِيٍّ لَهُمُ ابْعَثْ لَنَا مَلِكًا نُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ هَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ أَلَّا تُقَاتِلُوا قَالُوا وَمَا لَنَا أَلَّا نُقَاتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَقَدْ أُخْرِجْنَا مِنْ دِيَارِنَا وَأَبْنَائِنَا فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ تَوَلَّوْا إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَ

Artinya : “Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israil sesudah Nabi Musa, yaitu ketika mereka berkata kepada seorang Nabi mereka: "Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di jalan Allah." Nabi mereka menjawab: "Mungkin sekali jika kamu nanti diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang." Mereka menjawab: "Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal sesungguhnya kami telah diusir dari anak-anak kami?". Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, merekapun berpaling, kecuali beberapa saja di antara mereka. Dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang zalim.”

07. Berangkatlah ikhwan, … tidak ada keringanan bagi antum.

Alloh ta’ala berfirman :

انْفِرُوا خِفَافاً وَثِقَالاً وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
Artinya : “Berangkatlah kamu baik dalam keadaan ringan ataupun merasa berat, dan dan berjihadlah dengan harta dan jiwa pada jalan Alloh. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”                     (QS. At-Taubah [9] :41)

Inilah panggilan Rabb semesta alam, kepada siapakah ayat ini ditujukan? Tentunya kepada manusia yang beriman kepada Nya.

Al-Qurtuby Rahimahullah mengutip sepuluh pendapat yang berbeda tentang penafsiran kata ”Berat” dan “Ringan”.
1.       Menurut Ibnu Abbas Radiyallahu anhu; “Berat” adalah muda dan “Ringan” adalah tua.
2.       Menurut Ibnu Abbas dan Qotadah Radiyallahu anhuma : “Ringan” memiliki hasrat serta keinginan yang kuat serta Berat” adalah malas dan enggan.
3.       Menurut Mujahid Radiyallahu anhu; “Berat” adalah miskin dan “Ringan” adalah kaya.
4.       Menurut Hasan al Bashri; “Berat” adalah tua dan “Ringan” adalah muda.
5.       Menurut Zaid bin Ali dan Al Hakan bin Utaibah; “Berat” adalah sibuk dan “Ringan” adalah santai.
6.       Menurut Zaid bin Aslam ; “Berat” adalah yang sudah berkeluarga dan “Ringan”  adalah bagi  yang masih bujang.
7.       Menurut Ibnu Zaid : “Berat” adalah orang yang sudah bekerja dan “Ringan” adalah orang yang menganggur.
8.       Menurut al Auza’i ; “Berat”  adalah berkendaraan dan “Ringan” adalah dengan berjalan kaki.
9.       Ringan” adalah mereka yang bersegera menuju medan perang dan berada di barisan depan.
10.  Menurut An-Naqqosh ; “Berat” bagi penakut dan “Ringan” bagi pemberani.

Penafsiran yang tepat, Wallohu ‘alam adalah bahwa manusia diperintah maju untuk berperang secara keseluruhan yaitu “majulah, apakah aktifitas itu ringan dan mudah bagimu atau berat dan sukar”.

Sebagaimana telah kita ketahui bahwa hukum jihad saat ini adalah fardhu ‘ain, sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah : “Jika musuh merampas tanah kaum muslimin dan merusak din serta dunia, maka kewajiban pertama sesudah beriman adalah memerangi dan mengusir mereka.” (lihat Fatawa al-Kubra 4/520).

Salah seorang sahabat Rasulullah –Shallallahu alaihi wa sallam- Abu Tolhah Radiyallahu anhu ketika itu beliau sudah berumur 80 tahun, ketika menanggapi ayat tersebut  beliau mengatakan: “Tua atau muda, sungguh Alloh ta’ala tidak memberikan keringanan bagi siapapun, wahai anakku persiapkan bekal untukku karena aku akan maju berperang,” maka anaknya berkata: “Semoga Alloh ta’ala memaafkan engkau wahai ayah, engkau telah berperang bersama Rasulullah –Shallallahu alaihi wa sallam-  sampai beliau wafat, engkau telah berperang bersama Abu Bakar Radiyallahu anhu sampai ia wafat, demikian pula engkau telah berperang bersama Umar Radiyallahu anhu  hingga iapun wafat, maka biarlah kami sekarang yang akan menggantikan (mewakili) engkau berperang”. Namun Abu Tolhah Radiyallahu anhu berkata; “Sungguh sekali-kali tidak”.  Maka berangkatlah beliau maju ke medan laga dan menemui kesyahidan di laut. Kaum muslimin tidak menemukan pulau untuk menguburkan jasad beliau kecuali setelah lewat tujuh hari dan Alloh ta’ala pun menjaga jasad beliau dari kerusakan (jasadnya utuh, tidak membusuk). (lihat Tafsir Ibnu Katsir 4/97. Al Ishobah Ibnu Hajar, 1/567)

Demikianlah wahai saudaraku, seorang sahabat yang sebetulnya sudah mendapat udzur untuk tidak berjihad, namun ia tetap melaksanakan perintah jihad ini walaupun beliau sudah tua, lalu bagaimanakah kita sekarang? … bagaimana dengan kita yang kenyataanya duduk-duduk sekian lama, … bahkan bertahun-tahun???  Usia kita belumlah setua beliau, badan kita segar bugar, kitapun mampu menjalankan perintah ini jika kita mau, namun kita selalu mencari alasan untuk menghindar dari kewajiban jihad ini. Apakah kita tidak membaca firman Alloh ta’ala :

فَرِحَ الْمُخَلَّفُونَ بِمَقْعَدِهِمْ خِلَافَ رَسُولِ اللَّهِ وَكَرِهُوا أَنْ يُجَاهِدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَقَالُوا لَا تَنْفِرُوا فِي الْحَرِّ قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرًّا لَوْ كَانُوا يَفْقَهُونَ
Artinya : “Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang) itu, merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah –Shallallahu alaihi wa sallam-, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Alloh dan mereka berkata : “Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini”. Katakanlah: “Api naar Jahannam itu lebih sangat panas(nya)”, jikalau mereka mengetahui. (QS. At-Taubah 81)

Dan Alloh ta’ala juga berfirman:

وَإِذَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ أَنْ آَمِنُوا بِاللَّهِ وَجَاهِدُوا مَعَ رَسُولِهِ اسْتَأْذَنَكَ أُولُو الطَّوْلِ مِنْهُمْ وَقَالُوا ذَرْنَا نَكُنْ مَعَ الْقَاعِدِينَ
Artinya : “Dan apabila diturunkan suatu surat (yang memerintahkan kepada orang-orang munafik itu): "Berimanlah kamu kepada Alloh dan berjihadlah beserta Rasul-Nya", niscaya orang-orang yang sanggup di antara mereka meminta ijin kepadamu (untuk tidak berjihad) dan mereka berkata: "Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk". (QS. At-taubah 86)

Wahai saudaraku, … semoga Alloh ta’ala tidak memasukkan kita dalam golo-ngan orang-orang yang munafik. Yang enggan berjihad, … enggan susah, … enggan meninggalkan kesenangan rumah dan anak istri, … enggan meninggalkan kemas’ulan yang memasung diri, … enggan menempun jalan-jalan yang menyampaikan kita pada makom mujahidin sejati.

08. Bala’, Sebuah keharusan!!!

Allah ta’ala berfirman :

لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا أَذًى كَثِيرًا وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

Artinya : “Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.”(QS. Ali-‘Imron 186).
Ayat ini menunjukkan bahwa bala’ apapun bentuknya merupakan kepastian bagi sesiapa yang berjuang di jalan Allah, …jadi bala’ mesti akan mendatangi kita dan akrab dengan kehidupan para mujahidin, … harus ada --secara sunatullah-- bala’ yang menimpa harta dan jiwa kita, … karena itu harus ada keteguhan hati, kesabaran tinggi dan azam yang kuat menghadapi berbagai bala’, … inilah jalan kita,…  jalan para mujahidin yang imanya benar dan jujur dengan kitabullah dan sunah Rasul-Nya.

Jadi bagaimana mungkin sang calon mujahid ingin hidup nyaman, tenang, tentram, beranak-pinak tanpa beban, jauh dari marabahaya dalam kehidupan dan jihadnya, ……….ganjil, aneh bin ajaib kalau ada calon mujahid ingin hidup seperti itu. 

Jadi, aneh sekali jika bala’ datang berupa ancaman musuh, dikejar, ditangkap, dipenjara dan dibunuh, …dikatakan sebagai akibat dari kesalahan orang-orang yang salah dalam jihadnya, …. Hasil dari perbuatan mujahid yang isti’jal, … akibat mujahid yang salah langkah, … hasil ijtihad yang sembrono, … ingat!! Ingat !! wahai sekalian ikhwan! Bala’ berupa apapun yang di alami mujahid adalah keniscayaan, keharusan, kepastian, …. Karena Allah ta’ala dalam ayat tersebut telah menetapkan berbagai bala’ menimpa para mujahidin dan keluarganya.  Jadi jangan diingkari, dikeluhkan, menyalahkan kanan-kiri, menunjuk ‘hidung’ fulan bin fulan trouble maker-nya, … ini karena tidak taat, ini karena kecerobohan fulan dalam jihad, ….

Ingatlah firman Allah ta’ala :

وَكَأَيِّنْ مِنْ نَبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ

Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (QS. Ali-Imron 146)
Sungguh!!!Inilah  jalan kita, jalan/tariqoh para mujahidin,… jalan ini dipenuhi sesutau yang tidak sedap, tidak enak, susah, penat, sulit, menggetarkan hati, menyesakkan dada, hampir-hampir hilang keimanan para mujahidin rasanya karena dahsyatnya penyiksaan di penjara-penjara thogut…. Ya memang demikian, Janahnya Allah memang di kelilingi sesuatu yang tidak disukai jiwa manusia.  Sementara nerakanya Allah dikelilingi sesuatu yang menyenangkan syahwat manusia, sesuatu yang disukai para munafiqin, murtadin, dan kafirin dari kalangan yahudi dan nasrani.  

Bala’ ini merupakan tarbiyah yang mesti dijalani para mujahidin, sebelum Allah memberikan kemenangan, sebelum Allah memberikan kemuliaan, yang tidak diberikan kecuali kepada orang-orang mulia yang Allah pilih, karena telah teruji, dan jujur dalam jihadnya.

Syaikh al-mujahid abu Musa Az-Zarqowy berkata tentang keniscayaanya ibtila’ dalam jihad fi sabilillah :
… Kepada semua umat Islam, sadarilah … bala ujian adalah sejarah dan kisah panjang yang terus terjadi sejak diturunkannya kalimat La ilaha illalloh ke muka bumi.  Para nabi dan orang-orang yang jujur imannya silih berganti menerima bala ujian. Demikian juga dengan para pemimpin yang memegang  panji-panji tauhid.
Oleh karena itu, siapa saja yang mengkonsentrasikan dirinya secara tulus untuk memikul kalimat Lâ ilâha illa `l-lôh dan membela serta ingin menegakkannya di muka bumi, ia harus mau menebus status mulia ini dengan menanggung beban-beban berat, yaitu kesusah-payahan, keletihan, dan bala’.
Lihat, di manakah posisi Anda pada jalan ini? Jalan ini adalah jalan yang Nabi Adam alahissalam harus menanggung kelelahan dalam menempuhnya.  Karena jalan ini pula, Nabi Nuh alahissalam mengisi hidupnya penuh derai air mata. Disebabkan jalan ini, Al-Kholîl (sang kekasih Alloh), Ibrohim alahissalam dilempar ke dalam api.  Nabi Ismail alahissalam harus rela diterlentangkan untuk disembelih.  Nabi Yusuf alahissalam rela dijual sebagai budak dengan harga murah, dan mendekam di penjara bertahun-tahun. Nabi Zakariya alahissalam digergaji tubuhnya.  Nabi Yahya alahissalam disembelih. Nabi Ayyub alahissalam bergelut melawan penyakit.  Nabi Dawud alahissalam menangis melebihi kebiasaan manusia biasa. Nabi Isa alahissalam dipaksa hidup dalam keterasingan.  Dan Nabi Muhammad –shallallahu alaihi wa sallam- sendiri harus hidup akrab dengan kemiskinan, penindasan dan berbagai intimidasi.  Sementara, apakah engkau akan bersenang-senang dalam kelalaian dan senda gurau!!
Sesungguhnya Alloh ta’ala menguji sebagian makhluk dengan makhluk yang lain, menguji orang beriman dengan orang kafir, sebagaimana menguji orang kafir dengan orang beriman. Ujian bala seperti ini adalah bagian yang menjadi jatah bersama bagi semua manusia.
Allah ta’ala telah berfirman :
تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
Artinya : “Maha Suci Alloh Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Mulk [67]: 1- 2)
Imam Muslim meriwayatkan dari Nabi kita –shallallahu alaihi wasallam-, dalam hadits qudsi yang beliau riwayatkan dari robbnya ‘Azza wa Jalla, Alloh berfirman: “Sesungguhnya Aku mengutusmu, wahai Muhammad, untuk menguji dirimu dan menguji manusia denganmu.”
Yang kita ketahui dari Al-Quran dan Sunnah, di antara para nabi itu ada yang dibunuh dan dicincang tubuhnya oleh musuh, seperti Nabi Yahya. Ada juga yang hampir dibunuh oleh musuhnya lalu pergi menyelamatkan diri seperti Nabi Ibrohim, beliau kemudian berhijrah ke negeri Syam. Demikian juga Nabi Isa, karena akan dibunuh maka beliau diangkat oleh Alloh ke langit.
Orang-orang beriman terdahulupun, kita saksikan ada yang disiksa dengan siksaan yang keji. Ada yang dilemparkan ke parit-parit api. Ada yang menemui kesyahidan. Ada yang hidup di bawah kesusahan, kekerasan, dan penindasan.
Jika kita hanya melihat sisi ini saja, seolah-olah di manakah janji Alloh bahwa Dia akan memenangkan mereka di dunia, padahal mereka ada yang diusir, dibunuh, dan disiksa?!!

09. Tamak menjadi mas’ul

ولقد كان لأحد المجاهدين رأيٌ سديد جداً في هذه القيادات وكان من كبار السن والقدر وهو صاحب تجربة طويلة في الحياة مع الناس ، وكنا وقتها ننفر من شدة قوله فيهم ، وسأحاول أن أوصل بعض قوله إليكم وخلاصته : " أن هؤلاء القادة تُجار تهمهم زعامتهم , ومصالحهم الشخصية مقدمة على القضية " ،  وكنا لا نصدق كلامه فيهم مما أخَّر إدراكنا للتصور الصحيح للأشخاص والأحداث ، و لا يخفى ما يترتب على ذلك من مضار عظام ,
Dahulu ada seorang mujahid yang memiliki pendapat keras sekali terhadap para Qiyadah tersebut (Robbani, Sayyaf, Hikmatiyar dan Ahmad Syah Mas’ud). Mujahid tersebut termasuk orang tua dan terpandang. Ia memiliki pengalaman yang panjang dalam berinteraksi dengan orang. Waktu itu kami menjauhinya karena ucapannya yang sangat keras terhadap para Qiyadah tersebut. Di sini saya ingin sampaikan kepada kalian sebagian dari perkataannya, yang intinya sebagai berikut: Sesungguhnya para Qodah itu adalah bisnisman yang sangat bekepentingan dengan kedudukannya sebagai mas’ul, kepentingan pribadi mereka lebih mereka utamakan daripada urusan perjuangan. Waktu itu kami tidak mempercayai ucapannya itu, sehinngga mengakibatkan kami terlambat memahami pribadi orang dan kasus secara benar. Dan tidak samar lagi akan munculnya dampak-dampak berbahaya karenanya.
(Syaikh Usamah bin Ladin, 29 desember 2007)

Diantara yang mengelincirkan seseorang di medan dakwah dan jihad untuk ikhlas dan benar adalah keinginannya yang kuat untuk menduduki posisi-posisi tertentu dalam sebuah jama’ah atau sebuah tanzim jihad. Sebenarnya –secara manusiawi- sepintas menjadi sebuah kewajaran keinginan-keinginan tersebut, namun sebenarnya hal tersebut sebuah kesalahan yang fatal. Karena itu hendaknya setiap mukmin menyadari untuk memberikan posisi kepemimpinan atau ketokohan dalam sebuah jama’ah kepada yang benar-benar berhak. Baik kapabilitas, tajribah maupun tegarnya ia dalam berbagai medan ibtila.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوا وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.” (QS. Al-Anfaal 45).

Ayat ini konteknya dalam peperangan, namun ketika ikhwan yang sedang menghadapi penangkapan, penyiksaan, dipenjara dan diancam dibunuh termasuk juga dalam ayat ini. Perintah untuk berteguh hati atau tegar menghadapi beratnya berhadapan dengan thogut adalah kewajiban, dan ingat ini merupakan bntuk ‘seleksi alam’.  Dan hasilnyapun akan nampak, bahwa sebagian akan tegar dan sebagian akan surrender (menyerah) –qodaralahu maasaa faala--. 

Surender (menyerah) bentuknya sangat banyak, diantaranya : ketakutan membabibuta di hadapan musuh, menerima pemberian thogut dengan suka cita, tidak membenci mereka, tidak memusuhi mereka, tentram ‘disamping mereka’, selalu ingin berhubungan dengan mereka, sangat tergantung dengan mereka, mengantungkan rizki kepada mereka, melupakan dzikir dan tilawah Al-Qur’an ketika bergaul dengan mereka, melalaikan sholat karena asyik ngobrol dengan thogut, dll.

Lalu perintah kedua ketika berhadapan dengan thogut maupun musuh adalah banyak berdzikir kepada Allah. Dzikir disini banyak bentuknya, bisa tilawah Al-Qur’an & wirid harian yang bersumber dari Al-Qur’an dan sunnah. 

Al-Mujahid Ust. Fatrhurahman Al-Ghozy rahimahullah beberapa hari sebelum kesyahidannya memberikan nasehat yang berharga kepada para mujahidin.  Beliau mengatakan yang maksudnya bahwa, “jika mujahidin sedang berhadapan dengan musuh atau dalam kondisi tertawan, maka banyak berdzikirlah kepada Allah.  Karena itulah salah satu sarana untuk berteguh hati melawan keganasan & kejahatan mereka.”

Jadi orang-orang yang telah cukup “kenyang” menghadapi panasnya api ibtila’ adalah orang-orang yang lebih berhak untuk menjadi mas’ul, kepemimpinan dan ketokohan dalam jihad, meski sebagaian besar mereka tidak menginginknnya kecuali beramal, beramal, beramal dan beramal …. 

Karena itu janganlah seseorang memaksakan dirinya menjadi mas’ul, komandan atau pemimpin, jika belum pernah mengalami pahit getirnya merintis jihad dan dahsyatnya bala’ (ujian).  Tipe orang seperti ini sebenarnya tidak berhak menjadi mas’ul atau pemimpin dan komandan jihad.   Apalagi selama ini hidupnya terasa nyaman, sepi tanpa ujian apa-apa, adem-ayem tanpa beban, curigailah jangan-jangan justru banyaknya maksiat  yang telah kita lakukan. Sehingga Allah tidak mengujinya sama sekali!!! Atau malah istidroj!! Naudzubillah!!

Syaikh Abu Mus’ab Az-Zarqawy rahimahullah (Pemimpin Al-Qoidah di negeri dua aliran sungai, Iraq), berkata : “Dan barangsiapa yang tidak memiliki pengalaman dalam mengalami pahit getirnya merintis jihad  dan tertimpa bala’ dalam membela agama ini, maka ia tidak berhak menempatkan diri pada posisi-posisi kepemimpinan dan ketokohan (dalam jihad), walau sebanyak apapun ilmu yang ia miliki dan sepandai apapun ia beretorika.  Kalau ia tetap mencalonkan dirinya (menjadi pemimpin/mas’ul), berarti ia termasuk orang yang merasa besar dengan sesuatu yang tidak diberikan kepadanya, tak ubahnya ia seperti pemakai dua baju palsu,” (Li tastabiina Sabiilal Mujrimiin, Syaikh Al-Mujahid Abu Mus’ab Az-Zarqowy.)

Naudzubilahi mi sururi anfusina, wa min syayiati ’malina,…………..Subhanallah, ikhlaskanah niat-niat kami dalam I’dad dan jihad ya Rahman, …..Ya ‘Alim Ya Aziz yan Mujibu Da’waat, …….

10. Tanda, benarnya perjalanan.

وكذلك اليوم يقول المجاهدون للعلماء والدعاة الذين يحبون الحق ولا يداهنون الباطل؛ فأنتم قد رفعتم راية دين الإسلام، وتعلمون أنه دين رسول الله حقا،ً وإن حملكم له بحق يعني مفارقة حكومات العرب والعجم في الأرض كافة وقتل خياركم، وأن تعضكم السيوف، فإما أنتم تصبرون على ذلك فحافظوا على الراية وأجركم على الله، وإما أنتم تخافون من أنفسكم خيفة فذروا راية المدافعة والمقاتلة ولا تحولوا بين شباب الأمة والجهاد في سبيل الله، فهو أعذر لكم عند الله.
Pada hari ini, mujahidin mengatakan kapada para ulama’ dan da’i yang masih mencintai kebenaran dan tidak mau berkompromi dengan kebatilan; Kalian telah mengangkat bendera Islam dan kalian tahu bahwa apa yang kalian angkat itu adalah benar-benar ajaran Rosulullah. Ketahuilah sesungguhnya jika kalian mengemban ajaran itu dengan benar, artinya kalian memisahkan diri dari semua pemerintahan baik Arab maupun non Arab di seluruh muka bumi ini, orang-orang terbaik kalian akan dibunuh dan kalian akan dihimpit oleh pedang. Maka jika kalian dapat bersabar menghadapi hal itu maka jagalah panji itu niscaya Allah  akan memberikan pahala kepada kalian. Dan jika kalian takut maka biarkanlah panji perlawanan dan peperangan itu berlangsung, jangan halang-halangi pemuda Islam untuk berjihad fii sabiilillaah, hal itu lebih ringan bagi kalian di sisi Allah.
(Syaikh Usamah bin Ladin, 16 februari 2003)

Ikhwan sekalian perhatikanlah!!!, ….
Tidak keliru!! Fir’aun dan bala tentaranya memusuhi Nabi Musa, …
Tidak keliru!! Abu jahal dan Abu Lahab, memusuhi Rasulullah, …
Tidak keliru!! kafir Quraiys memusuhi para sahabat Nabi, …
Tidak keliru!! Amerika & kroninya memusuhi Syaikh Usamah bin Ladin, …
Tidak keliru!! orang kafir dari kalangan Yahudi, Nasrani, murtadin, dan munafiqin memusuhi para mujahidin diseluruh dunia, ………..

Jika para mujahidin diancam, dikejar, ditangkap, dipenjara, dibunuh, dan diusir dari negerinya, … berbahagialah, ini menujukkan benarnya perjuangan dalam menegakkan kalimat Allah di bumi, … Benarnya para mujahidin mengemban misi kenabian, untuk menghambakan setiap manusia kepada Rabb yang satu dan melenyapkan penghambaan sesama manusia. Ini menggambarkan kedekatan keadaan yang dialami mujahidin dengan keadaan para anbiya yang dimusuhi, dicaci maki, dianggap gila, diancam, dikejar-kejar, akan dibunuh, bahkan dibunuh.

Melakukan irhab, ightiyalat, terjun di kancah-kancah jihad yang karenanya menyebabkan berbagai malapetaka yang menimpa para mujahidin dan keluarganya, itu semua merupakan pahala, ajer yang sangat besar, dan merupakan pilihan yang hanya diambil oleh jiwa-jiwa yang yakin akan janji-janji Allah, yakin kemenangan akan dinampakkan, …. Hidup mulia atau mati syahid.

Jadi demikianlah tabiat jalan ini, …. Jadi pahami permasalahan ini, agar para mujahidin tidak menyalahkan makhluq Allah, tidak selalu menyalahkan syaikh fulan bin fulan yang telah diekskusi oleh tentara-tentara Fir’aun, … inilahJalanya para perwira, jalannya para kesatria, jalanya para peggenggam bara, jalanya para perindu syurga, dan jalannya para pejuang di medan laga.

Jika ada seorang ‘calon’ mujahid yang ingin berjihad namun akrab dengan kemewahan, kesenangan, larut dengan perhiasan dunia, senang dengan membangun rumah dan membeli kendaraan mewah, kemudian menjauhi kesukaran, kesulitan dalam jihad, menjauhi I’dad, irhab, amaliat dan sulitnya pergi ke medan-medan peperangan, ….dan mereka lari dari berbagai bala’ dan malapetaka dalam jihad, maka, saksikanlah sesungguhnya ia adalah pendusta, … dia berdusta jika dia mengatakan,  “saya akan berjihad!!”, “kelak saya akan pergi ke medan jihad,” “saya ini pendukung jihad” dll …..jauh panggang dari api, ….jauh panggang dari api, … Meski ia termasuk kibar jama’ah, … meski ia ust. Senior, … meski ia telah berpuluh tahun berbaiat dengan sebuah jama’ah jihad, meski ia ust. Yang bergelar Lc, MA. Atau Doktor tafsir, syariah, atau hadits.

Ingatlah!!! Wahai ikhwan, thoifah manshuroh itu tanda utamanya hanya ada dua, yaitu mereka berilmu dan mereka berjihad dengan sungguh-sungguh, untuk menegakkan kalimah Allah.

Syaikhul Islam imam Ibnu Taimiyah, beliau menyatakan kelompok yang paling berhak mendapat sebutan thaifah manshurah adalah kelompok yang berjihad. Ketika berbicara tentang umat Islam di Syam dan Mesir yang berjihad melawan tentara Tartar yang beragam Islam namun berhukum dengan hukum Ilyasiq (hukum positif rancangan Jengish Khan), beliau berkata  :

أَمَّا الطَّائِفَةُ باِلشَّامِ وَمِصْرَ وَنَحْوُهُمُا، فَهُمْ فِي هَذَا الْوَقْتِ الْمُقَاتِلُونَ عَنْ دِيْنِ اْلإِسْلاَمِ، وَهُمْ مِنْ أَحَقِّ النَّاسِ دُخُولاً فِي الطَّائِفَةِ الْمَنْصُوْرَةِ الَّتِي ذَكَرَهَا النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم بِقَوْلِهِ فِي اْلأَحَادِيْثِ الصَّحِيْحَةِ الْمُسْتَفِيْضَةِ عَنْهُ:«لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِيْنَ عَلَى اْلَحَقِّ، لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ وَلاَ مَنْ خَذَلَهُمْ، حَتَّى تَقُوْمَ السَّاعَةُ» وَفِي رِوَايَةٍ لِمُسْلِمٍ: «لاَ يَزَالُ أَهْلُ اْلَغْرِبِ»

“Adapun kelompok umat Islam di Syam, Mesir dan wilayah lain yang saat ini berperang demi membela Islam, mereka adalah manusia yang paling berhak masuk dalam golongan thaifah manshurah yang disebutkan oleh Rasulullah dalam hadits-hadits shahih yang sangat terkenal…” (Majmu’ Fatawa 28/531).

Maka tak diragukan lagi, para ulama yang berjihad adalah kelompok muslim yang paling berhak disebut sebagai thaifah manshurah. Bahkan syaikhul Islam imam Ibnu Taimiyah menyatakan, kelompok umat Islam ---sekalipun mereka adalah para ulama besar--- yang tidak berjihad ketika jihad telah menjadi fardhu ‘ain adalah kelompok penggembos (thaifah mukhadzilah), bukan thaifah manshurah. Pada tahun 699 H tentara Tartar yang beragama Islam namun berhukum dengan hukum Ilyasiq, bergerak akan menyerang kota Halb (Syiria), pasukan Islam dari Mesir mundur sehingga hanya tersisa pasukan Islam Syam yang akan berjihad melawan Tartar.     

Saat itu beliau (imam Ibnu Taimiyah) menulis surat kepada kaum muslimin dan menyatakan bahwa umat Islam terpecah menjadi tiga kelompok ;

فَهِذِهِ الْفِتْنَةُ قَدْ تَفَرَّقَ النَّاسُ فِيْهَا ثَلاَثَ فِرَقٍ :
اَلطَّائِفَةُ الْمَنْصُوْرَةُ وَهُمُ الْمُجَاهِدُوْنَ لِهَؤُلاَءِ اْلقَوْمِ الْمُفْسِدِيْنَ.
وَ الطَّائِفَةُ الْمُخَالِفَةُ وَهُمْ هَؤُلاَءِ الْقَوْمُ وَمَنْ تَحَيَّزَ إِلَيْهِمْ مِنْ خَبَالَةِ الْمُنْتَسِبِيْنَ إِلَى اْلإِسْلاَمِ
وَ الطَّائِفَةُ الْمُخَذِّلَةُ وَهُمُ الْقَاعِدُوْنَ عَنْ جِهَادِهِمْ وَ إِنْ كَانُوا صَحِيْحِي اْلإِسْلاَمِ.
فَلْيَنْظُرِ الرَّجُلُ أَيَكُونُ مِنَ الطَّائِفَةِ الْمَنْصُورَةِ  أَمْ مِنَ الْخَاذِلَةِ أَمْ مِنَ الْمُخَالِفَةِ,
فَمَا بَقِيَ قِسْمٌ رَابِعٌ.

“Dalam menghadapi fitnah ini, manusia terpecah menjadi tiga kelompok :
1.  Thaifah Manshurah (kelompok yang selamat) ; yaitu kaum mukmin yang berjihad melawan kaum yang merusak (tartar ketika itu).
2.  Thaifah mukhalifah (kelompok yang memihak musuh) ; yaitu kaum perusak (tartar) dan “sampah-sampah” kaum muslimin yang bergabung (memihak) kepada mereka.
3.  Thaifah mukhadzilah (kelompok penggembos) : yaitu umat Islam yang tidak berjihad melawan mereka (musuh), --Tetapi ucapan-ucapanya menghalangi (melemahkan) manusia untuk berjihad memerangi musuh--.

      Maka hendaklah setiap orang melihat, termasuk kelompok manakah dirinya ; Thaifah Manshurah,  Thaifah mukhadzilah ataukah  Thaifah mukhalifah, karena tidak ada kelompok keempat !!!?” (Majmu’ Fatawa, 26/416-417).

Ya demikianlah!!!!, Thaifah manshurah adalah kelompok umat Islam yang tidak malu bila dituduh menegakkan Islam lewat jalan kekerasan senjata, dianggap terroris, fundamentalis, dan sebutan-sebutan serem lainnya, karena yang penting dinilai adalah ‘musamma-nya, bukan isim-nya’ –-jadi, jangan tertipu dengan isim--.  Karena itu Islam hanya bisa tegak dengan kokoh ketika Al-Qur’an ditopang dengan pedang, kekuatan pasukan, dan tanah-tanah yang didapat dengan tertumpah-tercecernya darah dan remuknya tulang belulang para syuhada.  Bukan dengan ongkang-ongkang, kumpul-kumpul bertahun-tahun, duduk di halaqoh-halaqoh puluhan tahun, senang tinggal di ruang-ruang AC, hidup bergelimang kemewahan, … kemudian mengharapkan daulah islam jatuh dari langit, … tinggal menikmati saja, … pemahaman dari mana ini? Pemahaman ganjil….!!! Pemahaman katak dalam tempurung, ….!!

Sebagaimana firman Allah Ta’ala [QS. Al Hadid : 25] dan sabda Rasulullah ;

عَنِ ابْنِ عُمَرَ مَرْفُوعًا ( بُعِثْتُ بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ بِالسَّيْفِ حَتَّى يُعْبَدَ اللهُ تَعَالَى وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَجُعِلَ رِزْقِي تَحْتَ ظِلِّ رُمْحِي وَجُعِلَ الذِّلُّ وَ الصَّغَارُ عَلَى مَنْ خَالَفَ أَمْرِي وَمَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ).

Dari Ibnu Umar bahwasanya Rasulullah bersabda,”Aku diutus dengan pedang menjelang hari kiamat, supaya hanya Allah semata saja yang diibadahi tanpa disekutukan dengan sesuatu apapun selain-Nya, dan dijadikan rizkiku berada di bawah bayangan tombakku, dan dijadikan rendah dan hina orang yang menyelisihi urusanku. Dan barang siapa meniru-niru sebuah kaum maka ia termasuk kaum tersebut.”(HR. Ahmad dan Al-Thabrani. Dishahihkan syaikh Al-Albani dalam Shahih Jami’ Shaghir no. 2831 dan Irwaul Ghalil Takhriju Manari Sabil no. 1269).

11. Keluarganya,….!!??? Kita juga yang ngurus!!!

Subhanallah !!! banyak mujahidin yang salalu menyalahkan taqdir …., ini kok begini!!!, itu kok begitu ….!!! Ini mesti salah ….!!! Itu seharusnya tidak terjadi ….!!! Itu jangan lakukanlah ….!!!! Itu mestinya ditunda…..!! itu mestinya 5 tahun lagi …. Dan 1001 kalimat yang hakekatnya tidak ridho terhadap taqdir Allah.

Ikhwan…. Sesungguhnya tidaklah terjadi sesuatu pada diri mujahid baik secara personal maupun sebuah jama’ah kecuali dalam kendali dan hikmah Allah ta’ala. Bisa jadi ilmu dan hikmah yang kita miliki masih sangat dangkal untuk menerwang berbagai kejadian yang sangat berat di hadapan kita. Bisa jadi ilmu dan hikmah yang Allah berikan tertahan atau tertutupi dengan berbagai dosa yang kita lakukan dalam perjalanan dakwah dan jihad ini.

Cukuplah sebagai dosa jika kita :
Seorang mas’ul yang hanya pandai bicara, tetapi tidak beramal ….
Adalah seorang pemimpin jihad, tetapi Cuma duduk-duduk di office-nya saja …
Mengatakan, “wahai fulan kalau engkau tidak baiat dengan kami, maka islam anda tidak benar …..
Wahai Fulan!!! Jika kalian tidak jihad bersama kami, berati jihad anda asal-asalan …..
Jika ada orang yang menuduh saudaranya, “Jihad anda tidak jelas …..!!!”
Selalu Buruk sangka dengan saudaranya ……
Selalu menyalahkan saudara kita tanpa chek dan richek ….
Mencela berbagai amal yang dilakukan saudara kita ….
Menyalahkan amaliat, irhab, ightiyalat para mujahidin, sementara kita hanya duduk-duduk ….
Mengatakan “mereka mujahid tapi salah langkah” padahal kita duduk-duduk di ruang AC yang setiap hari hidup dengan kemewahan …
Si fulan Isti’jal …., padahal kita belum pernah menembakkan sebutir peluru pun ke hadapan musuh ….
Si fulan jihadnya menyimpang …. Padahal kita belum pernah berperang ….
Ada yang mengatakan, jangan lakukan amaliyat !!!! karena keluarganya kita juga yang ngurus ….!!!

Ikhwan kata-kata terakhir ini mana dalilnya!!! Lalu apakah yang menjamin rizki manusia adalah sebuah tanzim!!!! ……sebuah jama’ah….!! Apakah dengan larangan itu maslahat jihad tercapai!!! Apakah dengan larangan itu terbalaskan darah-darah para mujahidin  yang tertumpah!!!! ………….

Tertumpah di medan-medan jihad ….
Tertumpah di kamar-kamar penyiksaan penyidik murtadin …
Tertumpah di seambi-serambi mushola penjara Salemba ….
Tertumpah di serambi-serambi masjid Al-Aqso ….
Tertumpah ….. dan tertumpah ….. dan Apakah kita akan tetap menunggu, menunggu, dan menunggu darah-darah kaum muslimin tertumpah di serambi-serambi masjidil haram !!!! lahaula wala uwwata ilabillah!!

Ikhwan sekalian ….. ingat!!! Ingat!!! seseorang yang mengurus keluarga mujahid yang ditinggal syahid, ditinggal di penjara, atau ditinggal suaminya karena diusir musuh adalah satu maqom kemuliaan tersendiri disisin Allah, ……maqom tersendiri mengurus keluarga mujahid.  Jadi jangan kalian ungkit-ungkit, jangan ungkit-ungkit!!!! Kalau kalian ingin pahala mengurus mereka dibalasi Allah Ta’ala yang maha kaya dan maha memberi petunjuk.

Jadi kalau kalian belum ingin (karena terbelenggu thoriqoh jama’ah) untuk berperang ….., belum mau melakukan irhab …..,  belum mau melakukan ightiyalat ….., maka cukuplah maqom mengurus keluarga yang ditinggal amaliyat, irhab dan igtiyalat itu sebagai penghargaan tertinggi dari Allah ta’ala untuk kalian. Dan sekali lagi itu satu bentuk kemuliaan, jangan dihilangkan pahalanya dengan mengatakan, “ini akibat mereka (Syaikh Mujahid Ali Ghufron) isti’jal melakukan amaliat, sehingga kita yang dapat getahnya mengurus keluarganya” ……jangan katakan ini ikhwan!!!. Karena perkatan ini bisa menghapus amalan yang telah dilakukan, yaitu mengurus keluarga mujahid …. Terpaksa atau sekarela.

Ingat ikhwan!!! Sabda Rasulullah –shallallahu alaihi wa sallam-

عَنِ الْقَاسِمِ أَبِى عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِى أُمَامَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ : « مَنْ لَمْ يَغْزُ أَوْ يُجَهِّزْ غَازِيًا أَوْ يَخْلُفْ غَازِيًا فِى أَهْلِهِ بِخَيْرٍ أَصَابَهُ اللَّهُ بِقَارِعَةٍ ». قَالَ يَزِيدُ بْنُ عَبْدِ رَبِّهِ فِى حَدِيثِهِ : « قَبْلَ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ».

Dari Al-Qosim bin Abdirrohman, dari Abu Umamah, dari Nabi –shallallahu alaihi wa sallah--, beliau bersabda :“Barangsiapa yang yang tidak berperang, atau tidak mempersiapkan (perbekalan) perang, atau (tidak) mengurusi dengan baik –layak-- keluarga yang ditinggal perang (amaliyat, irhab, ightiyalat dll. Pnls).  Niscaya Allah akan timpakan bencana atau musibah, …sebelum datang hari kiamat.”

Hadits tersebut diriwayatkan oleh Abu Dawud, dalam Bab. Jihad 2/318. Riwayat Ibnu Majah, dalam Bab Jihad, 2/923. juga lihat di Masyariul Asywaq, Imam Mujahid Ibnu Nuhas Ad-Dimasqi Ad-Dimyathy, 1/43. Darun Nafais, Al-Urdun)

Imam Mujahid Ibnu Nuhas menjelaskan yang di maksud dengan “biqoriatin” disini adalah “Ad-dahiyatus-Syadiidah” maknanya bencana atau malapetaka yang dahsyat, atau musibah, atau menjadikan Allah layak menghukum mereka.” Lihat di Masyariul Asywaq, Imam Mujahid Ibnu Nuhas Ad-Dimasqi Ad-Dimyathy, 1/43. Darun Nafais, Al-Urdun).

Wallahu alam bis showab ….. bisa jadi musibah ini adalah cerai-berainya mujahidin karena ‘terbalut’ ketakutan terhadap ancaman musuh (baca den 88 dan kaki tangannya), hubbuddunya atau gandrung kepada kemewahan, takut hijrah dan berperang/berjihad, takut menyuarakan jihad, takut berinfaq fi sabilillah, perselisihan antar ikhwan yang tidak berujung pangkal, semakin jauhnya ikatan persaudaraan sesama mujahid, tidak open (peduli), hilangnya tsiqoh mutabadilllah sesama mujahid, hasad sesama mujahid, saling menjatuhkan, dan berbagai musibah lain ….. lantaran mereka tidak benar-benar berjihad (dengan meninggalkan kesempatan amaliyat), tidak mempersiapkan bekal untuk perang dan tidak mau mengurusi keluarga mujahid.

Subhanallah!!! Mengurus keluarga syuhada adalah maqom tersendiri di hadapan Allah ta’ala. Kalau belum sampai maqom berjihad (berperang), ya minimal mengurusi keluarga mujahid yang di tinggal syahid,  di penjara atau di usir musuh.

12. Duduk di halaqoh 15 tahun ,…..!!!
هل يجترئ أحدٌ منا اليوم أن يقول لأبيه أو لعمه أو لشيخه؛ "أنت رضيت بالحياة الدنيا؟! هذه فلسطين منذ ثمانين سنة ما أطلَقت فيها طلقة! ولا غّبرت قدمك يوماً من الأيام! فأنت من الذين رضوا بالحياة الدنيا!" لا أحد يستطيع ان يقول ذلك. هناك خلل عام في فهم الصحوة حول الطرق التي يحافظ بها على الدين، والآيات كما ذكرت إذا تتبعناها كثيراً.
Adakah ada hari ini yang berani mengatakan kepada bapaknya atau pamannya atau ustadznya; “Kamu ini telah senang dengan kehidupan dunia! Lihatlah, Palestina telah dijajah sejah 80 tahun yang lalu sementara engkau belum pernah menembakkan sebutir pelurupun di sana, atau satu hari saja menjadikan kamu berdebu. Maka kamu adalah termasuk orang-orang yang senang dengan kehidupan dunia!”. Tidak ada seorangpun yang berani mengatakannya. Ada kesalahan yang sudah merajalela dalam benak para aktifis mengenai metode memperjuangkan Islam. Sedangkan ayat-ayat yang seperti yang telah sampaikan tadi banyak.
(Syaikh Usamah bin Ladin)

Kepada antum para pemimpin jihad!! Kepada antum yang pegang amanah!!! berhati-hatilah kalian, sesungguhnya kalian berada di tepi jurang neraka.  Jika kalian amanah dan memenuhi tuntutan sebagai komandan jihad, maka sesungguhnya kalian adalah pemimpin yang benar, namun jika kalian melalaikan, menterlantarkan, dan menyimpangkan jihad dari tujuannnya, maka takutlah dari adzab Allah.

Dan ingatlah bagian dari menyia-nyiakan jihad adalah dengan menunda-nunda melakukan amaliyat, irhab, ightiyalat dan berbagai operasi jihad yang hari ini fardhu ain. Penundaan jihad ini menyebabkan sekian banyak maslahat jihad mejadi hilang, seperti menaikkan maknawiyat, rizki syahid, rizki ghonimah, mengembalikan tanah-tanah kaum muslimin yang di rampas kaum salibis, penegakan syariat, dll. 

Dan ingat !!! iqomatuddin itu terwujud dan ditopang dengan darah dan tulang belulang para syuhada, bukan dengan dakwah saja atau tarbiyah saja, merekrut atau tamkhis saja, I’dad dan I’dad saja. Jangan bermimpi melakukan iqomatudin tetapi enggan berkorban dan menjual diri degan murah di hadapan Allah. 

Janganlah kalian menyia-nyiakan potensi para mujahidin untuk menunggu, menunggu, dan menunggu…. Duduk di halaqoh 3 tahun ….., 5 tahun ….., 7 tahun ….., 9 tahun …..,  bahkan 15 tahun …...  Atau mereka kalian perintah untuk bersabar, sabar dan sabar!!!! sampai rambut mereka beruban, sampai tua renta dan jasadnya di makan usia. Sampai mereka mengalami stroke …, kemudian kalian tinggalkan karena ‘tidak bermanfaat’ bagi kalian. Maka renungkanlah wahai para pemimpin jihad yang berakal!!

Saksikanlah!!! ….. kenapa hal ini kami sampaikan?? Karena hal itu benar-benar terjadi dan nyata di hadapan kita.  Terang, seterang matahari di siang bolong, tidak ada awan yang menghalangi.  Jelas, kenyataanya banyak sekali para mujahidin yang keropos dimakan halaqoh, potensinya banyak tetapi menguap, menguap!!! Dan akhirnya hilang tak berbekas !!!! ditelan dunia dan perhiasannya, ditelah hawa nafsu dan kejahatannya, ditelah rutinitas yang membelenggu dan mematikan potensi, ditelan kejahatan dan ketamakan menjadi mas’ul, di telan subhat jihad dan talbisul iblis yang berlapis-lapis.

Ingatlah pesan Abu Abdillah sang mujahid Syaikh Usamah bin ladin hafdzahullah yang telah beramal (karena banyak yang mengaku mujahid tetapi lebih suka duduk-duduk, lebih suka memerintah dan melarang di ‘ofice-nya’, dan ada mujahid yang cuma pengakuan.), beliau berkata, “…solusinya adalah mengangkat pimpinan (qiyadah) yang kuat dan dapat dipercaya yang menegakkan Al-Qur’an diantara kita dan benar-benar mengangkat bendera jihad.” ---benar-benar melakukan amaliayat & Irhab---

Lihatlah Ashabu Tholut dengan 300-an pasukan yang benar jihadnya, sukses melawan pasukan Jalut. Lihatlah Ashabu Badr, jumlahnya 300-an mujahid dengan cemerlang, menang melawan 1000-an kafir Quraiys. Tengoklah Syaikh Abu Mus’ab Al-Zarqowi dengan 17 mujahid saja merintis jihad di Iraq, dan Allah berkenan menghadiahi mereka Daulah Islam Iraq. Tengoklah berapa puluh pasukan thaliban, dengan gagah berani, merintis daulah Islam Afghanistan. Dan tengoklah Sheikh Abdurrazaq Janjalani dengan kurang dari 10 orang mujahid cukup untuk merintis Abu Sayyaf Group (ASG) yang sangat disegani di Asia Tenggara, dan kini jumlah mereka tidak kurang dari 300-an mujahid.

Mereka tidak banyak!!!! Mereka tidak harus kaya-kaya!!! Mereka tidak harus Ustadz-ustadz!!! Mereka bukan lulusan Lc, MA, Dr, atau Professor!!! Mereka tidak harus lulus Cadet (akademi militer) semua!!! Mereka tidak harus lulus I’dad ini dan itu!!! Tetapi mereka terdiri dari para pemuda yang jujur!!! Para pemuda yang tidak banyak bicara!!! Para pemuda yang peduli (open, jw.) terhadap kehinaan yang menimpa umatnya!!! Para pemuda yang belum banyak berilmu, tetapi berani & yakin dengan kebenaran kemudian melakukan amal.  Hingga Allah memenangkan mereka. … Beramal sedikit mendapatkan banyak!!

Ingatlah sabda Rasulullah :

رَجُلٌ مُقَنَّعٌ بِالْحَدِيدِ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أُقَاتِلُ أَوْ أُسْلِمُ؟ قَالَ:  « أَسْلِمْ ثُمَّ قَاتِلْ » ، فَأَسْلَمَ، ثُمَّ قَاتَلَ، فَقُتِلَ، فَقَالَ  - صلى الله عليه وسلم - :  « عَمِلَ قَلِيلا، وَأُجِرَ كَثِيرًا »

“Seorang laki-laki yang membawa besi (pedang) dipundaknya berkata, “Ya Rasulullah, Apakah aku berperang atau masuk Islam (dulu),” Bersabda Rasulullah, “Masuk Islam kemudian berperang.”  Kemudian laki-laki itu masuk Islam, kemudian berperang, kemudian terbunuh (syahid).  Maka Rasulullah bersabda (mengomentari laki-laki itu), “(Laki-laki ini) beramal sedikit, mendapat pahala banyak.” (Diriwayatkan oleh Bukhary dan Muslim dari Jabir bin Abdullah, lihat Syarah Ibnu Bathol, 9/29).

Hadits inilah yang diamalkan oleh banyak mujahid di berbagai belahan bumi, mereka sedikit jumlahnya, mereka bukah sebuah jama’ah –min ba’dil muslimin—yang besar,  mereka sedikit ilmu, anggotanya kebanyakan orang-orang kampung biasa, tidak banyak memiliki harta, tidak ada yang bergelar Lc, MA atau Professor, tetapi mereka yakin dengan perintah jihad …. Mereka yakin dengan pertolongan Allah … ,mereka mukmin yang amal-amal mereka lebih menonjol dari pada teori-teori… Allah menjadikan mereka icon jihad, irhabiyun, pejuang sejati, mujahid sejati, kesatria pilih tanding, ….

Keberanian mereka –wallau alam- menyamai para sahabat dan para tabi’in…. betapa tidak, mereka sangat-sangat pemberani ….mereka menjual diri di hadapan Allah dengan murah untuk mendapatkan laba yang sangat mahal, yaitu Jannah-Nya.  

Jadi, wahai para pemimpin jihad!! Wahai para amir jama’ah jihad!! Wahai para komandan jihad!! Wahai pemimpin tanzim ini dan itu !!!……… Jangan menunggu besarnya pasukan, jangan kalian menunggu anggota kalian berjumlah 12.000 orang, baru kalian akan melakukan amaliyat, ightiyalat dan berperang.  Jangan menunggu daerah mahjar, kalian akan memulai perang.  Karena sesungguhnya daerah mahjar di dapat dengan darah dan tulang belulang.  Bukan dengan loby-loby, bukan dengan segepok tanda tangan, bukan  dengan merger-nya jama’ah-jama’ah dawiyyah, bukan dengan sekadar menengadahkan tangan,….. jangan salah dan jangan pernah berfikir, tidak ada mahjar semodel itu, …. jauh panggang dari api. Karena itu kerjakan apa yang kita mampu sekarang!!

Ingat wahai para pemimpin jihad!!! Allah telah berfirman :

قَالَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو اللَّهِ كَمْ مِنْ فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ

Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata: "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar."(QS. Al-Baqarah 249)

Asy-Syaikh Abu Abdillah berkata, “Dan umat ini juga dijanjikan kemenangan atas orang-orang Yahudi, sebagaimana sabda Rosululloh shollallohu ‘alai wa
sallam:"Hari kiamat tidak akan terjadi sehingga kaum muslimin memerangi orang-orang yahudi, lalu kaum musliminpun membunuh mereka, sampai-sampai ada seorang yahudi yang bersembunyi dibalik batu dan pohon, lalu batu atau pohon itu berkata: 'wahai orang Islam, wahai hamba Alloh ini orang yahudi dibelakangku, kemarilah bunuhlah dia!. Kecuali pohon ghorqod, sesungguhnya ghorqod itu pohon orang-orang yahudi." (HR. Muslim)

Maka di dalam hadits ini juga terdapat peringatan bahwasanya pertarungan yang menentukan dengan musuh itu, terjadi dengan cara pembunuhan dan peperangan, bukan dengan cara membuang-buang kekuatan umat selama PULUHAN TAHUN,…….

Ikhwan, … rohimani, wa rhimakumullah!!!! …. Apakah kalian merasa tidak tersia-sia selama puluhan tahun menjadi “karyawan” !! …. tidakkah kalian merasa bosan???? Apalagi rambut-rambut kalian sudah mulai memutih & beruban!!! … tenaga mulai berkurang dan otot-otot mulai kendur lemah tak bisa mengangkat beban. …Namun kenyataannya kalian tetap diorder menunggu, menunggu, dan menunggu, tentu oleh direktur & staff perusahaan!!…. Kalian dijanjikan berbagai hal yang masih berupa dhon!!! Dan persangkaan yang belum teruji!!!??? …. Nanti kalau kita sudah berjumlah 12.000. karyawan!!, maka perusahaan bisa go public memenangkan persaingan … berfikirlah ikhwan!!!! Merenunglah!!! Siapa yang  “salah langkah sebenarnya????”

13. Masih punya malukah kita????, ……

Malu sekali diri ini rasanya …..!!!
…..kemana muka ini akan menghadap, kemana lagi harapan itu akan tertumpu, ….. jika yang membakar (tahridh) semangat jihad kian sedikit yang mencuat…. Para ustad banyak yang ‘sukut’ dari pembahasan jihad bahkan banyak yang takut membahasnya karena takut ini dan itu –illa man rahimarobbuk-- Malu alang kepalang diri ini rasanya, …. Karena sampai-sampai para wanita ikut membakar semangat jihad para kesatria yang mengaku berbendera la ilahaillallah!!!, …. yang entah lagi sibuk melakukan apa mereka!!! Duduk-duduk di beranda rumah, takut kena debu, takut tidak makan siang, takut biaya sekolah anak, takut tidak bisa naik haji, takut tidak kebeli ‘tongkrongan’ CRV dan …. takut ini dan itu …… 

Duhai malunya diri ini, …..ketika ada seorang wanita berkata, “ ….Ketika tiga mujahid tanpa senjata dengan ijin-Nya menyambut peluru-peluru dengan dada terbuka.  Allahu Akhbar!!!! Mujahid dalam lemah ada izzah! Tetapi orang-orang dholim hamba dunia dan dirham (uang), senantiasa berbalut ketakutan!!! Wahai orang-orang yang mengkhawatirkan mujahid, kemana perginya Kitabut Tauhid bab Nawaqidul Iman? Musuh sudah siaga dalam segenap penjuru sedang kita asyik dengan buku! …. (Sekuntum Rosela, Imam Samudra, hal. 38).

Ini tahridh ….! Ini bukan kata-kata biasa!!! Ini kata-kata hasil gambaran nyata yang tidak akan berdusta, penuh hikmah yang mewakili keterpasungan mujahid dari belenggu dunia dan jubn (ketakutan & pengecut).   Bukan dari seorang ustad, bukan dari seorang kesatria jenggotan yang asyik duduk di kantor-kantor ber AC, bukan dari para pejuang yang mengatakan, “kuntu ana hakadza!! Kuntu ana hakadza!!! Wa hakadza!......” lalu sekarang asyik dengan dunia yang khawatir meninggalkannya.  Ucapan ini berasal dari seorang wanita, seorang muslimah!!! …. Duh malunya diri, malu sekali rasanya.

Lalu siapa yang akan menyambut seruan ini! ….
Kalau banyak mujahid yang enggan meninggalkan kesibukan dunianya!! 

Siapa yang akan menyambut seruan ini! …
Kalau banyak mujahid hanya  duduk-duduk di halaqoh 10 sampai 15 tahun!!

Siapa yang akan menyambut seruan ini! …
Kalau banyak mujahid yang terjebak dengan fikroh jihad ‘lokal’ dan terbelenggu dengan “pedoman perjuangan” hasil pemikiran beberapa orang yang belum terbukti jihadnya!!

Siapa yang akan menyambut seruan ini! …
Kalau yang belum berperang, suka mencela & menyalahkan orang yang telah berperang!!.................aneh!!!

Siapa yang akan menyambut seruan ini! …
Kalau yang sudah syahid saja, dicela “mereka mujahid tapi salah langkah”.

Siapa yang akan menyambut seruan ini! …
Ketika darah telah tertumpah, kamar-kamar penyiksaan penuh dengan mujahid yang terluka, penjara kufar penuh dengan ribuan mujahid, tanah-tanah kaum muslimin terampas dengan sadis, para muslimah terampas kehormatannya ….

Masihkah kita akan menunggu??? …. Atau tidak ada dua kesempatan yang terulang.  Masihkah kita akan terdiam??? …. Atau tidak ada manusia kecuali akan beruban.  Masihkah kita akan membuang kesempatan??? … Ketika moncong senapan musuh sudah ada di hadapan.  

Duh malunya, …. Pejuang bak macan ompong!!!! Nas-alullah al afiah, tidak ada irhab yang dirancang, tidak ada ightiyalat yang di tekuni, tidak ada perang yang disongsong!! Duh malunya diri ini … Aduhai malunya diri ini.

14. Jangan Perang disini

واعلموا أن استهداف الأميركيين واليهود بالقتل في طول الأرض وعرضها من أعظم الواجبات وأفضل القربات إلى الله تعالى
Dan ketahuilah bahwa menjadikan orang-orang Amerika dan Yahudi sebagai target pembunuhan di seluruh muka bumi ini merupakan kewajiban yang paling agung dan ibadah kepada Allah ta’ala yang paling utama.
(Syaikh Usamah bin Ladin, 16 februari 2003)

Wahai fulan ….!!! Jangan kalian berjihad disini, di Indonesia. Jangan kalian amaliat disini, kalian telah melakukan kesalahan.  Negeri kita ini bukan tempat amaliat dan perang, wahai kalian yang isti’jal!!! kalian telah melakukan kesalahan, jihad kalian salah, jihad kalian salah langkah, jihad kalian asal-asalan (awur-awuran, jw.)  Amaliyat itu di medan jihad….. di sana tuh!!! di Afghanistan, Iraq, Palestina, Somalia, Moro dll.

Lihatlah ikhwan ……ini adalah perkataan orang yang tidak mengetahui siapa musuh dan siapa kawan secara hakekatnya.  Bagaimana orang yang berpahaman seperti ini akan berjihad!!! Akan berperang dan akan melakukan amaliyat??  

Ingatlah ikhwan, jika kita bingung sesungguhnya dimana kita akan amaliyat??? Di mana kita berperang??? Dimana kita melakukan operasi-operasi jihad??? Dimana kita melakukan ightiyalat??? Pahamilah perkataan Syaikh Al-mujahid Abu Mus’ab Az-Zarqowy rahimahullah. “Perang itu terjadi di tempat adanya musuh”. (A Yanquhu Ad-Dinu wa Ana Hayyun, Syaikh Abu Muas’ab, Mtj.) Renungkanlah….pahamilah hal ini…..pahami hal ini yang ikhwan dengan baik!!!
Pahami perkataan orang yang telah syahid –kama nasabuhu—ini ………

Karena itu kita harus memahami siapa musuh kita sesungguhnya, karakternya, sifat-sifatnya, taktik-taktiknya, sepak terjang mereka dan propaganda-propagandanya. Bahkan lokasi musuh berada, kita harus memahaminya dengan gambalang!!! Dan penyandang sebutan musuh adalah mereka dari kalangan yahudi, nasrani, murtadin dan munafiqin.

Bukankah kalian tahu dan merasakan …., bahwa musuh kalian ada di dekat kalian….., bukankah kalian merasakan musuh kalian sangat dekat!!!! Disitulah kalian lakukan irhab, ightiyalat dan amaliyat!!

Jika kalian masih sangksi, renungkanlah siapa yang telah memberangus dan membantai ratusan mujahid pimpinan imam al-mujahid kartosuwiryo??? Yang membantai para mujahid dan anak-anak mereka di talangsari lampung???? Siapa yang telah membantai mujahid-mujahid di tanjung priuk yang syahid ratusan orang???? Siapa yang membantai kaum muslimin di Ambon, Poso, sampit, Aceh???? Siapa yang telah membunuh saudara-saudara kita di kamar-kamar penyidik, di sel-sel penjara dan di arena-arena tiang gantungan dan regu tembak??? Dan siapa (orang dan lembaga) yang telah membunuh Asy-syaikh Al-Mujahid Ali Gufron (Ust. Mukhlas) Rahimahullah, imam Samudra, dan Amrozi????………………. Masihkah kalian tidak tahu musuh kalian?????

Dimana letak permusuhan dan kebencian kalian terhadap musuh-musuh kalian???  Bukankah kita harus memerangi mereka, memenggal leher-leher mereka, mengintai dan mengepung mereka, dan menumpahkan darah mereka sebagaimana mereka telah menumpahkan darah-darah suci para mujahid dan keluarganya yang berjihad di jalan-Nya!!!

Permusuhan ini adalah permusuhan abadi (untuk selama-lamanya)…… permusuhan antara ahlul haq dan ahlul batil….. permusuhan auliaullah dan auliausyaithon …..Allah ta’ala berfirman : 

إِنَّا بُرَآَءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ

“ ….Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja….” (QS. Mumtahanah 4)

15. Membatasi & memasung khud’ah (siasat)….tanpa sadar!!!

Ikhwan sekalian, ingatlah ketika pasukan badar melawan pasukan Qurays, Rasul dan para sahabat mengunakan berbagai taktik yang tidak disangka-sangka pasukan musuh.  Hubaib bin Mundzir salah seorang sahabat yang kala itu berusia 33 tahun memberikan pendapat dan diterima oleh Rasulullah.

Pada peristiwa perang Badr, Rasulullah dan pasukannya berjalan mendahului pasukan Qurays menguasai area badr.  Saat sampai di dekat mata air Badr, Rasulullah turun dan memberi isyarat untuk bermarkas disana. Namun kemudian seorang sahabat muda Hubaih bin Mundzir bertanya : “Wahai Rasulullah, apakah lokasi ini telah ditentukan Allah untukmu dimana kita tidak berhak melanggarnya atau meninggalkannya, apakah ini hanya pendapat, taktik perang, atau tipu daya belaka?  Rasulullah menjawab : “Tidak, ini hanya soal perang!! Pendapat dan tipu daya saja (bukan dari wahyu).”  Maka berkata Hubaib, “Wahai Rasulullah!! (tempat) Ini bukanlah lokasi yang strategis (untuk berperang), pindahlah hingga engkau bisa menjadikan seluruh sumur mata air itu berada di belakangmu dan kemudian keringkan seluruh sumur (7 sumur) hingga tersisa satu saja.  Lalu kita memerangi musuh, kemudian kita bisa minum sedangkan mereka tidak, hingga Allah memutuskan perkara antara kita dengan mereka.”  Maka Rasulullah berkata : “Engkau telah memberikan pendapat.”  Kemudian Rasulullah mengambil pendapat Hubaib bin Mundzir tersebut hingga Allah memenagkan pasukan badar.

Demikian pula ketika para sahabat menghadapi pasukan ahzab, mereka juga menerapkan taktik yang brilian yang tidak terduga pasukan gabungan Qurays, sehingga Allah memenangkan kaum muslimin. Dan masih banyak sekali kisah pada masa sahabat, betapa khud’ah sangat berkembang dan berubah-ubah memenuhi tuntutan strategi perang untuk sebuah kemenangan. 

Namun kita lihat, apakah kita juga bisa melakukan hal itu, seperti para sahabat dalam memerangi musuh-musuh mereka? …….rasanya masih sangat jauh. Kita terlalu menunggu, terlalu banyak menimbang-nimbang, dan terlalu banyak analisa, hingga pada akhirnya justru manhaj jama’ah membatasi khud’ah yang seharusnya dinamis berkembang, pleksibel dan tepat sasaran.

Ibnu Nuhas telah menyampaikan banyak pendapat ulama bahwa jihad itu minimal setahun sekali, jihad dalam arti perang.  Ini pada saat kondisi di bawah kekhalifahan atau saat jihad fardhu kifayah.  Lalu bagaimana dengan saat sekarang yang hukum jihad telah menjadi fardhu ain!!!! Apakah kita masih punya alasan untuk berpangku tangan!! Menjadi qoidun tanpa sadar!!! Kalau jumlah qoidun ini banyak dan mayoritas di sebuah jama’ah jihad, apa yang akan terjadi & musibah apa yang akan menimpa??? Meski –kenyataanya--kadang thoriqoh jama’ah itu sendiri yang menyebabkan anggotanya menjadi qoidun-qoidun yang membentuk halaqoh-halaqoh!!!

Aneh bin ajaib!!! Masih juga banyak hal yang menyibukkan, terkepung dhon-dhon dan dugaan-dugaan tanpa dalil dan pengalaman, namun intinya menunda-nunda jihad dan amaliyat.  Ini sebuah kesalahan fatal, fatal dan fatal sekali……  Dimana toriqoh dan manhaj jama’ah justru “membelenggu” khud’ah yang seharusnya dimanis dalam sebuah jama’ah jihad.  Jadi jama’ah jihad itu harus dinamis khud’ahnya untuk menghadapi dinamisnya khud’ah musuh, jika tidak, atau malah statis dengan “metode jihad lokalnya” maka yang terjadi akan terjadi kekerdilan jalan, buntunya pikiran, dan ---naudzubillah—akan senantiasa—menjadi bulan-bulanan musuh yang semakin berpengalaman.

Ingatlah ikhwan….. mujahid yang mulai minggir dari arena pertempuran, ketika semakin minggir semakin besar pula ketakutan dan pengecutnya menghadapi musuh ---Allahumma inniy audzubika minal jubn---. 

Jaga jarak jangan sampai kita jauh dari area pertempuran baik musuh yang dekat maupun musuh yang jauh. Jaga jarak jangan sampai hidupnya mujahidin itu sepi dari persiapan dan mengamalkan irhab (menterror) musuh, ightiyalat dan aktif memerangi mereka. Ikhwan!!! dekatilah arena pertempuran, insyaalah kalian akan dapatkan kebahagiaan dan sebaik-baik kehidupan. Ikhwan!!!! Masuklah kancah amaliyat, niscaya kalian akan memiliki sebaik-baik hati, selembut-lembut ruhama, semanis-manis kehidupan, dan sebaik-baik kehidupan yang menghilangkan gundah dan kesedihan.  Dan kejarlah hidup di bawah desingan peluru dan dahsyatnya ledakan bom, niscaya kalian akan menjadi kesatria yang dinanti-nanti para janda dan yatim mujahid!!

Rasulullah --–shallallahu alaihi wa sallam-- bersabda :

عَنْ أَبِى اَمَامَة عَن عُبَادَة اِبْن الصَامِت رَضِىَ الله عَنْهُ قاَلَ قاَلَ رَسُولُ اللهِ صَلىَّ الله عَلَيْهِ وَسَلَّم عَلَيْكُمْ بِالجِهَاد فِي سَبِيلِ اللهِ فَاِنَّهُ بَابٌ مِن اَبْوَابِ الجَنّة يُذْهِبُ الله بِهِ الغَمَّ وَالهَمَّ

Dari Abu Amamah, dari Ubadah bin Shomit radiyallahu anhu berkata, telah bersabda Rasulullah –shallallahu alaihi wa sallam-- “Hendaklah kalian berjihad di jalan Allah, karena jihad adalah salah satu pintu jannah (syurga) yang dengannya Allah menghilangkan duka nestapa dan kesedihan.” (Sunan Al-baihaqy Al-Kubro, 9/20.)

Dengan jihad, tujuan-tujuan din terjaga dan kehormatan-kehormatan terlindungi, sebagaimana di khabarkan Allah ta’ala dalam firman-Nya :

وَمَا لَكُمْ لَا تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ نَصِيرًا

Artinya : “Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!." (QS. An-Nisa’ 75)

Allah ta’ala juga berfirman :

وَمَنْ جَاهَدَ فَإِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهِ إِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Artinya : “Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Al-Ankabut 6)

Maknanya, kebaikan yang akan terjadi dari ibadah jihad kembalinya adalah kepada diri kita sendiri, jika kita berjihad di jalan Allah.  Allah ta’ala tidak membutuhkan kita dan jihad kita. Jihad juga salah satu pintu penyaringan untuk mengetahui mana orang yang beriman yang benar-benar bertauhid dan mana orang munafik yang berpura-pura beriman, yang biasanya suka mengaku-aku sesuatu yang tidak diberikan kepadanya dan suka dipuji dengan perbuatan yang tidak dilakukannya.  

Ikhwan …., Hendaklah kalian benar-benar menganggkat panji-panji jihad (perang) dengan benar, ingatlah hidup dalam jihad adalah sebaik-baik hidup dan semanis-manis aktivitas.

Dan inggat!!! Jangan ada yang berfikir musuh itu menjauhi kita, lalai, dan meremehkan mujahid, bahkan yang terjadi justru mereka ‘merangsek’ posisi-posisi kita di manapun kita berada, hingga tidak ada sejengkal bumi kecuali di penuhi tentara-tentara musuh -–laknatullah alaihim---. Karena itu intai & burulah musuh-musuh kalian sampai tempat tidur mereka, lalu penggallah leher-leher mereka, sehingga ketakutan merambat relung-relung hati mereka.   

Ikhwan, janganlah jama’ah jihad atau sebuah tandzim itu malah menghalangi, membatasi dan meniadakan amaliyat yang sangat dihajatkan hari ini.  Penundaan ini meniadakan maslahat yang didapat, …… penyegeraan amaliyat mengumpulkan berbagai kebaikan dan barokah. Hal ini sangat sederhana bagi orang-orang yang berakal, maka berfikir dan merenunglah wahai ahli-ahli jama’ah!!

16. Berikan kepada yang berhak

من لم يكن بالقتل مقتنعاً ... يخلي الطريق ولا يغوي من اقتنعا
Barangsiapa belum yakin dengan jalan perang, hendaknya mempersilahkan orang lain dan jangan mengecoh orang yang telah meyakininya.
(Syaikh Usamah bin Ladin, 14 januari 2009)

Menjadi amir, menjadi pemimpin jihad, atau menjadi komandan perang bukan jabatan yang diminta.  Bukanlah menjadi sesuatu yang menipu sekian banyak orang, tetapi ia harus dijabat oleh orang-orang yang berhak. 

Lalu siapa yang berhak? ………………………………. Sejenak kita bertanya kepada Syaikh Al-Mujahid Usamah bin Ladin, Beliau bertutur, “…..angkatlah untuk menjadi komandan (amir) kalian orang yang menegakkan kitabullah diantara kalian dan benar-benar mengangkat bendera jihad (bendera perang/amaliyat).” (Taujihat manhajiyah Vol 3. Syaikh Usamah).

Yang berhak adalah mereka yang benar-benar alim dan mengamalkan kitabullah, ini syarat pertama dan mutlak. Kitab ini benar-benar di amalkan oleh anggotanya, dan menjadi ciri paling unik sebagaimana generasi awal sahabat.  Anggota jama’ah yang hatinya bersih, akhlaknya baik, pemaaf, tidak su’udhon sesama mereka, mau memberi nasehat, mau dinasehati, menghargai pengorbanan ikhwannya, menghormati dan peduli terhadap keluarga mujahid, tidak mencari-cari kesalahan ikhwannya, tidak menghibainya, tidak mencelanya, tidak mencemarkan kehormatannya, tidak saling memusuhi, tidak saling memata-matai dan menyelidiki, dan mereka benar-benar mirip karakter dan sifat para sahabat…..Radiyallahu anhum!!  

Kemudain syarat kedua adalah komandan atau amir yang benar-benar mengangkat bendera jihad. Pemimpin tipe ini yang berhak menjadi amir sebuah tandzim jihadi hari ini…………..!!!!! Jika tidak, maka mundur lebih ringan baginya dihadapan Allah dari pada ia memakai baju yang tidak berhak untuk dirinya. Jika ia memaksakan diri berarti ia telah memakai baju palsu yang akan menghancurkan dirinya dan tandzimnya.     

Ia mestinya di jabat oleh orang-orang yang telah mengalami pahit getirnya merintis jihad dan merasakan panasnya api ibtila’, merasakan hidup di bawah desingan peluru, dahsyatnya siksaan di meja-meja penyidik, beratnya hidup di balik terali besi, dan dahsyatnya fitnah kawan sendiri………

Tidak layak!!!! Tidak layak!!!! ………… Sama sekali tidak layak menjadi amir jama’ah jihad, orang yang tidak memiliki perhatian serius untuk memukul musuh dan benar-benar mengangkat bendera perang, ….. memberi pelajaran dahsyat atas perlakuan mereka, thogut dan perangkatnya yang selalu mengejar, menangkap, menyiksa, menyekap, memenjara dan membunuh para mujahidin. 

Tidak layak!!!! Tidak layak !!!........ Sama sekali tidak layak menjadi amir jama’ah jihad, orang yang tidak segera mengirim paling tidak satu orang untuk memenggal leher-leher aimatul kufr yang selalu menimpakan bencana dan malapetaka atas kaum muslimin.  

Tidak layak!!!! Tidak layak !!!........ Sama sekali tidak layak menjadi amir jama’ah jihad, orang yang selalu menunda-nunda amaliyat tanpa adanya dalil syari, ….orang yang menunda-nunda amaliyat berdasarkan dhon-dhon ‘pikiran sipil’ yang banyak pertimbangan yang sejatinya adalah orang yang lemah & orang yang selalu berselimut ketakutan.  

Tidak layak!!!! Tidak layak !!!........ Sama sekali tidak layak menjadi amir jama’ah jihad, orang yang tidak akrab dengan mesiu, pistol, granade, bom dan peralatan tempur lainnya.  …… lebih parah lagi orang tersebut malah menjauhi sesuatu yang seharusnya ia miliki dan bawa kemana pergi.

Tidak layak!!!! Tidak layak !!!........ Sama sekali tidak layak menjadi amir jama’ah jihad, orang yang kurang berani, tidak tegas, tidak cepat tanggap merespon pukulan-pukulan musuh, azam yang lemah dan terlalu banyak pertimbangan dan analisa.  Padahal sebagaimana Imam Mujahid Ibnu Nuhas jelaskan bahwa kefahaman tentang hakekat jihad atau peperangan/ pertempuran antara alhu haq dan batil akan melahirkan azem yang kuat/dahsyat, dan azem yang kuat/dahsyat inilah yang melahirkan saja’ah atau keberanian yang tinggi dalam berbagai kancah pertempuran atau perseteruan dengan musuh………………. Jika ini tidak dimiliki oleh amir jama’ah, maka ---wallahu alam--- mundur lebih baik, itu lebih ringan di hadapan Allah.  Karena menyia-nyiakan potensi anggota jama’ah sangat berat tanggung jawabnya disisi Allah ta’ala ……………  

Tidak layak!!!! Tidak layak !!!........ Sama sekali tidak layak menjadi amir jama’ah jihad, ….. orang yang tidak mau diberi masukan, nasehat, kritikan untuk perbaikan, ………… orang yang tidak memperhatikan pengorbanan, kesetiaan anggota-anggotanya selama berpuluh tahun berjihad, ……. Orang yang tidak bisa mencontohkan tsiqoh mutabadillah, ……..

Wal hasil, amir jama’ah perlu banyak belajar dari apa yang telah diperbuat untuknya dan jama’ahnya. Hingga ia akan disebut layak, bukan sekedar bemper, bukan sekedar “terpaksa” menyambut estafet kepemimpinan padahal sebenarnya tidak layak untuk dirinya……… nasaluallah al-afiah.

17. Bukan …..tapi halaqoh Ghibah!!!

Ghibah adalah menyebutkan sesuatu dari saudara kita yang tidak dia sukai.  Ghibah mencakup masalah din, dunia, akhlaq, jasad, --aktifitas jihad--, dll. (lihat Kitab Al-Adzkar, Imam Nawawi dalam Bab Ghibah). 

Tetapi yang paling dahsyat adalah ghibah yang dilakukan oleh –calon--mujahid terhadap mujahid lainnya…….. ini sangat dahsyat dan berbahaya, …… perbuatan ini menyebabkan perpecahan, kelemahan, menanam kebencian dan menuai permusuhan, memupuk keraguan dan mengikis tsiqoh mutabadillah, membunuh karakter mujahid dan mengkerdilkannya, memporak-porandakan barisan mujahidin dan memecah-belahnya, menyuburkan fitnah yang seharusnya dikikis, membuat sekat bukan perekat, menggoncangkan eksistensi sebuah jama’ah jihad secara keseluruhan untuk tegar menghadapi musuh.

Acapkali sebuah halaqoh ikhwan dikotori oleh murobbinya sendiri, …. dengan perkataan-perkataan ghibah terhadap saudaranya, ….. bahkan lebih parah yang dighibahi adalah orang-orang yang telah bersusah payah hidup di medan jihad bertahun-tahun (medan Masyaqqoh) melakukan I’dad, berperang dan Allah ta’ala takdirkan ia merasakan panasnya ibtila’ di penjara-penjara thogut!!!....dikorek-korek kekurangannya, dicari-cari kelemahannya, bahkan dibahas aib-aibnya setiap pertemuan dengan para anggota-anggota halaqoh.  …… ia sebenarnya meggibah, tetapi ia (sang murobbi yang belum pernah menembakkan sebutir pelurupun) mengatakan, “Kita mengambil ibroh dari kesalahan dia …….., kita mengambil pelajaran dari kekurangan dia ….., kita mengambil kehati-hatian dari peristiwa itu….., supaya kita tidak seperti dia……, dll. Tapi Hakekatnya ia telah menghibah……menghibah…..dan menghibah …..!!!!!! makan daging saudaranya, apakah ia tidak merasa jijik!!!

Hati-hati dengan daging saudara kita ya ikhwan!!!!!!!apalagi daging orang yang telah mati!!! Allah Ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

”Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah Mengghibah (menggunjing) satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujrot 12)

Mending ……. (tidak begitu parah) jika dilakukan sekali saja.  Tetapi yang terjadi berkali-kali, dan telah menjadi kebiasaan sebuah halaqoh yang seharusnya serius membahas jihad dan amaliayat yang fardhu ain, tetapi malah senantiasa menghibahi saudaranya……. Duhai!!!!! Jama’ah jihad apa ini jika para murabbinya tipenya seperti itu, padahal dirumahnya banyak sekali tumpukan kitab…….Kitab-Kitab Imam Ibnu Taimiyyah, Kitab-Kitab Imam Ibnu Qoyyim, Kitab-Kitab Syaikh Abdullah Azzam dan kitab-Kitab imam-Imam Mujahid lainnya, padahal ia lulusan ma’had ini dan itu!!! ……
bukankah fenomena ini seperti keledai yang membawa tumpukan kitab di punggungnya???

 ……. Berfikirlah wahai ikhwan!!!!! ………… ternyata sukut (diam) benar-benar menjadi pilihan utama ketika ada fitnah atau ada info tentang kekurangan atau aib ikhwan,…..lebih-lebih menghibah para mujahidin yang telah sekian lama berjihad, tertangkap musuh, disiksa dan dipenjara……….

Ikhwan, ……… betapa berat kesalahan yang dilakukan hatib bin abi balta’ah yang hendak menbocorkan rencana Rasulullah menyerang makkah, ….. namun demikian Allah Ta’ala mengampuninya lantaran keutamaanya mengikuti perang badr!!! Keutamaan dan banyaknya kebaikan yang telah ia lakukan berjuang bersama Rasulullah!!!

Ini sahabat…… lalu bagaimana dengan mujahidin yang hidup pada masa sekarang yang sangat jauh dari masa Rasulullah dan para sahabat, ….. tentu sangat banyak kekurangannya dan kealpaanya ………. Tetapi hal ini tidak  menjadi legitimasi untuk orang-orang yang duduk ---apalagi terbukti qoidun!!!!--- untuk mengibahi dan mencari-cari kesalahan orang-orang yang telah berjihad!!! ….. renungkanlah wahai ikhwan, lalu ambilah pelajaran!!!

Apalagi seorang murobbi ---ustadz fulan bin fulan--- yang belum pernah menembakkan sebutir pelurupun ke hadapan musuh, apakah layak dan beradab jika selalu mencari-cari kesalahan para ikhwan yang telah lama berjihad di medan jihad, ….. ikhwan yang telah Allah uji dengan dahsyatnya penjara-penjara thogut!!! ….. ini murobbi ndak beradab!!!!, ….. ndak tawadhu dan tidak paham kekurangan serta aib diri, ….. ilmunya hanya pemanis bibir, amalnya jauh panggang dari api… jauh panggang dari api!!

Jadi setiap mujahid wajib menjaga lisan-lisannya!!! ….. mutlak, lebih-lebih terhadap ikhwannya yang telah lama berjihad di jalan Allah, berhati-hatilah!!! Jangan kotori lidah-lidah kalian untuk menggunjing, mencari kesalahan dan mencela mereka. 

Jauhilah lisan-lisan yang kotor dengan gunjingan, ……..
karena khawatirlah!!!, jangan-jangan Allah tidak menyampaikan kalian ke makom mujahid yang benar-benar berperang dan mendapatkan rizki syuhada. 

Khawatirlah!!!!, jangan-jangan Allah hanya mendudukan kalian hanya pada makom i’dad-i’dad, dan I’dad saja lalu berhenti ...... karena orang yang diangkat ke makom jihad/perang adalah mereka yang memang pilihan!!! Terpilih sisi ruhiyahnya maupun jasadiyahnya, jadi, ittaqillah wahai sekalian ikhwan!!!

18. Tandzim dan pedoman perjuangannya ……
      (mirip) berhala baru yang disembah selain Allah!!!?????

وبعض هذه الجماعات تسوغ مداهنة الحاكم والقعود عن الجهاد تحت ذريعة مصلحة الدعوة، حتى صار هذا الإدعاء صنماً يعبد من دون الله، وتحت غطائه تزاحم أوامر قادة الجماعة أوامر الله تعالى وأوامرَ رسوله صلى الله عليه وسلم وذلك هو الضلال المبين .
Dan sebagian jamaah-jamaah Islamiyah memperbolehkan mudahanah (kompromi) dengan pemerintah dan duduk tidak berjihad dengan alasan kemaslahatan dakwah, sampai-sampai alasan ini menjadi berhala yang disembah selain dari Alloh. Dan dengan alasan ini pula perintah para pemimpin jamaah menggeser perintah Alloh ta'ala dan perintah Rosul-Nya shallallhu ‘alaihi wasallam. Dan ini adalah kesesatan yang nyata.
(Syaikh usamah bin Ladin, 20 maret 2008)

Wahai jiwa yang jujur dan hati yang salim….. apa komentar kalian ketika Syaikh Al-Mujahid Marwan Hadid Rahimahullah bertutur, “Kalau memang dengan menjaga keselamatan tandzim itu menghalangi kalian untuk berjihad (berperang dan beramaliat), lalu apa fungsi tandzim??? .... Apakah kalian akan menjadikan –alasan— kemaslahatan tandzim itu sebagai berhala yang disembah selain Allah?? (Wasiat Syaikh Al-Mujahid Marwan Hadid Rahimahullah).
Jelas tandzim menjadi sebab yang terbesar yang menjadikan kalian terbelenggu, terpasung dan terikat dari berangkat melakukan amaliat atau berperang melawan musuh-musuh kalian baik yang dekat maupun yang jauh.  Sadarlah wahai ikhwan ..... sebenarnya kalian benar-benar terbelenggu oleh sebuah tandzim dan peraturannya (pedoman perjuangannya), yang hakekatnya megikat kalian dari berperang di jalan Allah.

Tidak percaya!!!!????? ..... lihatlah diri kalian berapa lama kalian duduk-duduk tidak berangkat berperangan di jalan Allah, padahal perang memanggil kalian!!! Perang memanggil kalian ........ tetapi apa yang terjadi??? Kalian tidak bisa.... kalian terikat dengan kewajiban mentaati ”pedoman perjuangan” yang bisa jadi berubah atau memang sebenarnya telah berubah menjadi berhala yang kalian sembah selain Allah!!! Hingga panggilan jihad harus mengikuti pedoman tersebut, .... Mau doa qunut nazilah saja harus menunggu instruksi ”atasan”!!!!, membela darah-darah dan tulang beluang kaum muslimin mesti menunggu intruskai yang berdasarkan pedoman tersebut, bahkan kaum muslimin telah di bantai masih juga harus berkonsultasi dengan pedoman tersebut!!! Lahaula wala quwata ilabillah!!!!

Tahukah kalian siapa yang membuat pedoman tersebut???  Hingga sampai disembah dan ditaati selain Allah!! ....... Bahkan dalam kenyataannya lebih diutamakan dari pada pandangan dan dalil Syari’i dan penjelasan para ulama mujahidun dan ahlu tsugur, yang tentu kapasitasnya lebih baik dari beberapa orang yang telah merancang pedoman yang mirip berhala tersebut.

Kalaulah mereka (para pembuat pedoman tersebut) menelaah lebih dalam hakekat jihad yang sebenarnya (yang diusung oleh Syaik Usamah, Abu Aiman, Syaikh Abu Mus’ab dll.), maka kami yakin mereka akan meninggalkan pedoman tersebut dan mulai sadar untuk bergabung dengan para mujahid internasional, atau paling tidak menyelaraskan toriqoh dan pedoman perjuangannya dengan jihad mereka.... bukan terkungkung dengan metode jihad hasil pemikiran beberapa orang lokal yang kapasitasnya belum teruji dalam jihad!!!!

Jika mereka tetap menjadikan pedoman itu sebagai ”berhala” yang disembah, maka kasihan sekali dengan nasib tandzim ini, .... kasihan sekali dengan pengorbanan yang tulus para anggotanya yang bertahun-tahun setia bernaung di bawah tandzim ini, kasihan dan kasihan!!!!.....malang nian orang-orang yang mukhlis dalam tandzim ini.....---tandzimku sayang, tandzimku malang!!!----

Padahal jihad, berperang dan amaliat adalah gerbang syuhada, gerbang ibtila’ penuh berkah, gerbang sekrining (penyaringan) mujahid yang sabar dalam jihadnya, gerbang kemenangan dan gerbang impian menjadi mujahid yaitu berperang di jalan Allah. 

Maka berperanglah kalian di jalan Allah......jangan hiraukan tandzim yang ”jumud & beku” dengan pedoman dan thoriqohnya sendiri, ..... terkungkung dengan hasil pemikiran beberapa tokohnya saja, terborgol dengan pandangan seorang atau beberapa ustadznya saja........... padahal, lihatlah laki-laki yang lemah dan para muslimah, anak-anak dan orang tua renta yang menunggu jihad kalian, serangan kalian, amaliat kalian, ightiyalat kalian dan peluru-peluru yang kalian arahkan ke musuh-musuh kalian dan kaum muslimin.

 Allah ta’al berfirman :
 
وَمَا لَكُمْ لَا تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ نَصِيرًا

”Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!." (QS. An-Nisa’ 75)

Masihkah kalian mendahulukan dan mengutamakan tandzim dan pedoman ”kolotnya” daripada mendatangi medan-medan jihad atau merancang dan melaksanakan amaliyat!!!??? Bukankah kalian bisa berperang sendiri sesuai kemampuan kalian, berperang sendirian, dengan kelompok kecil (sel jihad) maupun dengan kelompok yang besar!!

Jadi berperang itu tidak mesti dengan tandzim yang besar, apalagi yang punya aturan mirip berhala yang ditaati secara membabi buta, .... yang tidak taat berarti pembangkang dan keluar dari jama’ah!!!...atau yang baru bebas dari penjara di katakan cacat & bisa jadi penghianat!!! Apa-apaan ini...... apa ini sesungguhnya.... .....tandzim jihadi model apa ini!!!????

Allah Ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا خُذُوا حِذْرَكُمْ فَانْفِرُوا ثُبَاتٍ أَوِ انْفِرُوا جَمِيعً

Artinya : ”Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama!” (QS. An-Nisa’ 71)

19. Takut, Gentar dan Tidak Berdaya, .....
      Akibat Tanazu’(Saling berbantah/berselisih)

Sekuat apapun sebuah jama’ah jihad atau sebuah tandzim jihadi, ..... namun jika dalam pengelolaannya selalu diliputi tanaju’, berbantah-bantahan dan perselisihan yang tidak di kembaikan kepada Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah, .... maka tamatlah riwayat tandzim tersebut, biqudratillah.

Karena demikianlah yang terjadi di medan-medan jihad –-apalagi selain medan jihad--, sebagaimana yang diterangkan Allah dalam Al-Qur’an.  Ketika sebuah pasukan perang telah tenggelam dalam sikap tanajuk antar anggotanya, atau anggota dengan pimpinannya, maka yang melanda pasukan tersebut gentar untuk berperang, takut menghadapi musuh, ingin lari kebelakang, ketakutan setiap saat, merasa kalah, dan akhirnya hilanglah kekuatan yang telah dibina bertahun-tahun bahkan puluhan tahun. 

Allah Ta’ala berfirman :

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
(QS. Al-Anfal 46)

20.  Tanda kekalahan : Kehilangan inisiatif/tak punya inisiatif, .....!!

Sekitar Akhir bulan Juli atau awal Agustus 2009, seorang tokoh pergerakan Islam tampil di sebuah stasiun TV, yang jelas kita (penulis) tidak tahu apa motif beliau tampil disana.  Memang hak beliau memutuskan tampil atau tidak tampil ketika di tawari untuk diwawancarai tentang pengakuan mujahid Nurdin M. Top di internet yang mengaku melakukan peledakan di hotel Amerika JW marriot & Ritz Carlton, Jakarta.

Tetapi masalahnya, pernyataan beliau itu kami nilai adalah sebuah kesia-siaan & kebodohan,!!!! ..... ya kebodohan yang nyata!!! Yang tidak layak dilakukan oleh orang sekapasitas beliau, .... orang yang ”laris” melakukan bedah buku –menilai—orang yang beramal di mana-mana, .... yang pendapatnya dipakai dimana-mana meski –kadang ngalor-ngidul—tidak bisa dijadikan sandaran pendapat mujahidin sejati, dan memang sebenarnya pendapat-pendapat beliau belum teruji, ....

Kita simak beberapa peryataan beliau :
a.      Beliau katakan, ”Saya tidak setuju dengan perbuatan Nurdin M. Top   melakukan peledakan dimana-mana di Indonesia.
b.     Beliau katakan, ”JI itu jama’ah ta’lim dan dakwah yang tidak membenarkan operasi-operasi –jihad- semisal itu (pengeboman-pengeboman).
c.      Beliau katakan, ”bukan tabiat jihad, apabila sehabis melakukan amaliyat mujahidin membuat pernyataan di media (internet).
d.     Beliau katakan, ”Biarkan polisi yang akan membuktikannya, apakah surat pengakuan itu benar-benar dari Nurdin atau bukan.
e.      Yang paling aneh adalah pernyataan AM. Hendro Priyono –tangannya yang berdarah-darah yang telah membantai mujahid talangsari Lampung-- di tv tersebut, ia katakan : ”kita harus berterimakasih dengan Ust. Abu Rusydan dan Nasir Abbas, karena mereka kooperatif dan banyak membantu polisi.”....???? (wawancara AM hendropriyono dengan tv-one diawal Agustus 2009).

Kita lihat lihat poin-poin di atas semuanya diungkapkan di media publik yang akibatnya multi tafsir –-sadar nggak Ust. akibat pernyataan-pernyataannya ini????--, kalau tafsirnya atau memaknainya mendukung jihad mungkin tidak masalah, tetapi masalahnya dengan pernyataan-pernyataan itu semakin menguatkan permusuhan & ketidak berpihakan masyarakat (kaum muslilim awam & para aktivis muslim) di berbagai tataran dan status sosial di Indonesia terhadap para mujahid yang melakukan berbagai operasi amaliyat di Indonesia.  Ini kerugian, .... ini ketidak-berpihakan, .... ini kebodohan, ..... dan ini akibat kalah inisiatif, .... ini akibat terlalu lama duduk-duduk, 5, 10, atau 15 tahun di halaqoh!!!! ....duduk-duduk dari melakukan amaliyat jihadiyyah!!!

Hal ini menguatkan stigmasisasi buruk terhadap mujahidin, ....apakah masih kurang!!!! penjelasan ulama mujahidin tentang sunnahnya ightiyalat, .... pembunuhan aimatul kufr, .... operasi mencari syahid (isytisyhadiyyah) dalam rangka menolong din Allah, .....Dan dibenarkannya jihad seorang diri, kelompok kecil atau kelompok besar (jama’ah mimba’dil muslimin), ...Karena itu berhati-hatilah wahai ikhwan dalam berbicara dan membuat pernyataan, apalagi didengar jutaan manusia (publik) yang multi talenta dan pendidikan, .... salah bicara, bisa jadi justru mendukung musuh, ... alih-alih mendapat pahala, muka kita bisa di telungkupkan di neraka, .... nauzubullahi!!!!

Kelompok yang kalah, biasanya selalu kalah inisiatif, .... kenyataanya demikian, sehingga muncul ungkapan-ungkapan di atas yang diamnya beliau sebenarnya lebih baik, ... ini tanda beliau juga kalah inisiatif!!!!!, dan malah didekte oleh musuh, ....malah ikut irama musuh, lihat pernyataan beliau poin d., .... jika beliau merasa ungkapannya itu –menurut ilmu dan tajribah beliau-- benar di tv-one, itu kan pendapat beliau pribadi, .... jadi tahanlah diri jangan diungkap di media, .... ini lebih baik.  Atau beliau merasa senjata pamungkas ”pedoman jihad” atau ”thoriqoh jama’ah” yang beliau buat itu lebih baik dari panggilan jihad –-yang hukumnya fardhu ain-- yang kerasnya seperti guntur yang menggeleghar!!! ........

..... ingat ikhwan ketegasan sayyid Qutb Rahimahullah di hadapan musuh & tiang gantungan sangat mempengaruhi dan menguatkan mujahidin di seluruh dunia, .... ketegasan Ust. Mukhlas di hadapan thogut dan murtadin di Indonesia menjadi cahaya yang menginspirasi kuatnya tekad untuk senantiasa melakukan amaliyat sampai Allah memenangkan atau memberi rizki syahid, ....sehingga benarlah apa yang diungkapkan ust. Mukhlas, ”Mati Mukhlas satu, akan tumbuh sejuta Mukhlas!!!” .............

Ustadz tersebut mengatakan, ”bukan tabiat jihad, apabila sehabis melakukan amaliyat mujahidin membuat pernyataan di media (internet)......” jika kita mau jujur dan kita lihat dari kaca mata sengitnya pertempuran antara ahlu haq dan batil, ....sengitnya den 88 memusuhi mujahidin, ....sengitnya TNI/Polri memusuhi mujahidin, ... bengisnya mereka mencincang jasad-jasad mujahidin, ... maka pernyataan ini merupakan kebodohan juga, .... mengapa beliau tidak bisa membedakan antara tabiat jihad & khud’ah (siasat),  ....

Ingat ikhwan khud’ah itu maknanya satu yaitu bersiasat untuk memenangkan pertempuran melawan musuh, .... tetapi terjemahannya atau praktiknya di lapangan bisa sangat banyak dan beragam!!! ....hasilnya pun akan sangat ditentukan oleh kepiawaian mujahid menghadapi khud’ah musuh yang juga selalu dinamis & berkembang, ... Jadi jangan bisanya selalu menilai orang yang sedang amaliyat dengan beragam masyaqqohnya, dan merasa --menilai jalan yang ditempuh dirinya benar---, padahal ia duduk-duduk  dari amaliyat!! .....dan menjadi penonton, dan seenak perutnya membuat stigmasisasi.

Dan kami ingatkan, .... bagi orang-orang yang duduk-duduk dari melakukan amaliyat jihadiyah, hendaknya menahan lisannya dari berkomentar miring tentang mujahidin ---ust. Kondang kah dia, tenar, atau lariuskah dia di berbagai bedah buku!!---, ........diamnya mereka lebih baik dan berpahala dibanding berkomentar yang justru tidak bermanfaat dalam menguatkan mental mujahidin.   Jangan merasa paling benar, padahal yang dilakukan hanya duduk-duduk, .....menjauhi medan-medan amaliyat!!!

....ingat!!! inggat!!! Ikhwan, Semakin jauh seorang mujahid dari medan tempur baik yang dekat atau yang jauh, maka akan semakin menguatkan kepengecutannya dan ketakutannya menghadapi musuh.....

21. Qishos mereka!!!!!

Hari ini 08 Agustus 2009, kira-kira pukul 10 pagi (sejak pukul 17 sore hari sebelumnya) menjadi hari kelabu yang memalukan sang ”singa-singa” yang tengah hidup di kandang & padang angan-angan yang selalu terbalut selimut ketakutan,...!berjuta mata dipaksa --–via tv, yang berposisi bersama pembantai (den 88, nasrani, & murtadin lainnya)--- menyaksikan pembantaian seorang mujahid di Temanggung, jateng ,.... Tak ada perlawanan!!, ....tak ada kawan yang menghadang!!!, ....tak ada senjata yang disandang!!!, tak ada kawan yang menolong!!!.... Dan tak ada satu dua ikhwan –dr ratusan atau ribuan ilkhwan-- yang membokong –terfikir membokong-- musuh dari belakang!!!!!!!!..... walau hanya dengan ketapel atau sebongkah batu yang dapat dilemparkan..... walau hanya sekadar membuat musuh lecet-lecat di lengan.....atau sekedar meringis kesakitan.  

.....Sulit dipercaya!!!! Bagai mimpi rasanya!!!, .... pembantaian di depan mata, ....., tapi memang sesuatu yang nyata, ...... katanya tanzim --jihad ini--  adalah singa-singa, ...., tapi, ternyata hanya pengakuan belaka, atau hanya kumpulan domba-domba, yang siap disembelih kapan saja atau ayam-ayam potong yang siap dipotong, dicincang, dimasak dan untuk pesta pora mereka. .... hal ini terus berulang!!,... berulang!!, ... & berulang!! ---lihatlah puluhan kasus penangkapan disertai pembantaian---, .... tanpa perlawanan dari ikhwan di tempat lain, ...tanpa peduli dan empati dengan juga melakukan balasan-balasan, atau melakukan qishos!!!.... padahal .... para ikhwan yang telah banyak dikaruniai nikmat Allah, berupa iman, anak, istri, harta, dll .....         tak ada rasa cemburukah kita tuk membela dengan amal nyata??? ...tuk membela dengan irhab, ightiyalat atau serangan-serangan nyata???..... sudah hilangkah rasa di dada tuk sekadar membalas perbuatan mereka yang telah mencincang mujahidin di depan mata, ...!! dan dilakukan di mana-mana???
Muslim membunuh muslim tanpa hak saja harus diqishos!!!!, ..... lalu bagaimana orang-orang kafir, murtadin dan munafikin membunuh saudara-saudara kita dibiarkan saja beulang-ulang!!!!, ..... ironisnya di depan mata jutaan manusia!!!!!! ----di depan para karyawan-karyawan perusahaan nasional yang katanya bermental singa-singa!!!!!----

Sulit rasanya kami mengungkapkan dengan kata-kata, sakitnya hati ketika menyaksikan episode pembantaian seorang mujahid pilihan Alloh, yang dilakukan oleh tentara-tentara pendukung kekafiran, pendukung UU positif yang rusak & bejat,hasil pemikiran orientalis, penjajah dan para pendosa.... pendukung kaum yahudi, nasrani, munafikin dan murtadin di negeri ini, ...... sakit hati ini!!!, .... sesak dada ini!!!! ....

Ikhwan, .... dimana iman kita!! .... dimana loyal kita dengan sesama !!! .... dimana ikatan ukhuwah kita!!! .... dimana letak tanggung jawab kita di hadapan Allah kelak di akherat!!! .....kalau episode pembantaian ini terus berulang, berulang dan berulang...................................................

Jama’ah kami tidak memerintah amaliyat!!! .....jama’ah kami belum tahapnya!!!! .... jama’ah kami masih dalam kondisi dakwah & taklim!!!! .... jama’ah kami menunggu pasukan yang jumlahnya 12.000 mujahid yang siap perang!!!! ..... dan jama’ah kami, dan jama’ah kami ...belum begini dan begitu.  ......ikhwan apa maknanya ini?????? ..... ini maknanya jama’ah kalian atau kelompok kalian telah kalian cintai melebihi dari mendatangi seruan Allah dan rasul-Nya dan dari berjihad di jalannya, ....Allah yang telah memberikan kehidupan kepada kalian dan memberi nikmat iman & islam kepada kalian. berhati-hatilah kalian,.... perbutan menunda-menunda jihad dan amaliyat adalah perbuatan munafik dan bentuk kefasikan!!!!

Ada beberapa jalan yang perlu diingat tuk membantu mereka ;
a.       Melakukan i’dad yang keras, baik imani maupun askary (militer), lalu bersiaplah untuk mengganti --bukan untuk duduk-duduk di halaqoh sampai 15 tahun-- mereka dalam amaliyat-amaliyat nyata.
b.      Menginfakkan sebagian, atau sebagian besar –lebih baik— harta kita
      untuk mendukung para mujahidin. Bukan untuk membangun rumah
      megah dan kendaraan mewah.
c.      Cari para mujahidin yang benar-benar mengangkat bendera jihad yang memang memerlukan dana, tetapi mereka malu untuk meminta.
d.     Tahanlah lisan anda, ... walau sekadar mengomentari para mujahidin yang beramaliyat. Karena mujahid yang beramaliyat itu maqomnya jauh lebih tinggi dibanding mujahid yang hanya duduk-duduk saja.
e.      Kepada para amir sebuah tandzim atau sebuah jama’ah jihad, ...”biarkanlah anak-anak muda dari kalian melakukan amaliyat (jihad yang nyata), jangan halang-halangi mereka, ....”  itu lebih ringan tanggungjawab antum di sisi Allah.
f.       Bantulah finansial keluarga mujahidin yang ditinggal berjihad atau mati syahid, dipenjara, matlubin (dikejar den 88) atau dalam keadaan hijrah di jalan Allah.
g.      Istiqomahlah dalam ibtila’ sekecil apapun.

22.  Tekad baja, ….ciri mujahid perwira.
Ya, … hanya mujahid yang punya tekad baja, yang mampu melakukan pukulan-pukulan terhadap musuh, … mampu merobek tembok dan dinding pertahanan mereka, hingga mereka mengerang, kesakitan, … lalu tewas mengenaskan, karena mereka hidup dalam kekafiran terhadap Dzat yang maha kuasa, …
Sungguh bagus apa yang di paparkan oleh Asy-Syahid ---kama nasabuhu--- Abu Mus’ab az-Zarqowy tentang mujahid yang harus bertekad baja…. Beliau bertutur :
…., Sesungguhnya agama ini tidak akan tegak kecuali di atas pundak para perwira yang memiliki tekad baja. Ia tidak akan pernah tegak di atas pundak orang-orang yang biasa hidup ringan dan bermewah-mewah. Tidak!!!, sungguh Islam tidak akan tegak di atas pundak orang-orang seperti ini.
Agama yang besar tidak akan tegak kecuali di atas pundak orang-orang besar pula. Tanggung jawab besar yang tidak sanggup dipikul langit dan bumi, tidak mungkin diemban oleh selain orang yang pantas mengembannya.
Wahai merpati, kalau kamu menangis karena anak kecilmu, …
Lantas di manakah pemirsa kesedihan-kesedihan, …
Manakah yang layak menitikkan air mata, mataku atau matamu?
Orang yang mengaku tidak diterima pengakuannya tanpa bukti…
Bagaimana mungkin Islam akan tegak dan kembali kepada kejayaan dan kemuliaannya seperti dulu, tanpa adanya tekad baja seperti tekad Abu Bakar untuk memerangi kaum murtad di zaman banyaknya orang murtad dulu?
Ketika Abu Bakar, orang yang sudah tua, peka perasaannya dan mudah menangis itu bersumpah menyatakan tekad terbesarnya, “Demi Alloh, aku benar-benar akan perangi siapa yang memisahkan antara sholat dan zakat. Sesungguhnya zakat adalah hak harta. Demi Alloh, seandainya mereka menolak kepadaku untuk membayar satu ikatan binatang yang dulu mereka bayarkan kepada Rosululloh –‘alaihis sholatu was salam—pasti akan kuperangi mereka karenanya.”
Bagaimana mungkin Islam akan tegak tanpa adanya tekad seperti tekad Anas bin Nadhr, yang mengatakan: “Kalau Alloh menghadirkanku dalam perang melawan orang-orang musyrik, Alloh pasti akan melihat apa yang akan kuperbuat.”
Akhirnya ia hadir dalam perang Uhud, lalu ia berperang, sampai ketika mati di jasadnya ditemukan 80 luka lebih, mulai dari tikaman dan tebasan pedang.
Adalah Nabi –shallallahu alaihi wa sallam-- selalu berdoa kepada robbnya:
(اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فيِ اْلأَمْرِ وَاْلعَزِيِمَةَ عَلىَ الرُّشْدِ)
Artinya : “Ya Alloh, aku memohon kepada-Mu keteguhan dalam urusan apapun dan tekad kuat di atas kelurusan.”
Sungguh, sebuah tekad yang tinggi benar-benar mendidih dalam hati seperti mendidihnya air dalam periuk. Tekad seperti ini benar-benar mendorong pemiliknya untuk melakukan perkara-perkara besar setiap pagi dan sore, sehingga ia bisa menjadi orang yang disebutkan dalam perkataan Imam Syafi‘i Rahimahullah, “Istirahat bagi orang-orang lelaki adalah kelalaian.”
Inilah shahabat bernama ‘Abdullôh bin Jahsy, ia pernah menjauh sedikit di samping Sa‘ad bin Abi Waqos sebelum pecah perang Uhud; keduanya sepakat untuk bergantian memanjatkan doa dan saling mengamini. Maka doa yang dipanjatkan ‘Abdullôh bin Jahsy adalah:
“Ya Alloh, berilah aku rezeki berupa seorang lelaki yang keras amarahnya, besar kekuatannya, yang aku berperang dengannya dan dia berperang denganku, kemudian ia membunuhku dan memotong hidung dan telingaku, sehingga ketika aku berjumpa dengan-Mu kelak, ya Alloh, Engkau bertanya: “Hai ‘Abdullôh, karena apa hidung dan telingamu terpotong?  Maka aku menjawab: “Karena-Mu dan karena Rosul-Mu.” Lalu Engkau berfirman: “Kamu benar.”
Betapa agung dan indah doa ini, sungguh itulah jiwa yang menjual segalanya untuk robbnya, ketika itulah kepahitan berubah menjadi kemanisan, sungguh itu tidak terjadi selain dari orang yang telah merasakan manisnya jalan ini dan merasakan kelezatannya. Ia tidak lagi mempedulikan apapun selain keridhoan robbnya, ia tidak lagi peduli selain bagaimana bisa berjumpa Alloh dalam keadaan Dia ridho dan terbunuh di jalan-Nya.
Siapakah di antara kita yang hendak meniru tekad-tekad baja seperti ini?          ---….siapa!!! …..siapa!!!----
Siapakah di antara kita yang hendak meniru tekad Ahmad bin Hanbal, Ibnu Taimiyah, dan Al-‘Izz bin Abdissalam? Mereka membawa panji jihad fi sabilillah, kuat di hadapan musuh-musuh Alloh. Sementara sekarang ini,    ulama meninggalkan medan tempur, mereka mundur dari memegang tampuk kepemimpinan kafilah jihad ini, mereka merasa berat untuk mengorbankan nyawa karena Alloh. Belum cukup seperti itu, ditambah lagi mereka masih meneriaki mujahidin dan mengalamatkan berbagai tuduhan negatif kepada mereka, engkau tidak dengar suara mereka selain seruan untuk melawan mujahidin…semua itu dilakukan dengan alasan sebagai alat politik dan mencapai kesopanan.
Aku sendiri tidak tahu, kapan mereka akan meninggalkan “fikih kekalahan sebelum perang”, dan pemahaman takut dan pengecut itu.
Tidakkah kalian dengar, bagaimana mereka mengingkari pemenggalan orang Amerika bernama Bergh, itu?
Mereka paling depan untuk mengingkari aksi ini karena sebelumnya mereka sudah mundur dari memerangi orang-orang kafir, dan karena mereka belum pernah menghirup angin ‘izzah (harga diri dan kemuliaan), belum pernah merasa tinggi dengan kandungan-kandungan iman yang seorang mukmin harus merasa tinggi di hadapan kejahiliyahan dan pengikutnya,
وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لاَ يَعْلَمُونَ
Artinya : “Dan milik Alloh, rosul-Nya, dan orang-orang berimanlah harga diri (izzah) itu, akan tetapi orang-orang munafik tidak mengetahui.” (QS. Al-Munafiqun 8)
Orang-orang seperti mereka sangat sulit membayangkan dirinya –karena posisinya sebagai budak yang hina—bisa menyembelih sang majikan, yaitu orang Amerika.
Benar! Mereka terlanjur menetek susu kehinaan dari puting ibu-ibu mereka sampai kehinaan itu mengalir dalam diri mereka. Maka sangat sulit sekali mereka bisa berubah dan berganti. Fakta pahit ini memang tidak mereka nyatakan terus terang, tapi mereka membungkusnya dengan selendang kefakihan dalam urusan agama, mereka menampilkan fakta ini dengan menghiasinya menggunakan pakaian hikmah (sikap bijaksana). Mereka mengklaim dan kemudian berdusta, dengan mengatakan bahwa aksi eksekusi ini memperburuk citra Islam dalam pandangan orang-orang barat yang memiliki perasaan sensitif, kata mereka dunia sebelum adanya aksi ini sangat reaksioner dengan kejahatan yang terjadi di penjara Abu Gorhib dan Guantanamo, tapi gara-gara ada aksi pemenggalan ini timbul dampak negatif terhadap reaksi dan respon positif negara-negara di dunia tadi.  Bahkan, fanatisme kebangsaan si anjing bangsa Rum, Bush, tadinya sudah mereda hingga titik paling rendah; tapi gara-gara ada aksi pemenggalan ini, emosi kebangsaannya kembali memuncak. Seolah-seolah orang-orang yang katanya memiliki kebebasan di dunia itu sudah menghunus pedangnya, menugaskan pasukannya dengan serius, dan sudah benar-benar melongokkan kepalanya untuk membebaskan Irak dan menyelematkan orang-orang bebas serta wanita-wanita yang kehilangan anaknya dari penjara kebengisan dan kedzaliman.
Yang sangat patut disayangkan adalah, media informasi salibis kafir itu berhasil –dengan didukung persetujuan orang-orang yang sekulit dengan kita— memberikan pengaruh dalam pembentukan pribadi orang Islam. Melalui tekanan yang menakutkan, dan jaringan-jaringan informasi dunia arab dan internasional, mereka berhasil mencuci otak kaum muslimin, mempengaruhi pemikiran mereka, membalik fithroh mereka, dan menjadikan tekad mereka menjadi banci.
Subhanalloh! Musuh dari kaum salib yang penuh dengki datang membawa program yang mengkhawatirkan, yaitu ingin menguasai umat Islam dan memberikan kekuasaan bagi kaum yahudi, memerangi syariat, merampas kehormatan, memperkosa harga diri, melancarkan kehinaan dan kerendahan kepada umat manusia, sementara umatku hanya melihat dari kejauhan, tidak mampu berbuat apapun selain menampar pipi dan menangis, umatku tidak mampu mematahkan rantai kehinaan yang diikatkan kepadanya sejak zaman yang lama.
Telah lahir generasi yang terasuki penyakit kehinaan dan dihinakan dengan pakaian aib. Maka neraca penilaiannya berubah dengan sangat drastis, generasi ini kehilangan neraca penilaian yang didasarkan kelurusan dan hidayah dari langit, sebagaimana diberitakan oleh Ash-Shodiqul Mashduq (Rosululloh):
(تُعْرَضُ الْفِتَنُ عَلىَ الْقُلُوْبِ عِرْضَ الْحَصِيْرِ عُوْداً عُوْداً، فَأَيُّ قَلْبٍ أَنْكَرَهَا نُكِتَ فِيْهِ نُكْتَةً بَيْضَاءَ، وَأَيُّ قَلْبٍ أَشْرَبهَاَ نُكِتَتْ فِيْهِ نُكْتَةً سَوْدَاءَ، حَتَّى يَصِْيرَ الْقَلْبُ عَلَى قَلْبَيْنِ: أَبْيَضَ مِثْلِ الصَّفَاةِ لاَ يَضُرُّهُ فِتْنَةٌ مَادَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَاْلأَرْضُ، وَاْلآخَرِ أَسْوَدَ مِرْباَزاً كَاْلكَوْزِ مُجْخِياً، لاَ يَعْرِفُ مَعْرُوْفاً وَلاَ يُنْكِرُ مُنْكَراً، إِلاَّ مَا أُشْرِبَ مِنْ هَوَاهُ)
Artinya : “Berbagai fitnah dilancarkan kepada hati seperti dianyamnya tikar satu bilah demi satu bilah, maka hati mana saja yang mengingkari fitnah itu, akan tertitik di sana satu titik putih. Dan hati mana saja yang tenggelam olehnya, maka akan dititikkan satu titik hitam. Sehingga hanya ada dua hati saja: Hati yang putih seperti batu yang halus, ia tidak akan terpengaruh fitnah selama masih ada langit dan bumi; dan hati yang hitam dan tertutup seperti mangkuk yang terbalik, tidak mengerti mana yang makruf, dan tidak mengingkari perkara yang munkar, selain yang sesuai dengan keinginan hawa nafsunya.”
Inilah Abu Bakar Ash-Shiddiq, sosok penyayang dan belas kasih –ayah dan ibuku menjadi penebusnya—, beliau menggambarkan buat kita sebuah jalan yang terang dan sunnah yang jelas, ketika beliau dikirimi surat tentang tawanan yang oleh kaumnya hendak ditebus dengan sekian dan sekian, beliau menjawab, “Bunuh tawanan itu, sungguh membunuh satu orang musyrik lebih aku sukai daripada sekian dan sekian…”
Sebagian utusan berusaha untuk menyelamatkan si bule ini, mereka membayar kepada kami harta berapapun yang kami minta, meskipun kami sangat membutuhkan harta guna mendorong roda jihad, tapi kami lebih memilih membalaskan dendam saudara-saudara dan umat kami…. Subhanallah!! Lahaula wala quwwata ilabillah!!
…. Sampai disini tuturan beliau, …. Orang yang patut kita contoh dan teladani tekadnya yang mampu mengguncang negeri dua aliran sungai, Iraq hingga macan-macan kesatria islam lahir dan beranak pinak di sana, … menjadi tumbal tegaknya daulah islam yang dipimpin oleh Syaikh Abu Umar al-baghdady Hfizduhullah.

23.  Serahkan Barang dagangan kepada “Sang Pembeli”
Kalian telah jual nyawa kalian kepada Alloh Ta’ala, kini di hadapan kalian hanya ada satu pilihan saja, yaitu engkau serahkan barang dagangannya kepada Sang Pembeli.  Allah ta’ala berfirman :
إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالإنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Artinya : “Sesungguhnya Alloh telah membeli dari orang-orang beriman, jiwa dan harta mereka, dengan memberikan surga kepada mereka; mereka berperang di jalan Alloh lalu membunuh atau dibunuh. Sebagai sebuah janji yang benar di dalam kitab Taurat, Injil, dan Al-Quran. Dan siapakah yang lebih benar janjinya daripada Alloh? Maka berikanlah kabar gembira dengan jual beli yang kalian adakan, dan itulah keberuntungan yang besar.”(QS. At-Taubah 111)
Syaikh Abu Mus’ab Rahimahullah menjelaskan : “Jika pembeli telah menerima barang dagangan, maka terserah mau Dia apakan dagangan tersebut. Terserah mau Dia letakkan di mana; kalau Dia berkehendak, akan diletakkannya di istana, kalau Dia berkendak akan diletakkannya di penjara, kalau Dia berkehendak akan diberinya pakaian paling gagah, kalau Dia berkehendak akan menjadikannya telanjang kecuali sebatas penutup aurat, kalau Dia berkehendak akan menjadikannya kaya, kalau Dia berkehendak akan dijadikannya fakir miskin, kalau Dia berkehendak akan dijadikanya tergantung di tiang gantungan, atau menjadikan musuh menguasainya lantas membunuh atau mencincangnya.”
Sayyid Qutb Rahimahullah mengomentari kejadian yang menimpa Ashhabul Ukhdud, beliau mengatakan, “Contoh seperti ini pasti terjadi (lagi), di mana orang beriman tidak ada yang selamat dan orang kafir tidak ada yang disiksa. Hal ini agar tertancap dalam benak orang-orang beriman para pelaku dakwah kepada Alloh, bahwa mereka bisa saja dituntut mengakhiri jalan yang ia tempuh menuju Alloh dengan kejadian seperti ini. Supaya mereka mengerti bahwa mereka sama sekali tidak memiliki kekuasaan sedikitpun mengatur urusan, urusan mereka dan urusan akidah semata-mata dikembalikan kepada Alloh. Kewajiban mereka hanyalah melaksanakan kewajiban yang dibebankan kepada mereka setelah itu,  jalan. Kewajiban mereka itu adalah mengedepankan Alloh dan akidah di atas kehidupan, serta merasa tinggi dengan imannya di atas berbagai fitnah, dan berbuat jujur kepada Alloh dalam beramal dan niat. Setelah semua ini, Alloh akan memperlakukan diri mereka dan musuh mereka sebagaimana yang Dia kehendaki terhadap dakwah dan agama-Nya, bisa saja mereka akan mengakhirinya dengan salah satu kejadian yang sudah terjadi dalam sejarah iman, atau mengakhirinya dengan cara lain sesuai yang dikehendaki dan dilihat oleh Alloh. Mereka adalah orang-orang yang bekerja di sisi Alloh, apa kemudian pantas orang yang menjual seekor kambing marah, atau hatinya tidak terima, ketika sang pembeli menyembelihnya?”
Bukankah engkau mendengar kejadian yang menimpa singa Alloh dan singa Rosul-Nya, Hamzah? Perutnya dibelah, hatinya dikeluarkan, dan tubuhnya dicincang.
Bukankah engkau mendengar apa yang dialami manusia terbaik, Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, ketika perang Uhud?
Renungkanlah keadaan para nabi dan rosul yang merupakan makhluk-makhluk pilihan; nabi Ibrohim –alaihissalam-- dilemparkan ke dalam api, nabi Zakariya –alaihissalam-- digergaji tubuhnya, nabi Yahya –alaihissalam-- (yang berjuluk as-sayyid al-hashur, yang artinya seorang teladan dan menahan hawa nafsu) disembelih, Nabi Ayyub  –alaihissalam-- berkutat dalam bala ujian selama bertahun-tahun, nabi Yunus –alaihissalam--  dikurung di dalam perut ikan hiu, Nabi Yusuf –alaihissalam--  dijual dengan harga murah dan harus mendekam di penjara selama beberapa tahun.
Semua itu mereka jalani dengan rasa ridho terhadap robb dan majikan mereka yang Maha benar.
Dulu, ada sebagian salaf yang mengatakan, “Seandainya tubuhku dipotong-potong dengan gunting, itu lebih aku sukai daripada mengatakan kepada sesuatu yang sudah ditetapkan Alloh: “Seandainya saja itu tidak terjadi.”
Oleh karena itu, wahai ikhwan-ikhwanku, jadilah orang-orang yang tidak mencampuri urusan Alloh –sang majikan— dalam mengurus dirinya, tidak menentang pilihan yang Alloh pilihkan untuknya. Mereka yang kami ceritakan di atas tidak pernah campur tangan dalam pengurusan Alloh terhadap kekuasaannya, dengan mengatakan: “Seandainya begini, tentu jadinya begini,” tidak juga mengatakan, “Seandainya,” “Jikalau,” dan “Kalau saja,”
Pilihan yang Alloh berikan bagi orang beriman adalah pilihan teragung dan terbaik, walaupun tampaknya sulit dan berat, atau di dalamnya ada kehancuran harta, hilangnya jabatan dan kedudukan, kehilangan keluarga dan harta, atau bahkan lenyapnya seluruh urusan dunianya.
Ingatlah kisah perang Badar, lalu renungkanlah baik-baik. Kala itu sebagian shahabat menginginkan peristiwa Badar sebagai waktu menaklukkan kafilah dagang. Akan tetapi Alloh ta’ala memilihkan pasukan perang untuk mereka hadapi, padahal perbedaan antara keduanya sangat-sangat jauh. Apakah yang ada dalam kafilah dagang? Makanan yang disantab, setelah itu pergi ke tempat buang air, pakaian yang kemudian lusuh dan dibuang, serta dunia yang akan segera lenyap. Adapun menghadapi pasukan perang; di sana ada pemisah yang dengannya Alloh pisahkan antara yang haq dan yang batil, ada kekalahan dan bertekuk lututnya kesyirikan, tinggi dan menangnya tauhid, di sana para pemuka kaum Quraisy yang selalu menghalangi Islam terbunuh, dan cukuplah bahwa Alloh melihat hati pasukan Badar kemudian berfirman: “Lakukanlah sesuka kalian, Aku telah ampuni kalian.” …. Sampai disini tuturan beliau syaikh Abu Mus’ab Rahimahullah.
Wahai ikhwan, ambilah pelajaran, … bukanlah dari tabiat jihad hidup dengan menjauhi bala’, kesengsaraan, airmata dan darah….jangan kita ingkari, dengan hawanafsu yang menjerumuskan dan kebodohan yang membinasahkan.  Jangan kalian berangan, … selalu berangan, & terus ingin berangan menegakkan islam tanpa jihad.  Sungguh genderang perang telah di tabuh, bahkan musuh telah siap dengan seluruh kekuatan, akankah kita masih dibayangi subhat tandzim atau jama’ah yang harus di jaga “keselamatannya”, ….
Jangan kalian menunggu ikhwan digulung!!! …. Dan di cincang terus menerus!! … jangan kalian menunda-nunda, hingga semua ikhwan akan tercengang!!!, …. Menanti di penjara atau tiang gantungan tanpa perlawanan!!! ... dimana para wanita menggantungkan harapan, dimana anak-anak meletakkan impian!! Jika para perwira mundur dari medan perang dan menganut fiqh “kalah sebelum perang!!!”

24.       Jangan halangi mereka ya Ust.!!!.

Ketika ibtila’ terjadi begitu dahsyat, …. dari atas dan dari bawah, dari kiri dan dari kanan, dari depan dan dari belakang, … hidup dalam keadaan tertekan, tertindas, susah tinggal dimana-mana, maisyah tak tentu arah, kawan sendiri menghindar sampai sikapnya tak ramah, selalu diintai musuh, dibuntuti, ditangkap, dipenjara bahkan dibunuh dengan sadis… maka kemana kita akan berharap pertolongan !!!! …. Tidak ada tempat bergantung selain hanya kepada Dzat yang menguasai segala sesuatu dan keadaan.  Yang menguasai malam dan siang, ….. yang menguasai hidup dan mati, ….. yang menguasai maysriq dan magrib, …. Yang menguasani setiap jiwa, …..Yang menguasai setiap ubun-ubun musuh seluruhnya tak terkecuali.
Ingatlah ikhwan sekalian, betapa gambaran ibtila’ yang dahsyat  sangat akrab dengan para sahabat.  Ketika mereka melihat ancaman yang sangat besar dari pasukan multinasional (gabungan kabilah-kabilah jaziroh arab) pada perang ahzab, di dalam kota Madinah sendiri bani quraidhoh dan kroninya hendak membokong kaum muslimin, hingga Rasulullah mengungsikan para wanita dan anak-anak.  Betapa berat ujian ketika itu hingga para sahabat tidak bisa lagi melihat dan berfikir sehat, dan menyangka dengan persangkaan yang beraneka ragam.

Allah ta’ala berfirman :

إِذْ جَاءُوكُمْ مِنْ فَوْقِكُمْ وَمِنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَإِذْ زَاغَتِ الْأَبْصَارُ وَبَلَغَتِ الْقُلُوبُ الْحَنَاجِرَ وَتَظُنُّونَ بِاللَّهِ الظُّنُونَا هُنَالِكَ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُونَ وَزُلْزِلُوا زِلْزَالًا شَدِيدًا

Artinya : “(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan(mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka. Disitulah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat.” (QS. Al-Ahzab 10-11)

Ikhwan sekalian, hari ini jika kalian merasakan kegoncangan yang dahsyat akibat perbuatan musuh-musuh kalian, …. maka berbahagialah!!!.  Mudah mudahan Allah akan menaikan derajat dan maqom kalian.  Namun ditengah-tengah kegoncangan ini, masih ada sebagian ikhwan yang justru melemahkan dan “nggembosi” sebagian kelompok anak-anak muda yang aktif melakukan serangan-serangan, melakukan balasan-balasan dan pukulan-pukulan terhadap musuh.

Bukankah anak muda menjadi andalan & simbul kekuatan kaum muslimin dalam memukul dan membalas perbuatan-perbuatan musuh!!!  Tidakkah kalian ingat ashabul kahfi, semuanya pemuda.  Para sahabat yang gagah berani yang maju ke medan perang, rata-rata adalah para pemuda.  Ghulam yang telah membunuh daabah, hingga rahib mengatakan “Hari ini, engkau lebih baik dari aku!!! (karena engkau meski ilmunya sedikit, namun telah berani melakukan amal untuk manfaat yang banyak). Thaliban & Abu sayyaf Group (ASG), mayoritas mereka adalah para pemuda, dan serangan yang penuh barokah terhadap gedung kembar WTC di New York city USA, adalah belasan para pemuda utusan syaikh Usama!!! 

…….. lalu apakah dalil yang bisa kalian kemukakan, jika kalian melarang anak-anak muda dari umat ini melakukan amaliyat!!! ….. Jangan halangi mereka ya Ust.!!!..... jangan halangi, jangan melemahkan mereka dengan komentar-komentar kalian, jangan gembosi mereka, jangan kalian pasung mereka dengan seperangkat aturan tandzim dan jangan jauhkan mereka dari area dan medan pertempuran.
   
Panutan kita Asy-Syaikh Abu Abdillah bertutur “Dan demikian pula pada hari ini, para mujahidin mengatakan kapada para ulama’ dan da’i yang mencintai
kebenaran dan tidak berkompromi dengan kebatilan; Kalian telah mengangkat bendera agama Islam dan kalian mengetahui bahwa yang kalian angkat itu adalah benar-benar ajaran Rosululloh, dan sesungguhnya jika kalian mengemban agama itu dengan benar, itu artinya kalian pasti memisahkan diri dari pemerintah-pemerintah Arab dan juga selain Arab di seluruh muka bumi, membunuh para pemuka kalian dan kalian akan dihimpit oleh pedang. Maka jika kalian mampu bersabar untuk melaksanakan itu semua maka jagalah bendera itu dan Alloh akan memberikan pahala kepada kalian. Dan jika kalian takut maka biarkanlah bendera perlawanan dan peperangan berjalan, dan janganlah kalian halang-halangi para pemuda Islam untuk berjihad fii sabiilillaah, karena hal itu lebih ringan bagi kalian di sisi Alloh.” (Taujihat Manhanjiyyah, vol 2)

Biarkan para pemuda itu melakukan amaliyat, .... biarkan para pemuda itu menukar kesenangan dunia mereka dengan akherat yang kekal, .... biarkan mereka berperang menemui kesyahidan, .... Biarkan mereka menemui janji-janji Allah berupa pertolongan dan kemenangan, di dunia dan di akherat .... diam kalian wahai para ust!!!!, lebih baik di hadapan Allah, daripada komentar kalian justru menghalangi para pemuda dari mengorbankan darah dan tulang-belulang mereka untuk menjadi tumbal tegakknya kalimat Allah.  .......... karena kalimat Allah tidak akan tegak hanya dengan dakwah & tazkiyah saja,  atau yang lainnya, .....  tetapi kalimat Allah itu tegak dengan jihad fi sabilillah!!!! .... degan amal nyata, ..... dengan serangan-serangan fisik yang menimbulkan kekalahan nyata di fihak musuh.

Maka sudah selayaknya bagi para pemuda yang telah Alloh lapangkan dadanya
untuk mencintai agama ini dan menjadi tumbal di jalan Alloh, ..... tidak usah menoleh kepada para Qoo’idun, tidak usah menoleh kepada orang-orang yang condong kepada dunia dan perhiasannya.

Allah telah berfirman :

فَلْيُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يَشْرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالْآَخِرَةِ وَمَنْ يُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيُقْتَلْ أَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا
Artinya : ”Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat (mereka) berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar.” (QS. An-Nisa’ 74)

.....perhatikanlah & berhati-hatilah kalian dari berbagai pendapat dan perkataan orang-orang yang duduk-duduk & tidak ikut berperang dan amaliyat, karena perkataan ahlu tsugur lebih diutamakan dari pekataan mereka.  Meski mereka ust. Besar, kibar jama’ah, senior jama’ah, dan sebutan lainnya. ....nasalullah al-afiah.

25. Fakta jangan dikalahkan dengan husnudzon!!

فينبغي على كل أخ من الأخوة المجاهدين أن يتدبر ويُعمل عقله ولا يعطله وأن يفرق بين  حُسن الظن بالقادة وبين أن يكون كَيِّساً فطناً يزن الأمور والرجال بميزان الإسلام ويترفع عن أن يكون إمَّعَة يتبع القادة على غير بصيرة ,
Hendaknya setiap mujahid itu merenung dan menggunakan akalnya, jangan malah mengebirinya. Hendaknya ia bisa bedakan antara husnudzon terhadap Qodah dengan bersikap cermat, menimbang segala sesuatu dan semua orang berdasarkan timbangan Islam. Jangan sampai ia membeo saja, mengikuti Qodah tanpa mengerti.
(Syaikh Usamah bin Ladin, 29 desember 2007)

Sejatinya demikian …. Banyak ikhwan pekewoh!!! Ndak enak kecuali taat!!! Ga usah neko-neko jika para ustadz atau para petinggi sebuah jama’ah telah memberikan putusan dan arahan.  … pokoknya taat bulat, titik!!! Inilah fenomena sebuah jama’ah yang tidak sehat, … tak ada progress berarti dan jumud.  Seharusnya ada dalam komunitas tersebut suasana saling nasehat-menasehati antara komandan dan bawahan, antara mas’ul dengan anggotanya, ….

Tetapi nyatanya, … anggota atau bawahan jama’ah tersebut mengekor tanpa batas, …. Apa yang dilakukan komandan dan mas’ulnya ditelah sebagai sebuah kebenaran yang tak ada kata, kecuali : siaaaaap!!! … Laksanakan tugas!!!.  Meski keputusan, aturan, atau program yang dibuat tidak mengarah kepada jihad yang nyata, …. Tidak mengarah kepada pengerahan personal untuk melawan dan membalas pukulan-pukulan musuh, … meski program yang dilakukan pada hakekatnya hanya duduk-duduk dari amaliyat, … meski hakekatnya ta’thilul jihad!!!! Lahaula wala quwwata ilabillah!!!

Faktanya, …. Tak ada jihad (baca : amaliyat) yang ditekuni secara jamai, ….. fakta tidak bisa dikalahkan dengan dhon, … atau husnudzon (baik sangka) para anggota sebuah jama’ah dengan para pimpinannya.  Sejatinya, ya apa yang tengah terjadi dalam jama’ah tersebut.  Puluhan tahun tak ada pukulan-pukulan berarti terhadap musuh. … musuh yang telah mengoyak-ngoyak izzah islam dan kaum muslimin, musuh yang telah membantai anggota-anggota jama’ah yang terbaik dan berprestasi, musuh yang telah membangun dinding-dinding kekuatan untuk menindas kaum muslimin, ……  dibiarkan saja. …. Ya dibiarkan saja, … 

…. Dibiarkan saja, meski jika dengan 20 orang saja dari kalian yang benar-benar bersabar dalam amaliyat dan masyaqoh, maka akan mengalahkan 200 orang dari musuh-musuh kalian dari kalangan kafirin dan murtadin, … ini rumus dari al-Qur’an (Al-Anfal), …. Jangan kalian menutup mata, jangan kalian pura-pura tidak tahu, jangan kalian lari dari formula dan janji ini, … meski anda telah menghafal ayat tersebut berkali-kali!!!

Lupakah kalian dengan “the single fighter of mujahedeen” ; Ramzi Yusuf???? Dengan arahan sedikit saja dari syaikh Usama hafidzuhullah, beliau ramzi Yusuf mampu menggoncang dan menyerang dengan dahsyat sekian negara, …… diantaranya menyerang Amerika, Iran, Thailand, Pakistan, dan Philipina.  Sendirian …. Ya sendirian!!!!!, dengan berbagai kemampuan yang ia miliki, ia mampu mewakili dunia islam ketika itu, … mewakili sekian juta manusia yang duduk-duduk!!!! Untuk memberikan pukulan-pukulan yang mengena dan mematikan terhadap kepentingan dan posisi musuh.   

Karena itu, … husnudzon kalian dengan para petinggi kalian bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun adalah belenggu!!!!, …. Belenggu yang berbahaya.  …. Kalian katakan kepada petinggi kalian, “kita ini terserah saja dengan apa yang dilakukan oleh petinggi-petinggi kita”, … “kita ini ikut saja dengan mas’ul”, …. “apalah Kita ini dibandingkan dengan petinggi-petinggi kita”, …. Dan ungkapan-ungkapan lainya, yang intinya husnuzdon yang membabibuta kepada komandan dan apa yang dilakukan mereka.  Padahal kenyataan yang menimpa jama’ah tersebut yang berbicara, …. Fakta-fakta yang terjadi dilapangan dari sebuah jama’ah jihad, merupakan cerminan taktik dan strategi para pemimpinnya, ….

Sekali lagi fakta di lapangan tidak bisa dikalahkan dengan husnudzon kalian dengan komandan kalian, …. Oleh karena itu, kalau kalian tidak dapat atau tidak bisa memberikan masukan atau tidak bisa membuat perubahan dalam jama’ah yang nasibnya seperti itu, ……. Maka, kami nasehatkan pergilah kalian dari jama’ah itu, …. kemudian cari dan angkatlah pemimpin yang benar-benar mengajak kepada kemuliaan dengan mengobarkan semangat berperang melawan musuh-musuh Allah dan kaum muslimin. …. Meski sedikit, …. Meski beberapa orang atau hanya puluhan orang. Tetapi yakinlah dan bersabarlah!!!!, … insyaallah kalian dapat memanggul bendera jihad dengan benar dan nyata ….. kalian mampu melaksankan faridhoh jihad yang disyariatkan.

Tidak ada dakwah yang lebih manjur, kecuali da’wah bil hal!!! … ya dengan perbuatan, dengan amal nyata, dengan langkah-langkah serius menuju amaliyat dan mengejar musuh dimanapum mereka berada. … mengejar musuh paling utama, yaitu amerika dan sekutu-sekutunya, …. Lalu musuh utama, yaitu pemerintah murtad dan kroninya, dan ketiga musuh yang berbaju sama dengan kalian dari golongan pengekor orang-orang kafir dan murtadin serta aimatul kufr.  

26.  Jangan menyerang Amerika dan sekutunya di Indonesia!!!

Banyak ikhwan yang masih belum memahami bagaimana sejatinya hukum memerangi AS di Indonesia, ada yang setuju tetapi lebih suka diam saja, ada yang tidak setuju karena dianggap merugikan dan tidak sesuai dengan misi dakwah yang sedang diusung. Atau tidak sesuai dengan khitoh jama’ah tertentu karena dianggap kontra produktif dan tidak sesuai dengan tahapan program.

Adapula yang menganggap Amerika & sekutunya yang berada di luar medan jihad semisal Iraq, Afghonistan, Somalia dll. itu dianggap terikat perjanjian dengan kaum muslimin, …. apakah itu benar??

Coba kita rujuk kepada pendapat Syaikh Nashir Al-Fahd tentang masalah-masalah tersebut. Beliau menjelaskan : Tidak diragukan lagi, musuh terbesar bagi Islam dan kaum muslimin pada zaman sekarang adalah AS. Jika kita ingin mendata kejahatan-kejahatan AS kepada Islam dan kaum muslimin pada abad-abad belakangan ini, tentulah memakan banyak tempat. AS membantai banyak bangsa Islam. Jumlah korban umat Islam, yang mereka bunuh di Iraq dan Afghanistan saja mencapai sekitar dua juta jiwa. AS mengembargo, mengusir, mencucui otak, merampas kekayaan alam, dan menginvasi banyak bangsa muslim. AS mengangkat thaghut-thaghut yang memerintah bangsa muslim dan memperlakukan umat Islam dengan kekejian yang belum pernah ditimpakan oleh musuh-musuh Islam, baik pada masa dahulu maupun masa belakangan.

Sekarang kita menyaksikan, AS menembakkan ribuan rudal dan berton-ton bom ke arah kaum muslimin, tanpa membeda-bedakan antara anak-anak, orang tua dan kaum wanita. Untuk apa harus meilah-milah? Bagi mereka, kaum muslimin tak lebih dari serangga yang harus dimusnahkan dari muka bumi.

Berjihad, mengincar dan memerangi mereka di manapun mereka berada (termasuk di Indonesia, pen.), termasuk kewajiban paling wajib, dan qurubat (amalan untuk mendekatkan diri kepada Allah) yang paling agung. Mereka telah menghancurkan Negara, membunuh banyak rakyat, dan memerangi umat Islam di setiap tempat. Tidak diragukan lagi, dan tak terbantahkan lagi, mereka adalah aimmatul kufri (gembong kekafiran) abad ini. Allah berfirman ( Dan perangilah para pemimpin kekafiran, karena sesungguhnya mereka tidak mempunyai jaminan keamanan). Seandainya saya -- Syaikh Nashir Al-Fahd-- mempunyai sepuluh anak panah, niscaya akan saya bidikkan semuanya ke arah mereka, saya tidak akan membidik selain mereka. Saya bersumpah demi Allah, jika saya dimudahkan (berkesempatan)  untuk melaksanakan bom syahid terhadap mereka, saya tak akan ragu-ragu sesaat pun.
Jika Allah memudahkan, dari 1 milyar umat Islam ada 1000 orang yang melakukan operasi bom syahid untuk menghantam seluruh kepentingan dan pangkalan mereka di setiap tempat, niscaya 1000 orang tersebut akan mengalahkan dan memukul mundur mereka dalam keadaan hina dan merugi.

Duhai alangkah hina dan memalukan Fir'aun-Fir'aun itu memperbudak dan menyiksa umat Islam dengan keji, namun umat Islam tidak menemukan orang yang melawannya, bahkan Fir'aun-Fir'aun itu mendapat perlindungan dari para thaghut dan antek-anteknya !!!!!

Amat tepat apa yang dikatakan oleh Al-Qadhi Abu Sa'ad Al-Harawi rahimahullah setelah Al-Quds jatuh ke tangan tentara salib :

Kulihat, umatku tak melepaskan tombak
Ke arah musuh, padahal ialah tiang agama
Kalian jauhi api karena takut binasa
Kalian lupa, itu pasti kan berbuah kehinaan.

Relakah pasukan bangsa arab disiksa
Tunduk hina di hadapan singa bangsa ajam.
Duhai, kiranya mereka tak gagah membela
Agama, cemburulah tuk bela kehormatan keluarga.

Hendaklah kita memahami, inti syubhat orang-orang yang mengharamkan memerangi dan membunuh AS di selain negara yang mereka invasi (semisal Iraq dan Afghonistan), ada dua yaitu :
a. Syubhat perjanjian damai ('ahd). Mereka mengatakan : “AS adalah mu'ahadun, dan siapa yang membunuh mu'ahad tidak akan mencium bau surga, sebagaimana disebutkan dalam hadits.”
b. Syubhat mashlahat dan mafsadah. Mereka mengatakan : “Memerangi AS akan menghantarkan umat Islam kepada musibah yang tidak mampu mereka tanggung.”

Jawaban beliau --Syaikh Nashir Al-Fahd-- Syubhat mereka bisa dijawab :
a.   Masalah 'ahd. Demi Allah, antara kita dengan mereka tidak ada 'ahd. Mereka adalah kafir harbi di manapun mereka berada dan menetap, sekalipun mereka menggelayut pada kain KA'BAH. Perjanjian yang diadakan oleh pemerintah-pemerintah (di negeri kaum muslimin, terutama Negara-negara Teluk-pent) dengan tentara salib itu bukanlah perjanjian yang syar'i (berdasar dan sah menurut syariat Islam). Perjanjian itu diadakan berdasar konstitusi thaghut PBB, diadakan oleh kelompok (pemerintah murtad—pent) yang tidak muraqabah kepada Allah dalam menjalankan tugasnya, bahkan kepentingan mereka hanyalah menjaga kursi kekuasaannya semata. Taruhlah perjanjian itu sah menurut syariat, namun pembatal-pembatalnya bukan hanya puluhan, namun ratusan. Mulai dari : memerangi agama kita, deklarasi perang salib, pengusiran umat Islam dari negeri kaum-muslimin, membantu musuh (Israel dll.) dalam mengusir umat Islam, pembatalan banyak perjanjian, campur tangan dalam banyak hukum Islam, membantu musuh-musuh Islam di setiap tempat, memburu-membunuh dan menawan mujahidin di seluruh penjuru dunia, merampas kekayaan alam kaum muslimin, dan banyak hal lainnya yang 1/10-nya saja sudah cukup untuk membatalkan perjanjian damai ('ahd), kalau memang perjanjian damai tersebut sah menurut syariat.

Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam mengadakan perjanjian damai (gencatan senjata, SHULHU HUDAIBIYAH-pent) dengan Quraisy. Ketika Quraisy secara sembunyi-sembunyi membantu Bani Bakr (sekutu Quraisy)  dalam menyerang Bani Khuza'ah (sekutu kaum muslimin), perjanjian tersebut dianggap batal, padahal Quraisy hanya membantu sekali saja !!!!. Bagaimana dengan pelanggaran-pelanggaran AS pada masa sekarang yang tidak bisa dihitung lagi ????

Bukan termasuk perjanjian damai yang syar'i, bila isinya pemberian keamanan kepada tentara salib untuk menghantam umat Islam semaunya sendiri.

Alhamdulillah, saya sudah menjelaskan secara rinci dalil-dalil syar'i dan pendapat para ulama yang menetapkan bahwa antara kita dengan tentara salib tersebut tidak ada perjanjian damai, bahwa antara kita dengan mereka adalah perang. Saya juga telah membantah syubhat-syubhat seputar masalah ini dalam buku saya “Nasyrul Bunud”.

b. Masalah mashalih dan mafasid : memang benar, jika mafasid sebuah urusan lebih besar dari mafasidnya, maka saat itu urusan tersebut tidak disyariatkan. Namun, dalam hal ini saya ingatkan dua hal :
-   Mashalih dan mafasid yang dimaksud di sini adalah mashalih dan mafasid syar'iyah hakikiyah (berdasar syariat dan betul-betul nyata), bukan dalam dugaan (dzhon belaka).
-   Orang yang paling layak memandang mashalih dan mafasid jihad adalah mujahidin, bukan qa'idun (orang yang duduk-duduk tidak berjihad) yang tidak mengerti cara membawa pistol !!!

27.  Jihad jalan terus, meski kalian diam dan duduk-duduk.
Wahai ikhwan, … ketahuilah bahwa jihad ini milik Allah, … Dia-lah yang menguasai keberlangsungannya hingga hari kiamat, dan Allah sendiri yang akan menjamin para pembelan-Nya yang berjihad pada setiap masa … Allah senantiasa menolong mereka, mengokohkan mereka, meneguhkan pendirian mereka, mereka tidak gentar dengan besarnya & hebatnya pasukan musuh, tidak lari dari canggihnya peralatan perang musuh dan mereka tidak terpengaruh terhadap pencela, penggembos dan pelemah semangat jihad, meski mereka saudara atau ikhwan seperjuanngannya.   
Jadi, …. Meski banyak yang dududk-duduk, …. Jihad akan jalan terus!!! Meski banyak yang tidak mau dan enggan berjihad, …. Amaliyat akan jalan terus!!! Meski banyak penggembos dari kalangan alim-ulama, … jihad akan jalan terus!!! … jihad akan jalan terus meski sepi penempun dan sedikit yang berani dan mau bergabung, …                                               
Syaikh Abu Basheer menyatakan bahwa : “Kami meyakini bahwasanya jihad itu selalu berjalan terus, baik bersama orang yang baik maupun yang jelek, ada pada setiap zaman, baik ada imam maupun tidak. Dan bahwasanya jihad itu bisa dilakukan dengan sendiri maupun lebih, tidak membutuhkan dukungan para pendosa dan tidak juga dari ‘gembosan’ para penghalang. Sampai datangnya hari Kiamat.”
Rasulullah –shallallahu alaihi wasallam- bersabda:
"لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي يُقَاتِلُونَ عَلَى الْحَقِّ، ظَاهِرِيْنَ عَلَى مَنْ نَاوَأَهُمْ، حَتَّى يُقَاتِلَ آخُرُهُمْ الْمَسِيْحَ الدَّجَّالَ ". وَفِيْ رِوَايَةٍ:" إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ ".
Artinya : “Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku yang berperang di atas kebenaran, selalu menang atas orang-orang yang memusuhinya, hingga orang-orang akhir mereka berperang bersama Al-Masih melawan Dajjal.” Dan dalam riwayat yang lain “Sampai hari Kiamat.”
Jadi, meski kalian duduk-duduk, … meski kalian menunda-nunda, … meski kalian membuat tahapan-tahapan nanti 10-15 tahun lagi, … atau bahkan kalian menghalangi-halangi atau menggembosi dengan ungkapan-ungkapan kalian, maka ingat!!! Ingat!!! …….. Bahwa jihad akan jalan terus!! Iya … tanpa kalian atau dengan kalian, jihad akan tetap jalan terus.
Jadi, …. Kalau ada sekelompok pemuda yang melakukan amaliyat, … jihad jalan terus.  Dan Seandainya tidak ada yang berjihad pun, maka jihad akan jalan terus!! Bisa jadi di bumi lain dan kaum yang lain …………….
Jadi silahkan kalian pilih, … dan kalian perhatikan dengan terliti untuk apa umur yang Allah berikan kepada kalian.  Apakah kalian gunakan untuk berjihad atau tidak, … maka sesungguhnya jihad akan jalan terus.  Justru jika kalian tidak mau menggunakan umur kalian untuk berjihad atau malah kalian condong dan rakus terhadap dunia, …. Maka dengan itu justru Allah akan mengganti kalian dengan kaum yang lain yang mereka mencintai  Allah dan mereka berjihad dijalan-Nya. … Bahkan, orang yang tidak mau berjihad akan disiksa dengan siksaan yang sangat pedih.  …………… jadi marilah kita merenung wahai jiwa yang –insyaallah-- salim!!! …..
Allah ta’ala berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انْفِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الْأَرْضِ أَرَضِيتُمْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الْآَخِرَةِ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الْآَخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ  إِلَّا تَنْفِرُوا يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّوهُ شَيْئًا وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu, “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah”, kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu?  Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit. Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. At-Taubah 38-39)

28. Besarnya Hasil sebanding dengan besarnya pengorbanan.
Ikhwan, …. jika benar jihad kita untuk meninggikan kalimat Allah, … mestinya kita korbankan waktu kita, kesempatan, fikiran, harta kita, kesenangan dunia kita, dan seluruh apa yang ada di hadapan kita …. Sampai jiwa kita -–insyaallah--. Tetapi memang banyak mujahidin yang terpedaya dengan berbagai pernak-pernik dunia hingga ia sulit sekali mengorbankan sesuatu yang berharga miliknya –meski dunia hakekatnya cuma titipan--. Padahal seseorang belumlah lepas dari belenggu dunia hingga mencapai sebuah maqom mujahid yang sejati, sampai ia mengorbankan atau menginfakkan hal yang sangat ia cintai, …. apakah keluarga, harta atau jiwanya sekalipun. 
Ribuan … bahkan jutaan mujahidin syahid di hadapan musuh dalam rangka menopang tegaknya daulah Islam Afghonistan, …. Ini fakta, taqdir Allah ta’ala.  Demukian pula di Iraq, Checnya, Somalia, Moro dan jabhah qital lainnya.  Allah berkenan memberikan karunia yang sangat besar berupa tanah dan bebasnya syariat Allah tegak di atasnya, ini semua tidak serta merta ada, kecuali dengan pengorbanan darah dan tulang belulang yang banyak, … puluhan ribu, … ratusan ribu, bahkan jutaan!!!
Jika sebuah jama’ah jihad mengharapkan kemenangan, kemajuan, daerah mahjar, atau area yang ingin di kuasainya tetapi tidak menganjurkan para anggotanya menjadi syuhada, menganjurkan pertempuran dan pembunuhan, menganjurkan dan menyuburkan amaliyat, membakar semangat untuk berjihad … maka bagaimana keinginan-keinginan mereka akan di kabulkan Allah ta’ala.
Asbab apa yang menjadi alasan Allah memberi kemenangan!!! Usaha apa yang telah dicurahkan untuk mendapatkan kemuliaan yang teramat mahal!!! Pengorbanan model apa yang telah diberikan, hingga pantas menyandang status pemenang dalam pertarungan!! … sulit rasanya berlogika, jika hidup dan fikroh seperti punguk merindukan bulan!!! Lahaula walaquwwata ilabillah!!
Siapa yang menduga, pasca serangan penuh barokah mujahidin terhadap jantung kota New York city ; WTC, Pentagon dan gedung putih –meski luput--membuahkan banyak kemenangan-kemenangan lainnya. Sepintas serangan itu mengakibatkan daulah islam Taliban terancam hancur lebur di ‘hajar’ Amerika, namun di luar dugaan manusia muncul dalam waktu yang tidak lama daulah islam Iraq –insyaalah menjadi pembuka membebaskan palistina dan al-quds--, daulah islam di Checnya, dan baru-baru ini diproklamasikan daulah islam Somalia. Dan masih banyak embrio (cikal bakal) daulah yang dalam waktu yang tidak lama –insyaallah—akan muncul.  Ini semua sangat menggelisahkan & mengkhawatirkan orang-orang kafir terutama Amerika akan dominasi para mujahidin di berbagai belahan dunia, … khilafah islam dengan jalan jihad telah di ambang pintu. …..mudah-mudahan dalam waktu dekat Pakistan akan jatuh ke tangan mujahidin dan menjadi daulah islam yang sangat strategis.  Sehingga kawasan sekitar Asia tengah akan dikuasai sepenuhnya oleh mujahidin. …. Khilafah tinggal menunggu waktu, insyaallah!!
Saksikanlah ikhwan, … semua kemenangan itu tidak terwujud kecuali dengan pengorbanan yang sangat besar, … pengorbanan yang tidak mengenal pamrih, … pengorbanan yang tidak mengenal hizb (golongan) atau jama’ah tertentu. ….  para mujahidin tidak bertanya apakah setelah kesyahidan mereka, keluarga mereka akan mendapatkan harta dunia atau kedudukan, … tidak, tidak pernah mereka impikan.  Tetapi yang ada pada mereka adalah apa yang bisa mereka korbankan, baik harta maupun jiwa untuk tegaknya panji-panji Islam. … Maka, untuk mendapatkan kemenangan yang besar, korbankanlah apa yang kita punya, hingga Allah menentukan urusannya. Jadi, hasil didapat sesuai dengan apa yang dikorbankan.
29.  Taktik “boros” memenangkan pertempuran.
Ada seorang ikhwan mengatakan kepada penulis, “Syaikh Abu Mus’ab az-Zarqowy itu boros !!! (baca ; taktik perangnya)”  ….  sepintas penulis terkejut mendengar pernyataannya dan sempat menerawang apa yang dilakukan oleh komandan pilih tanding di negeri dua aliran sungai itu. Namun sejurus kemudian ikhwan itu menjelaskan bahwa, selama beliau memimpin jihad di Iraq selama 3 tahun beliau telah melakukan 800 kali serangan terhadap musuh dan telah menghabiskan anggaran perang 200.000 yuro per pekan. Ini maknanya perbulan menghabiskan dana sekitar 800.000 yuro atau jika di rupiahkan sekitar 2 milyar per bulan, angka yang sangat besar dan fantastis!!!! ….. wajar untuk sumber dana sekelas tandzim raksasa al-Qo’idah pimpinan Abu Abdillah hafizdhuhullah..   
Beliau melakukan amaliyat 800 kali dalam 3 tahun!! .. Maknanya kurang lebih dua hari sekali beliau mengirimkan pasukan mujahidin untuk menggempur posisi musuh.  Taktik yang sangat unik dan boros!!! ….. tetapi, justru inilah keistimewaan operasi-operasi beliau memenangkan pertempuran.
Dengan taktik gempuran “boros” terhadap musuh yang tak kunjung berhenti itu, …. Semakin banyak mujahidin yang bergambung karena kemenangan-kemenangan yang didulang hampir tiap hari, …. Musuh dengan taktik tersebut tidak sempat melakukan konsolidasi pasukan, … karena yang ada adalah evakuasi korban tewas, …. Korban luka, … korban stress, dan korban down mental yang sangat parah, ….. mereka tak sempat, sekadar mengatur taktik pertempuran, …. Yang ada adalah ketakutan, … ketakutan, … dan keputusasaan melawan mujahidin.
Lihatlah ikhwan, … betapa banyaknya amaliyat isytisyhadiyah yang dirancang dan dilakukan oleh syaikh Abu Mus’ah Az-Zarqowy, …. Namun semakin banyak amaliyat isytisyhadiyah yang beliau dilakukan, yang terjadi justru ---diluar akal manusia--- mujahid yang “ngantri” pun semakin banyak dan membludak. …. Dan beliau adalah orang yang sangat getol mengobarkan semangat mujahidin untuk melakukannya, sampai-sampai mertuanya sendiri menjadi salah satu yang menjadi perserta amaliyat isytisyhadiyah di Iraq, … Allahu akbar!!
Jadi, ……………………. Subhanallah!!! …. Bagaimana kemenangan akan diraih, nashr akan di dapat, jika banyak anggota jama’ah jihad disuruh menghindari amaliyat, …. Menghjindari syahid, …. Menghindari pertempuran!! ….. jama’ah jihad model apa ini???? …… amal apa yang mereka andalkan untuk mencapai kemenangan???? ….. Padahal syahid itu adalah salah satu dari dua kemenangan, disamping kemenangan memenangkan pertempuran dan mampu menegakkan syariat. …………… Para pembesar jama’ah itu mengatakan syahid bukan tujuan!!! Tujuan kita adalah iqomatudin, ………… ini kesalahan besar dan syubhat yang membelenggu, wahai ikhwan!!!  Iqomatudin itu dengan ceceran darah dan tercacahnya daging para mujahidin!!! Tanah itu didapat alahissalam dengan darah!!!!
30.  Jika Abdullah bin Mubarok masih hidup, ….. apa yang akan dikatakannya???
Siapa yang tidak mengenal Abdullah bin Mubarok rahimahullah!!, seorang ulama tabi’in terkemuka, dermawan utama dan mujahid yang pilih tanding. Beliau hidup di bawah kekhilafahan Islam yang masih dekat dengan semerbak harumnya kepemimpinan khalifah yang empat ; Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar bin Khottob, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.  Namun, lihat & perhatikanlah bagaimana keras & ketegasannya terhadap syariat jihad, …….. subhanallah!!!  Beliau, yang ketika itu sedang melakukan ribath di Thursus dengan tanpa ragu mengirim surat kepada Fudhail bin Iyadh yang berisi teguran keras,…. bahwa apa yang dilakukan beliau (beribadah) di masjidil Haram hanyalah (seperti) permainan belaka, …… dibandingkan dengan ibadah jihad fi sabilillah.
Diriwayatkan oleh Ad-Dzahaby Rahimahullah, Bahwa Ibnu Mubarok ketika melakukan ribat tahun 177 H. di Thursus, beliau menulis surat kepada Fudhail bin Iyadh. Awal surat itu berbunyi:
يا عابد الحرمين لوأبصرتنا, لعلمت أنك في العبادة تلعب,
من كان يخضب جيده بدموعه, فنخورنا بدماـنا تتخضب,
  Wahai orang yang beribadah di dua masjidil Haram, jika Kau melihat kami niscaya engkau akan tahu bahwa ibadahmu itu hanyalah main-main saja… Jika lehernya berlinangan air mata, maka leher-leher kami berlumuran darah…
Ikhwan !!!!! beliau -- Abdullah bin Mubarok rahimahullah—begitu kerasnya memberikan teguran kepada Fudfhail bin Iyadh rahimahullah, pada saat jihad fardhu kifayah, …. Saat kaum muslimin di bawah hukum dan syariat islam, saat jihad disunahkan satu kali dalam setahun. …………… Lalu, bagaimana jika jihad menjadi fardhu ain!!!! Betapa kerasnya beliau akan memberikan peringatan, ….lalu bagaimana jika beliau hidup saat ini!!.... tentu Beliau akan lebih keras lagi memperingatkan keharusan berjihad saat ini.
Lalu jawaban apa yang dilakukan oleh ulama besar nan shalih Fudfhail bin Iyadh rahimahullah???  Ketika beliau membaca surat itu, bercucuranlah airmatanya, …..  kemudian berkata : “Benar apa yang engkau nasehatkan wahai Abu Abdirrohman.”(lihat ke Kitabul Jihad, karya Abdullah bin Mubarok. Atau di Al-jihad sabiluna, Abdul Baqi Rramdhun, muassasah Ar-risalah)
Jadi sekarang bagaimana jawaban anda wahai para anggota jama’ah jihad!!! Ketika syaikh Usamah bin Ladin hafidzhuhullah dan syaikh Abu Aiman Ad-dhowahiri hafizhuhullah, Syaikh Abu Umar al-Baghdady, Syaikh Abu Mus’ab Az-Zarqowy  telah memberikan surat terbuka untuk berjihad di berbagai tulisan, muhadhoroh dan ceramah mereka, yang isinya : “Jihad hari ini adalah fardhu ain, wajib setiap kaum muslimin untuk keluar melakukan amaliyat yang dapat menghancurkan dan menghentikan penjajahan Amerika dan sekutu-sekutunya.” ……… dan lain-lain peringatan yang amat keras, …. Saat jihad fardhu ain, …………….. saat jihad fardhu ain!!!!
Apa yang akan anda katakan,…… wahai pimpinan dan anggota jama’ah jihad!!!! Wahai para karyawan perusahaan yang katanya multi nasional!!! …… apa yang akan anda katakan????? Apakah jawaban anda akan sama seperti Fudfhail bin Iyadh rahimahullah???? ……………… atau subhanallah!!! ……… Jangan sekali-kali anda katakan seperti perkataan bani Israil kepada Musa :
{ فَاذْهَبْ أَنتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلا إِنَّا هَاهُنَا قَاعِدُونَ } [ المائدة : 24]
Artinya : “ …… karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja.” (QS. Al-Maidah 24)
Tidak!! Tidak!!!.....Iya benar, …………………. Kalian memang tidak mengatakan seperti perkataan bani Israil kepada Musa!!!! Tetapi apa yang kalian lakukan dengan diam!!! ………..diam!!!! ………… diam dan diam puluhan tahun tidak beramal, no amaliyat, no ightiyalat, no irhab!!!! Saat jihad fardhu ain dan sangat menghajatkan pukulan-pukulan para mujahidin terhadap posisi-posisi musuh, ….. ini hakekatnya sama, sinonim, sebangun, dan semakna dengan perkataan bani israil kepada Musa, wallahu alam bishowwab!!! ………….
Pembantaian ikhwan selalu terjadi di depan mata, ………… mereka (thogut dan kaki tangannya) menembak mati, ………….. sampai seorang umahat hamilpun  mereka tembak!!!!!! ………… dimana jiwa antum wahai ikhwan yang masih punya iman!!!!!!!!!!!!! …..masih punya harga diri, ….. masih punya sedikit tenaga untuk memukul mereka, ….. meski pukulan anda belum tentu menghancurkan dan melumpuhkan mereka.
Jangan tersinggung!!!!!!!!!!!, lebih baik instropeksi diri saja, ……………… kaloo iya, ya segeralah bertaubat, …….. lalu berimanlah dengan iman yang benar, ………….lalu bergabunglah dengan thoifah dan komandan yang benar-benar mengangkat bendera jihad dan benar-benar melaksanakan faridhoh jihad, …. Kemudian beramalah, ……Karena Allah, rasul-Nya dan orang-orang mukmin akan melihat amal kalian dan niscaya Allah akan memasukkan kalian ke dalam jannahnya dan kalian tidak akan dirugikan sedikitpun ….. sampai Allah berikan dua kebaikan : SYAHID atau MENANG.  …. insyaallah!!!!
Allah ta’ala berfirman :
إِلا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلا صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Artinya : “kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Furqon 70)
31.  Mudah-Mudahan Allah mudahkan kami menyusul kalian,…..Ya Abtholul Jihad!!
Tadi malam adalah malam ke 27 bulan ramadhan, ….. malam yang termasuk paling diakui sebagai malam lailatul Qadar.  Sebagaimana dalam riwayat Imam Muslim, bahwa “lailatul Qadr itu terjadi pada malam ke-27” di bulan ramadhan (Lihat tafsir Ibnu Katsir Rahimahullah). Pada malam itu malaikat jibril dan malaikat-malaikat yang lainnya, yang jumlahnya tidak mungkin dihitung turun ke laingit dunia atas izin Allah untuk melaksanakan perintah-perintah Allah yang maha tinggi.  Malam kemuliaan itu nilainya lebih baik dari seribu bulan, yang berarti malam yang lebih baik dari 30.000 hari manusia beribadah.
Lalu apa yang istimewanya??? ………………. Yang istimewa adalah para pahlawan jihad (abtholul Jihad) Indonesia, yang berarti pahlawan dunia diantaranya Asy-Syahid –kama nasabuhu- Noordin Muh. Top, Akhuna Urwah rahimahullah, susilo dan Aryo sudarso Rahimahullah menemui kesyahidan pada malam 27 ramadhan 1430H., ….. malam yang di duga kuat sebagai malam lailatul Qadr, …. Malam yang berada di bulan paling mulia, yaitu Ramadhan, ….. dan mereka syahid di puncak urusan, puncaknya amal yang paling mulia yaitu Jihad fi sabilillah ………………  Allahu akhbar!!!! Allahu akhbar!!!! …………..taqdir yang sangat baik, ………. makom yang sangat istimewa,……… makom yang sangat luarbiasa, ……….. dibunuh musuh saat malam lailatul Qadr!!!!!.............Subhanallah!!!!!!!!!!
Sungguh beruntung keluarga mereka, …….. sungguh beruntung anak istri mereka, …….karena masing-masing dari mereka diberi hak memberi syafaat 70 orang dari kerabatnya, ………..subhanallah sungguh beruntung!!!! Sungguh beruntung, ……… jihad mereka telah dibeli Allah yang maha kuasa atas segala sesuatu.  Sungguh beruntung saudara-saudara mereka (mujahidin) yang lain yang kini terus berjihad dan melakukan amaliyat,…….. kesyahidan dan darah mereka menjadi pengokoh & cahaya bagi jihad mereka untuk terus melakukan amaliyat dan melakukan pukulan-pukulan terhadap penjajah dan musuh yang menindas …….. Sungguh beruntung kaum muslimin yang telah melahirkan mujahid pilih tanding dan kesatria bertekat baja. ……… yang akan menjadi cahaya abadi amal jihad di negeri yang syariat islam menjadi din yang terasing di tengah-tengah pemeluknya. ………….sampai Allah ta’ala menghadiahi mereka daulah dan khilafah islam di bumi ini.
32.  Mimpi Aneh!!!!.......
Muslimah itu menangis, ……………….menangis, dan menangis!!! Ketika kenyataan yang terjadi sesuai dengan yang ia mimpikan.  Mirip!!!, bahkan sama persisi dengan apa yang tengah terjadi. Ia bertutur dengan agak ragu dengan kawan karibnya,  ketika menjadi akhwat dahulu, kini mereka telah sama-sama menikah dan keduanya telah mengenakan cadar.

Mimpinya terjadi seusai shalat qiyamul lail (sholat malam/tahajut), ia bertutur (seorang muslimah yang shalihah –insyaallah-) menceritakan mimpinya yang –sepertinya—ada hubungan dengan apa yang tengah terjadi dengan suaminya, yang saat ini muslimah itu menilai suaminya belum mau menyambut faridhoh jihad yang kini hukumya fardhu ain.  Ia bermimpi menyaksikan seorang ust. (nama ustnya sebenarnya disebutkan  oleh Muslimah itu, namun agar tidak menjadi fitnah tidak kami tulis disini, inisialnya ust. M) yang tengah menanam bawang putih di sebuah pesantren, namun ummahat itu melihat tanaman-tanaman bawang putih milik ust. tersebut busuk-busuk, dan dibiarkan membusuk. Tidak ada perbaikan, bahkan warnanya menghitam dan busuk. Kemudian Muslimah tersebut memaksakan diri yang membersihkan tanaman bawang milik ust. tersebut, ia merasa ust. tersebut tidak berbuat apa-apa terhadap tanamannya, padahal tanaman bawangnya tengah membusuk dan rusak.

Muslimah tersebut tidak tahu kalau suaminya –dalam kenyataan-- tengah belajar (berhalaqoh) dengan ust. yang ia maksud dalam mimpinya sebagai ust. penaman bawang putih yang membusuk di pondoknya. Ketika kawan karibnya mengatakan bahwa suami ukhty belajar/berhalaqoh dengan ust. M, …………. Sepontan muslimah tersebut menangis, ……..menangis dan menangis!! Karena ternyata muroby suaminya yang berinisial ust. M tersebut adalah nama ust. yang hadir dalam mimpinya. Ust. M tersebut yang dalam mimpinya menanam bawang putih yang dibiarkan membusuk.

Kami tidak memiliki kemampuan untuk mentafsiri mimpi ummahat tersebut, …… wallahu alam bishowwab!!! namun paling tidak dapat kami tulis & kemukakan di sini, karena penulis mengenal ust. M yang dimimpikan muslimah tersebut.   Ust. M yang dimaksud dalam mimpi itu termasuk ust. yang tidak setuju dan menyalahkan berbagai amaliyat yang tengah terjadi di Indonesia (meski bisa jadi hanya dektean –baca, copy paste-- dari atasannya), …….. amaliyat yang dilakukan Ust Mukhlas, Rojulain (Dr. azhari & Noordin M Top) dan akh Urwah rahimahullah.  Bahkan ia terbukti memata-matai mujahidin –paling tidak ia terbukti memata-matai seorang ikhwan alumni jabhah qitaliyyah--, meski untuk apa tujuannya kami tidak tahu. Dan sebenarnya ust. tersebut meski membuat halaqoh-halaqoh ikhwan yang bersemangat untuk jihad, namun sejatinya tidak mengarah untuk jihad yang sebenarnya. …………. Dan ust. tersebut terbukti suka menghibahi saudaranya –-orang yang berbeda pendapat dengannya—atau suka mencari-cari kesalahan dan kelemahan ikhwan yang dianggap tidak sependapat denganya, dan ini adalah kenyataan yang sangat menyedihkan. …………maka benarlah kalau yang ia tanam akan membusuk, bahkan dibiarkan membusuk….lalu apa manfaatnya tanaman yang membusuk??????????

Wallahu alam bishowwab, …………….. mungkin makna mimpi muslimah itu adalah anggota-anggota halaqoh ust. M tersebut mengalami “pembusukan”, rusak dan tidak memiliki keberfihakan dengan berbagai amalaiyat jihad di Indonesia atau bahkan tidak diarahkan kearah jihad yang nyata.  Karena sesuatu itu tergantung siapa yang mencetaknya dan siapa yang membimbingnya. Jadi kalau murobbynya saja membenci amaliyat jihad, mencelanya, menyalahkannya, meremehkan para pendukungnya, memata-matai pengikut dan pendukungnya, bahkan dikatakan isti’jal, tidak procedural, salah langkah, dll. …………….. lalu apa jadinya anak didik muroby tipe ini, ……. tentu  apa yang akan dikatakan lebih parah lagi. …………..ingatkah anda dengan peribahasa, “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari” …….. bisa saja ini terjadi.  Jika murobby mencela, menghina berbagai amaliyat jihad di Indonesia, … lalu bagaimana penghinaan para anggotanya terhadap mujahidin yang amaliyat akan lebih parah………….. ini kenyataaan!!!

..............subhanallah!! Allah akan menyaring mujahid yang benar-benar layak menegakkan faridhoh jihad, dan akan memberikan makom sesuai dengan keadaannya.  Bagi yang duduk-duduk ada balasannya, …………bagi yang mencela jihad dan para pelakunya, akan ada balasannya, ………bagi yang tidak empati atau peduli, juga ada balasannya, …. bagi yang mendukung akan ada balasannya, ….. dan bagi yang terjun langsung melakukan amaliyat pasti sudah tetap janji Allah untuknya, “ihda husnayain” …………..jadi silahkan anda pilih yang mana????!!!!, …………….jihad akan jalan terus, sesuai dengan masyi’ah dan Qudroh Allah ta’ala.